
The Bad Twins
—
"Nay! Gue bete kalo dirumah. Gue kerumah lo ya? Sekalian ketemu camer hehe"
-
Nayya hanya mengangguk saat mendengar ucapan Ajeng.
-
"Gue kapan ya dikenalin sama bonyoknya Diat?"tanya Diva
-
"Kapan kapan"ucap Ajeng seadanya
-
"Emang lo belum pernah kerumah Diat Pong?"tanya Salma
-
"Pernah. Tapi cuman ada pembantunya, bonyoknya lagi keluar kota. Kan gaasik. Masa gue dikenalin sama pembantunya"ucap Diva sambil menyerucutkan bibirnya
-
Tawa Ajeng dan Salma kini terdengar. Membuat Diva semakin memajukan bibirnya.
-
"Gaasik ih!"kesal Diva
-
"Uluuluu kesayangannya Jeje ngambek"ucap Ajeng sambil merangkul Diva dan mengunyel ngunyel pipi sahabatnya itu
-
"ISHH JEJE!!"kesal Diva, lalu menepis tangan Ajeng. Sedangkan Ajeng ia hanya terkekeh
-
"Gue udah dijemput. Duluan ya?"ucap Salma
-
"Dipong nebeng Sal😬"ucap Diva
-
"Boleh. Searah ini"ucap Salma
-
"Yaudah kita duluan ya. Babay! Muachh"ucap Diva sambil melambaikan tangannya, lalu ia pergi terlebih dahulu kearah gerbang bersama Salma
-
Ajeng yang melihat itu hanya geleng² kepala
"Tadi aja ngambek. Sekarang udah ceria lagi. Dasar Dipong!"
-
"Oh iya Nay, naik mobil gue aja. Gue bawa soalnya"ucap Ajeng yang dibalas anggukan oleh Nayya
-
Keduanya pun berjalan kearah parkiran. Keadaan parkiran begitu ramai karena jam pulang sekolah baru saja berbunyi sejak lima menit yang lalu.
-
Sesampainya diparkiran, keduanya segera menaiki mobil. Kemudian pergi bersama dengan mobil putih milik Ajeng.
.
.
Putra masuk kedalam rumahnya sambil menenteng dua kotak pizza ditangannya. Rumahnya saat ini memang sedang ramai, karena beberapa anggota Razet berkumpul dirumahnya.
-
Anggota Razet pun bersorak riang saat melihat Putra datang dengan lima kotak pizza.
-
"Nih sikat!"ucap Putra sambil menaruh kotak pizza itu diatas meja dan langsung disambut oleh para anggotanya
-
"MANTAP MAKAN ENAK LAGI!!"ucap Kennath heboh
-
"Makan mulu pikiran lo nyet!"celetuk Diat
-
"Heran gue, lo makannya banyak tapi badan segitu segitu aja"timpal Zain
-
"Jangan ngeremehin gue. Gini gini gue bisa remukin badan orang"ucap Kennath membanggakan dirinya
-
"Sombonggggg"seru anggota Razet
-
Kennath hanya terkekeh
"Gue bercanda. Lagian Pak bos tetep yang paling juara kalau urusan jotos menjotos. Bahkan orang bisa masuk rumah sakit gara gara dia"
-
"Eh ngomong ngomong si playboy ngapa? Numben diem. Biasanya ngadain konser mendadak sama bocil"ucap Putra yang melihat Zaki duduk dipojok sendirian sambil menatap kearah jendela
-
"Lagi galau dia"ucap Rafi -
"Gue kira gak bisa galau tuh bocah"ucap Putra
-
"Gapapalah. Sekali kali dia ngerasain galau. Biar tobat jadi playboy"ucap Rafi
-
-
"Gue gak yakin dia galau. Palingan juga mikirin utang tuh bocah"sahut Alzi
-
"JAKK!! SINI JAK!! GABUNG!!"ajak Putra yang membuat Zaki menoleh dan segera menghampiri mereka
-
"Ngapa lo? Kusut amat tuh muka"ucap Zain
-
"Utang gue Zain. Makin numpuk di warkop. Bingung gue ngelunasinnya"ucap Zaki
-
"KAN APA GUE BILANG! Seorang Zaidan Azmi itu gak bakal tobat jadi playboy!"ucap Alzi
-
"Gue cuman mau menikmati masa masa SMA gue Zi. Gue bakalan tobat kok, tapi gak sekarang. Kemungkinan setelah lulus SMA gue bakal tobat dan bakalan fokus sama Arra"ucap Zaki
-
"Atur semerdeka lo aja deh Jak"ucap Alzi
-
"UDEH UDEH DARI PADA NIH RUMAH SEPI. MENDING KITA GOYANG AJA. GIMANA???"tawar Kennath
-
"BOLEH TUH! AMBIL SPEAKERNYA NETH GC! KITA GOYANG DISINI"ucap Zaki yang langsung semangat
-
Kennath pun langsung berdiri dan mengambil speaker yang berada diatas nakas. Kemudian cowok itu menyalakan sebuah lagu dangdut dengan volume yang keras.
