THE CONQUEROR

THE CONQUEROR
Episode 44.1 - William Artemis




Di luar area Kota Blum, Pasukan kerajaan menemukan tanah lapang yang cocok untuk dijadikan tempat berkemah mereka agar bisa beristirahat sekaligus menyusun strategi matang dalam menghadapi pertempuran besok.


Dari tengah perkemahan itu, terdapat tenda yang sangat besar. Tempat para petinggi militer menyusun strategi. Terlihat banyak sekali pasukan khusus yang menjaga di sekitar tenda tersebut.


Sementara Hengki saat ini sedang mengikuti Roderick yang mengajaknya pergi ke suatu tempat.


Di sana Hengki berjalan dengan gugup dan merasa tidak nyaman, karena di sekelilingnya terdapat banyak sekali tentara yang menatap ke arahnya sejak ia tiba di area tersebut.


Tentara yang ada di sekelilingnya itu adalah salah satu serdadu yang ada di bawah perintah Bobs langsung.


Tentara itu menatap Hengki karena mereka merasa heran. Siapa anak ini? Kenapa anak ini terlihat biasa saja ketika ada di hadapan taun mereka, Bobs? Bahkan tak jarang anak yang sedang mereka tatap sekarang terlihat sering bertengkar dengan tuannya.


Sesekali Hengki membalas tatapan para tentara itu. Celinguk ke kiri, ia membalas tatapannya. Celinguk ke kanan juga sama ia melihat banyak orang yang sedang menatapnya. Suasana benar-benar canggung untuk mereka semua kecuali Roderick.


Hengki kemudian tidak bisa menahan rasa kesalnya dan langsung berkata kepada Roderick, "Kenapa aku harus datang ke tempat seperti ini?!"


Sambil mengepalkan tangannya Hengki geram kepada Roderick.


"Hey, jangan seperti itu. Aku punya sesuatu yang sangat penting untuk pertempuranmu besok dan sekaligus juga buat masa depanmu. Dan bukankah sudah kubilang, kau harus mulai terbiasa kerja sama dengan orang lain." Roderick kemudian menenangkan Hengki supaya tidak kesal lagi


Hengki kemudian melihat orang-orang yang sedang menatapnya lagi.


"Kita datang kesini untuk melatihmu," ucap Roderick


"Latih? apa maksud an-" Ketika Roderick berkata kalau ia membawa Hengki datang kesini untuk melatihnya, Hengki lantas terkejut, dan bertanya apa maksudnya.


Tapi belum juga selesai bertanya, ucapan Hengki dipotong karena Roderick langsung masuk ke tenda yang ada di depannya sambil memberikan salam, "Kami di sini untuk mengunjungimu, apa kau sedang sibuk?! Kami masuk ya."


Sreet! Sreet!


Ketika Hengki menyusul Roderick dan masuk ke tenda tersebut.


Ia lantas melihat seseorang sedang duduk sambil memarut anak panah yang akan digunakan olehnya.


Dan ternyata orang yang didatangi oleh Roderick adalah salah satu ajudan Bobs yang selama ini terlihat selalu berada di sampingnya ketika pertempuran sedang berlangsung.


"Ah.. Tuan Roderick, kenapa anda datang ke tendaku?" sapa ajudan tersebut sambil menunduk ke arah Roderick.


"Apanya yang dilatih! anda bisa lihat, dia sama kurusnya denganku!"


Seperti biasa, tanpa memedulikan sopan santun dan tata krama, Hengki langsung berucap semaunya.


"Siapa dia? Kalau hanya ingin mengganggu, sebaiknya kau tunggu saja di luar," gertaknya kepada Hengki.


"kalian berdua tenang. Ayolah, Hengki duduk dulu," ucap Roderick, membujuk agar Hengki duduk terlebih dahulu.


Sementara para tentara yang ada di luar. Mereka masih penasaran, ada urusan apa anak itu masuk ke tenda kaptennya.


"Hengki, aku ingin memperkenalkanmu dengan Wiliam Artemis. Dia adalah seorang pemanah yang sangat andal dari Wilayah kita Chandax. Meski tubuhnya tidak sekekar tentara pada umumnya, tetapi kemampuan memanahnya sudah jauh di atas rata-rata," ucap Roderick.


"Anda terlalu melebih-lebihkan kemampuanku tuan, lagi pula keahlianku ini adalah berkat dari pembelajaran ayahku dulu," balas William.


