
-
Setelah sampai diparkiran. Rafi membuka helm full face nya. Kemudian keduanya turun dari motor. Kini dihadapan mereka telah berdiri Bu Siska selaku guru BK disana,ia sedang memandang mereka dengan tajam.
-
"CEPETAN SEKARANG KALIAN BERDUA KELAPANGAN! HORMAT DI DEPAN TIANG BENDERA SAMPAI JAM ISTIRAHAT!"perintah Bu Siska .
Keduanya pun langsung berjalan kearah lapangan dan melaksanakan hukumannya. Bu Siska pun mengikutinya dari belakang guna untuk mengawasi mereka.
-
Bu Siska mengerutkan keningnya saat melihat badge name di seragam milik Nayya.
-
"Kamu anak baru itu kan? Anak XI-3? Kembarannya Rafi?"tanya Bu Siska
-
"Iya"
-
"Pantesan kelakuannya sebelas dua belas. Penampilannya pun sebelas dua belas. Kalian berdua ini mau jadi apa? Udah rambut acak acakan,baju dikeluarkan,gak pake dasi sama ikat pinggang. Mau jadi penerus kakak kamu disini?"ucap Bu Siska
-
"Kakak?"tanya Nayya dan Rafi serempak
-
"Iya,si Devan. Kelakuannya sama kayak Rafi. Cuman dia lebih parah. Untung aja otaknya pinter jadi masih bisa dimaklumi sama guru guru disini"jelas Bu Siska
-
"Saya juga pinter kok Bu"ucap Rafi yang masih hormat pada bendera
-
"Rafi!! Jangan bicara!!"teriak Bu Siska
-
"Bu jangan teriak teriak dong nanti kuping saya budek"celetuk Nayya
-
"Bisa darah tinggi saya kalau disini terus"ucap Bu Siska
-
"Lagian yang nyuruh Ibu disini siapa? Enggak ada kan"ucap Rafi
-
"RAFI!! JANGAN BICARA!!"teriak Bu Siska
-
"Ibu mending cepetan pergi deh,kuping saya budek lama lama"ucap Nayya dingin
-
Tanpa membalas perkataan Nayya, Bu Siska pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang berjemur ditengah lapangan.
-
Keadaan hening. Keduanya tidak ada yang ingin berbicara.
-
Sementara di SMA Arwana
.
Arra, Mungga dan Fariz sedang berjalan di koridor sekolah. Ketiganya memang sudah bersahabat sejak awal masuk SMP. Sebenarnya tidak bertiga,mereka berempat bersama Diat. Namun Diat berbeda sekolah saat SMA dengan mereka.
-
Ketiganya sedang berada dikantin saat ini,karena sudah masuk waktu istirahat
-
"Ishh sumpah ya Mung si Jaki ngeselin! Gak ada romantis romantisnya!"ucap Arra
-
"Putusin aja sih susah amat"celetuk Fariz
-
"Minta banget ditarik mulutnya!"ucap Arra
-
"Jangan ditarik,mending dicium Ra"ucap Fariz sambil terkekeh
-
Arra pun melotot kearah Fariz
-
"Minta dihajar Jaki lo Ris"ucap Mungga
-
"Tinggal hajar balik ribet amat"ucap Fariz
-
"Diem lo mo!"ucap Arra
-
"Mo? Apaan Ra?"tanya Mungga
-
"Homoš¤£"
-
"HAHAHAHA! Lo kalo ngomong suka bener Ra. Si paris kan emang homo. Gak pernah ada cewek yang di gandeng sama dia"ucap Mungga
-
"Kurang dihajar nih anak"ucap Fariz sambil menggetok kepala Mungga menggunakan botol plastik yang ia pegang
.
.
Pulang sekolah pun tiba. Para murid murid di SMA Garuda berbondong bondong keluar dari kelas.
-
Sedangkan para OSIS sejak jam istirahat belum juga keluar dari ruangan OSIS
-
"Jadi yang mau handle anak kelas X-3 siapa?"tanya Aca
-
"Nayya sama Putra aja kak,mereka berdua kan belum kebagian"usul Ajeng
-
Nayya pun melototi Ajeng, sedangkan Ajeng malah terkekeh pelan
-
Aca melirik kearah Nayya dan Putra
"Oke,kalian berdua"
-
Putra hanya mengangguk
-
"Gue gak mau sama cowok"ucap Nayya datar
-
"Semuanya udah ada pasangannya. Gak bisa diubah lagi. Oh atau lo mau sama gue?"tanya Aca dengan senyum sinisnya
-
"Gak,makasih"
-
"Oke kalian semua boleh balik"
-
Sekedar info manteman,Putra baru dicalonkan menjadi ketua OSIS. Jadi ketua OSIS disana masih Aca.
-
Kini siang telah berganti malam. Nayya, Ajeng, Salma dan Diva berjanjian untuk pergi ke rumah Ajeng. .
Nayya kini telah berdebat dengan Rafi. Nayya meminta pada Rafi untuk mengantarkannya ke rumah Ajeng. Tapi Rafi terus menolaknya dengan berbagai alasan.
