
The Bad Twins
—
Suara bel pulang sudah menggema seantero sekolah sejak lima menit lalu. Semua murid yang ada dikelas pun sudah berhamburan keluar. Kecuali keempat cowok berjaket hitam dengan bordiran bertuliskan Razet di punggung mereka.
-
Putra kini tengah sibuk mengobrak abrik isi tas miliknya. Entah apa yang cowok itu cari.
-
"Cepetan kek Put. Gue pengen buru buru ke warkop nih"cibir Kennath
-
"Sabar dikit"ucap Putra
-
"Lo nyari apaan sih Put?"kini giliran Zaki yang berkomentar. Pasalnya cacing cacing diperutnya sudah rindu dengan gorengan yang ada di warkop
-
"Nah ketemu!"ucap Putra sambil tersenyum ketika mendapatkan satu kotak kecil berwarna biru tua. Cowok itu langsung memasukkannya kedalam saku jaketnya
-
"Apaan tuh?"tanya Zaki yang kepo
-
"Mau tau aja lo! Udah ah ayok cabut ke warkop"ucap Diat
-
"Gue gabisa ke warkop. Lo pada duluan aja, nanti gue nyusul"ucap Putra
-
"TERUS NGAPAIN GUE DARI TADI NUNGGUIN LO *******?!"sewot Kennath
-
"Gue gak nyuruh kan?"ucap Putra, yang membuat Kennath mendengus kesal
-
"Emang lo mau kemana Put?"tanya Zaki
-
"Satu langkah membahagiakan adik sahabat kita"ucap Putra
-
"Gue duluan". Cowok itu menepuk bahu Diat lalu pergi dari kelas
-
"Putra mau nembak Nayya?"tanya Diat
.
.
Cowok dengan seragam putih abu abu itu duduk di sofa. Ia melepas sepatu beserta kaos kakinya. Seketika ide jail terlintas dalam otaknya.
-
Rafi melirik kearah Nayya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, lalu cowok itu melempar kaos kakinya kearah Nayya.
-
"RAFIII JOROKK!!"ucap Nayya, lalu membuang kaos kaki Rafi ke sembarangan arah
-
Rafi terkekeh geli
"Makanya jangan hape terus. Kerasa setan gue. Alias gak dianggep"
-
"Nyadar kalo setan!"
-
"Kalo gue setan lo juga setan dong? Kan kita twins"
-
"Lo aja. Gausah ngajak ngajak gue jadi setan"ucap Nayya, lalu cewek itu beranjak pergi untuk ke kamarnya
-
"EH NAY JANGAN LUPA NANTI TURUN KEBAWAH LAGI! MASAKIN MAKANAN BUAT GUE"teriak Rafi
-
"MAKAN AJA TUH KAOS KAKI! KALO PERLU PAKE NASI BIAR KENYANG!"
-
"Yah ngambek. Auto puasa deh gue sampe nanti malem"
-
Jam kini menunjukkan pukul 8 malam.
-
Nayya kini sedang berkutat pada laptopnya. Cewek itu sedang mengerjakan tugasnya, ya walaupun besok libur dan waktu pengumpulan tugas itu masih satu bulan lagi.
-
Suara dering telfon membuat Nayya menghentikan aktifitasnya. Ia menoleh kearah nakas, lalu mengambil ponselnya.
-
Nayya mengerutkan keningnya saat melihat nomor Putra tertera di layar ponselnya. Dengan segera ia mengangkat panggilan itu dan menaruh ponselnya di daun telinga.
-
Nayya : Kenapa?
Putra : Turun. Gue di depan rumah
Nayya : Ngapain?
Putra : Mau nyulik lo!
Nayya : Gue gajadi turun
Putra : Bercanda beb. Cepet turun. Capek gue nungguinnya
Nayya : Masuk kerumah
Putra : Gak ah. Diluar aja. Cepetan ya turunnya. Jangan lama lama. Lumutan gue yang ada
Nayya : Mau ke—
-
Belum sempat Nayya menyelesaikan ucapannya, Putra sudah menutup panggilan terlebih dahulu.
-
"Kebiasaan"cibir Nayya, cewek itu lalu menaruh ponselnya di saku celananya. Kemudian ia berjalan ke arah lemari dan mengambil jaket jeansnya
.
.
"Mau kemana lo?"tanya Rafi saat melihat Nayya turun dari tangga
-
"Pergi sama Putra"jawab Nayya
-
"Ninggalin gue sendiri dengan keadaan kelaperan kayak gini? Gak kasian lo sama gue?"
-
"Pulang gue bawa makan"
-
"Yaudah gih sana pergi. Pulangnya cepetan. Gue udah laper"ucap Rafi yang membuat Nayya memutar kedua bola matanya malas. Tadi aja ditahan sekarang diusir
-
"Gue pergi"pamit Nayya
-
"Hati hati"ucap Rafi yang dibalas anggukan oleh Nayya. Lalu cewek itu keluar dari rumah.
-
-
Nayya menghampiri Putra, lalu berdeham kecil.