-
"YOK SEMUA BERDIRI! KITA GOYANG BARENG BARENG!"ajak Kennath yang membuat yang lainnya ikut berdiri kecuali Rafi dan Putra
-
"Siap siap rumah lo roboh abis ini Put"ucap Rafi
-
"Semoga aja enggak"ucap Putra sambil melihat kelima temannya itu asik bernyanyi sambil goyang
-
Rafi dan Nayya saat ini sedang menyusuri jalan dengan berjalan kaki. Keduanya hendak membeli makanan di pinggir jalan. Walaupun mereka masih mampu membeli makan di restoran dengan uang saku masing masing, tapi menurut mereka makanan dipinngir jalan tetaplah yang paling mantap. Selain suasana malam yang mendukung, mereka juga bisa menghemat uang.
-
"Mang, kayak biasa ya. Tapi kali ini dua porsi ya"ucap Rafi yang dibalas anggukan oleh Mamang penjual makanan dipinggir jalan itu
-
Rafi memang sudah sering makan disana sendirian. Jadi Rafi tidak perlu menyebutkan menu makanannya lagi karena si Mamang penjual makanan itu sudah tau menu favoritnya.
-
"Mesen apa?"tanya Nayya
-
"Kayak biasa"ucap Rafi yang dibalas anggukan oleh Nayya
-
Sambil menunggu pesanan, keduanya duduk dikursi sambil memainkan ponsel masing masing.
-
"Lo suka makan disini juga? Gue kira selera lo makanan yang ada direstoran"
-
"Iya. Lebih enak makan disini daripada di resto. Selain hemat suasananya lebih mendukung juga kan?"
-
Mendengar percakapan kedua orang yang tak jauh darinya membuat Nayya terdiam. Ia seperti tak asing dengan suara cewek dan cowok yang sedang berbicara itu.
-
"Ini den pesanannya"
-
Suara itu membuat Rafi maupun Nayya mengalihkan pandangannya dari ponsel menuju si Mamang penjual makanan itu.
-
"Makasih Mang"ucap Rafi
-
"Sama sama den. Ini teh pacarnya aden ya? Gelis pisan! Cocok lagi. Ada mirip miripnya"
-
Rafi seketika tertawa, lalu melirik Nayya
"Bukan pacar saya Mang. Tapi kembaran saya"
-
"Owalah kembarannya aden toh. Pantes agak mirip"ucap Mamang itu yang dibalas senyuman oleh Rafi. Lalu Mamang itu pergi untuk membuat pesanan yang lainnya
-
Rafi meletakkan ponselnya. Lalu cowok itu mengedarkan pandangannya ke sekitar. Dan tak sengaja matanya melihat dua orang yang sangat ia kenal.
-
'Putra sama pacar gue? Ngapain?'
-
"Fi! Ngeliat apaan sih?"ucap Nayya, baru saja ia ingin menengok kearah apa yang Rafi lihat tapi tangan Rafi terlebih dahulu menutupi pandangannya