William Artemis adalah seseorang yang menjabat sebagai ajudan paling muda di bagian selatan Kerajaan Socotre ini. Ia lahir dari keluarga pemburu yang tinggal lama di dalam hutan yang berada di Wilayah Chandax. Pertama kali William dikenal oleh khalayak umum adalah ketika masih kecil dirinya dengan sangat mengejutkan dapat menembak salah satu petinggi dari kubu penjarah dulu. Padahal saat itu hari sudah sangat gelap dan minim sekali penerangan.


Sadar kalau Hengki sedang memandangi busur yang dipakai oleh William, Ia kemudian berkata, "Apa sekarang kau sudah tertarik untuk berlatih kepadanya?"


"Jadi kau berniat untuk melatihku cara menggunakan busur panah? Tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk melatih kemampuan memanahku," jawab Hengki kepada Roderick.


Roderick dan William pun kemudian terkejut, mereka kira maksud Hengki memandangi terus busur panah itu adalah karena Hengki tertarik untuk mulai berlatih panahan, tapi ternyata tidak.


"Apa yang kau maksud? Apa kau kira memanah itu adalah suatu hal yang tidak berguna?!" bentak William.


Merasa tersinggung karena Hengki tanpa tedeng aling-aling langsung menolak untuk berlatih panah begitu saja, padahal Hengki dari tadi melihat busur miliknya. William pun menjadi sangat kesal.


"Tidak, tapi aku punya ide yang lebih bagus daripada harus berlatih memanah, karena pasti akan memakan waktu yang tidak cukup untuk menghadapi pertempuran besok," ucap Hengki.


Ternyata Hengki menolak untuk berlatih karena ia merasa tidak mungkin dirinya akan mahir menggunakan panah hanya dengan berlatih satu malam saja. Namun beruntungnya, Hengki ternyata punya ide lain agar dirinya bisa ikut berpartisipasi di pertempuran besok tanpa harus berlatih terlebih dahulu.


"A-apa kau bilang?! Cepat katakan, apa ide yang kau maksud itu?!"


Ketika mendengar Hengki punya ide yang lebih bagus, Roderick menjadi sangat bersemangat. Ia langsung menembak Hengki dengan pertanyaan, apa ide yang sedang dipikirkan oleh Hengki?


"Sebelumnya aku ingin bertanya, apakah busur yang kau gunakan itu adalah jenis busur yang sudah usang?" tanya Hengki kepada William.


Sepertinya Hengki ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu.


"Sudah gila kau! Busur ini dibuat langsung oleh pengrajin paling andal yang ada di Chandax, bahkan saking berharganya yang diperbolehkan untuk memperbaiki busur ini hanya si pengrajin itu seorang. Makannya setiap akan berperang aku selalu mengikutsertakannya bersamaku," terang William.


Mendengar penjelasannya tadi membuat Hengki terkejut dan hatinya menjadi sangat kegirangannya.


"Apa kau bilang?! Jadi orang yang buat busur itu ada di sini?" tanya Hengki dengan sangat menggebu-gebu.


Roderick yang tahu kalau Hengki sedang kegirangan, menjadi semakin penasaran dengan ide yang sedang dipikirkan oleh Hengki.


"Apa kau tuli? Iya, orang itu ada di sini," jawab William.


Lagi dan lagi, tampaknya keberuntungan memihak kepada Hengki untuk ke sekian kalinya.


"Kalau begitu antarkan aku ke orangnya langsung," paksa Hengki kepada William untuk segera mengantarkan dirinya ke hadapan si pengrajin yang membuat busurnya itu.


"Baiklah! Tenang dulu Hengki, lagi pula aku memang berniat untuk mengantarkanmu kepadanya setelah berkenalan dengan William," ucap Roderick.


Ternyata dari awal Roderick memang ingin bertemu dengan pengrajin yang dimaksud oleh William, tadinya Roderick ingin meminjam salah satu busur buatannya agar bisa digunakan Hengki untuk dipakai berlatih olehnya.


{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}{}


(っ^▿^)


Terima Kasih sudah membaca episode 44.1 yang berjudul 'William Artemis' ini.


Untuk kalian yang suka dengan ceritanya boleh Like, Share dan jangan lupa tambahkan ke favorit supaya kalian tidak ketinggalan dengan update cerita selanjutnya. Atau kalian juga boleh menyisihkan beberapa poin yang kalian miliki untuk hadiah.


Dan untuk kalian yang ingin memberikan saran, kritik, promosi, apresiasi dan yang lainnya, bisa sampaikan saja langsung pada kolom komentar yang ada di bawah yah.


*(っ ͡~ ͜ʖ ͡°)っ *à plus tard.


.