-
"Rafiandra yang cakep kayak bule nyasar. Anterin gue kerumah Ajeng yuk!"ucap Nayya
-
-
"IH AYOK RAPI!!"
-
"Sama Bang Devan atau gak Bang Andra aja sana"
-
"Ih mereka berdua gak bisa. Kalo bisa gue udah dari tadi sampe kerumah Ajeng"
-
"Nyebut gue punya kembaran kayak lo. Ayok gue anter"
-
Rafi mengambil jaketnya yang ia sampirkan di sofa. Rafi pun langsung keluar dari rumah dan berjalan menuju motornya. Nayya mengikutinya dari belakang dengan senyum simpulnya.
.
.
Nayya sudah sampai di depan rumah Ajeng tepat pukul 4 sore.
-
"Gue jemput nanti. Tinggal kabarin gue. Jangan pulang sendiri. Pulang sendiri lo tidur diluar"ucap Rafi
-
"Iya Abang ku sayang"ucap Nayya dengan senyum paksanya
-
Sungguh rasanya Nayya ingin mencakar muka Rafi,karena terlalu overprotektif padanya.
-
"Gue cabut dulu"
-
"Iya,jangan kemana mana. Langsung pulang. Kalo gak gue ngambek"
-
"Dasar bocah"
-
"Enak aja lo!"
-
"Udah sana masuk. Udah ditungguin tuh"
-
"Elo kelamaan"
-
"Yaudah makanya sana masuk"
-
"Iya bawel"
-
"Dadah jelek"
-
Rafi menarik hidung Nayya sekilas. Lalu ia segera menjalankan motornya, jika tidak Nayya pasti akan membalas perlakuannya.
-
"Tobat gue punya kembaran kayak dia"ucap Nayya
-
Nayya berbalik dan berjalan kearah pintu rumah Ajeng
-
Belum sempat ia mengetuk pintu. Ajeng keluar dengan membawa sekantong plastik ditangannya.
-
"Eh udah dateng"ucap Ajeng
-
"Iya,sorry lama"
-
Ajeng mengangguk. Lalu membuang kantong plastik yang ia pegang di tempat sampah yang berada didepan halaman rumahnya.
-
"Ayok masuk"ajak Ajeng
-
Keduanya pun masuk kedalam rumah dan langsung berjalan menuju kamar Ajeng.
-
Ajeng kini sedang berada dikamar dengan para sahabatnya. Nayya, Salma dan Diva memutuskan untuk menginap disana,karena orang tua Ajeng sedang berada di luar kota. .
Untuk urusan baju tadi mereka sudah mengambilnya dirumah masing masing,kecuali Nayya. Ia masih berusaha membujuk Rafi dari telfon.
-
Nayya: Please bolehin gue nginep disini
Rafi: Enggak. Pulang.
Nayya: Dirumah Ajeng doang kok Fi
Rafi: Bodoamat mau dirumah siapa kek. Intinya pulang. Bang Andra pulang kerumah nanti malem. Gue males debat sama dia.
Nayya: Izinin lah Fi. Gue juga butuh kesenangan gue sendiri
Rafi: Pulang Nay.
Nayya: Ishh. Kenapa sih pada egois semua? Gue kemana mana gak boleh. Setiap dikasih waktu buat pergi dibatasin waktunya. Gue juga perlu deket sama temen temen gue Bang. Gue juga pengen kayak lo. Yang setiap harinya bisa bebas kemana aja. Gue bukan anak kecil lagi yang harus lo kekang.
Diseberang sana Rafi mengehembuskan nafas kasarnya. Jika adiknya sudah berbicara panjang seperti ini,ia sudah pasti kecewa.
Rafi: Oke,gue izinin nanti. Tapi inget jangan keluyuran malem malem. Sampe gue tau,gue seret lo pulang. Gue anterin baju baju lo sekarang
Nayya: Gak. Gue gak mau lemari gue lo buka
Rafi: Bunda ada dirumah sekarang. Gue minta tolong Bunda nanti. Gue juga gak mau buka lemari lo
Nayya: Gue tunggu
Sambungan telfon pun terputus
-
Nayya kembali duduk disamping Salma
-
"***** perdebatan anak kembar kayak gitu ternyata"ucap Salma
-
Ajeng yang sedang fokus dengan ponselnya pun kini menaruh ponselnya diatas nakas.
-
"Bosen gue. Main apa kek"ucap Ajeng
-
"Main apaan? Congklak? Kelereng? Layang layang? Atau bekel?"tanya Diva
-
"Gue gak punya mainan begituan"ucap Ajeng
-
"MAIN TOD HAYUK!!!"ucap Salma
-
"Boleh deh. Gue ambil dulu botolnya"ucap Ajeng,lalu pergi ke dapur untuk mencari botol bekas
-
Beberapa detik kemudian Ajeng kembali ke kamar
-
"Nih"ucap Ajeng sambil menyerahkan botol yang ia bawa
-
Next like and komen