-
"Eh? Udah?"tanya Putra yang dibalas anggukan oleh Nayya
-
"Mau kemana?"tanya Nayya
-
"Ketempat yang akan menjadi kebahagian kita malam ini"
-
Putra mengajak Nayya ke tempat yang sangat ramai dengan para anak muda seusia mereka. Tempat itu adalah tempat dimana acara pesta kembang api akan dilakukan. Keduanya mengambil tempat yang berada di tengah tengah.
-
"Acara apa?"tanya Nayya
-
"Pesta kembang api"jawab Putra
-
"Kapan dimulai?"tanya Nayya sambil melihat kearah atas. Dimana langit dihiasi oleh banyak bintang
-
"Sebentar lagi"jawab Putra yang dibalas anggukan oleh Nayya
-
Putra berdeham, membuat Nayya menoleh kearahnya. Pandangan mereka pun bertemu.
-
"Sebelumnya gue minta maaf Nay. Gue minta maaf karena selama ini gue udah ngegantung perasaan lo"ucap Putra
-
"Gak usah minta maaf. Kita juga udah buat kesepakatan bukan? Selama lo belum siap kita gak akan menjalin hubungan selain sahabatan"ucap Nayya
-
"Sekali lagi maaf Nay. Gue tau gimana rasanya jadi lo, karena gue udah pernah ngerasain. Tapi dengan begonya gue ngelakuin itu sama lo, padahal gue udah tau rasanya digantung itu kayak gimana"ucap Putra
-
Putra meraih tangan Nayya, lalu digenggamnya erat.
-
"Malam ini adalah malam dimana seorang Rajadin Putra Bachtera menepati janjinya. Malam dimana seorang Rajadin kembali membuat lembaran baru tentang hubungannya dan di malam ini juga, langit malam beserta bulan dan bintang bintang yang menghiasinya menjadi saksi seorang Rajadin Putra Bachtera kembali menjadi seorang cowok bucin"ucapnya sambil terkekeh kecil
-
Putra mengambil nafasnya dalam dalam
"So, will you be my girlfriend?"
-
"I will"ucap Nayya. Setelah mengucapkan itu Nayya menubruk tubuh Putra, lalu memeluk cowok itu erat erat
-
"You're mine"ucap Putra sambil mengecup kening Nayya
-
SYUUUUUTTTT—DUAARRR
-
Pesta kembang api dimulai bersamaan dengan jawaban Nayya. Seolah olah berkerja sama dengan perasaan Nayya saat ini.
-
Epilog
—
Beberapa bulan kemudian.....
-
"Dengan bangga dan bahagia. Saya beridiri disini ingin menyatakan bahwa SMA GARUDA LULUS SERATUS PERSEN! DENGAN NILAI YANG SANGAT MEMUASKAN DARI TAHUN LALU"
-
Riuh tepuk tangan dan sorakan dari para murid kelas dua belas SMA Garuda pun menggema di seantero sekolah.
-
"Untuk ananda Alendra Nayyara Davidson. Saya ucapkan selamat, karena menjadi lulusan terbaik yang memiliki nilai ujian nasional tertinggi tahun ini"
-
Riuh tepuk tangan kembali menggema. Ucapan selamat bertubi tubi pun diucapkan untuk Nayya.
-
"Selamat sayang. Gue bangga banget sama lo"ucap Rafi sambil memeluk kembarannya itu
-
Nayya melepaskan pelukannya
"Makasih, ini berkat dukungan dan semangat dari lo juga"
-
"Sudah seharusnya bukan?"tanya Rafi yang dibalas senyuman oleh Nayya
-
"Ikut gue yuk?"ajak Rafi
-
"Kemana? Kan yang lain belum dateng kesini"tanya Nayya
-
"Sebentar doang kok. Yuk!"ucap Rafi, lalu menarik tangan Nayya
.
.
Saat ini Rafi dan kembarannya itu berdiri di depan loker miliknya.
-
"Ngapain kesini?"tanya Nayya
-
"Gue mau ngasih kenangan tentang kita berdua di SMA Garuda"jawab Rafi, lalu ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan spidol yang sedari tadi ia bawa kemana mana. Cowok itu langsung menuliskan sesuatu di loker miliknya.
-
The Bad Twins
*Rafi dan Nayya
Terimakasih masa putih abu-abu!
Terimakasih atas pengalaman dan cerita yang pernah terjalin rapih dalam kehidupan gue dan kembaran gue disini.
Dan terimakasih karena selama ini telah mengajarkan kami berdua apa arti persaudaraan, persahabatan dan cinta yang sebenarnya.
Sekolah ini, beserta isinya akan selalu kami ingat sampai nanti. PASTI!
Sekali lagi terimakasih.
SMA GARUDA, 2019
-
THE END*!
—
Sengaja sih nambah epilog. Biar sesuai dengan judul. Kan jadi aneh gitu ya kalo ga sesuai
-
Kasih lagi dong kritik dan rate kalian tentang The Bad Twins ini. KRITIK KALIAN BERGUNA UNTUK NEXT STORY AKU! Biar di cerita selanjutnya aku bisa lebih baik lagi menghibur kalian🤗