The Bad Twins

The Bad Twins
The bad twins 2-37



The bad twins season 2


___


Pintu kamar Devan terbuka. Menampilkan sosok gadis yang masuk dengan satu kotak ditangannya.


.


Nayya berjalan mendekat kearah Devan. Duduk disampingnya—ditepi ranjang.


.


Nayya menanangkup wajah Devan dengan satu tangannya, menariknya agar menoleh kearahnya.


.


Nayya menghela nafas. Ia membuka kotak P3K itu dan mulai mengobati Devan. Terjadi keheningan diantara mereka.


.


Meskipun Devan terdiam, lelaki itu terus memandangi Nayya.


.


"Lain kali jangan berantem."ucap Nayya setelah selesai mengobati Devan.


.


"Bukannya gue bela Rafi. Gue gak bela siapa pun. Kalian berdua itu sama-sama Abang gue."ucap Nayya.


.


"Maaf."ucap Devan.


.


Nayya mengangguk.


.


"Mau cerita gak?"tanya Nayya.


.


"Cerita apa?"tanya Devan.


.


"Tadi."ucap Nayya.


.


"Gapapa."ucap Devan.


.


"Gue gak **** ya Bang. Pasti ada apa-apa."ucap Nayya.


.


Devan terkekeh. "Tumben."


.


Nayya mengerutkan keningnya.


.


"Tumben lo bawel."kekeh Devan.


.


"Gausah ngalihin pembicaraan."ucap Nayya.


.


"Tapi jangan marah."pinta Devan.


.


"I can't promise."ucap Nayya.


.


Devan menghela nafas, cowok itu kemudian mengambil ponselnya diatas nakas. Membukanya lalu memperlihatkan sebuah foto pada Nayya.


.


"What do you think about this?"tanya Devan.


.


Nayya menatap layar ponsel Devan lekat. Menatapnya baik-baik.


.


"Pacaran."ucap Nayya.


.


Devan mengangguk. "Bener, dia cewek gue."


.


Devan kemudian menggeser layar ponselnya. Memperlihatkan dua orang perempuan disana.


.


"Ini yang bikin Rafi marah. Pacar gue anak Tante sialan itu."ucap Devan.


.


Nayya terdiam. Ia cukup kaget. Wajar saja Rafi marah, cowok itu memiliki dendam kesumat oleh Lexa. Dan, sekarang? Anak wanita itu berpacaran dengan Abangnya.


.


Nayya menggelengkan kepalanya. Pikiran negatif mulai muncul diotaknya.


.


"Maaf. Gue tau lo pasti gak setuju. Apalagi ini berhubungan dengan masa lalu."ucap Devan.


.


"Tapi, sumpah Nay. Gue gak bisa lepasin dia. She is my first love. Gue harap lo ngerti, karena lo tau sendiri gue paling gak bisa ngebantah ucapan lo."ucap Devan.


.


Nayya menggelengkan kepalanya tak percaya.


.


"Bang—"


.


"Lo gila."


***


Gadis itu memasuki kamarnya yang bernuansa putih. Dia baru saja pulang dari kampusnya.


.


Dia tersenyum miring saat menatap layar ponselnya.


.


"Yash. You dad it, Nei!"


.


Neila berseru senang, karena baru saja Devan menceritakan apa yang terjadi pada diri lelaki itu.


.


Yang membuat dirinya sangat senang saat ini adalah Devan bercerita bahwa Dia bertengkar dengan adik lelakinya dan bahkan Dia memohon agar adik perempuannya tidak meminta Devan melepaskannya.


.


"Satu rencana sudah berhasil. Gue udah bener-bener bisa bikin Devan percaya dan nyaman sama gue."ucap Neila.


.


"Sekarang gue harus ngebuat Devan menjauh dari mereka begitu saja. Bahkan kalau bisa gue bakalan ngerubah sifat Devan."


.


"Apa pun caranya."


.


Neila kemudian berjalan ke mading. Dimana Ia memasang foto keluarga Davidson.


.


Neila memandang foto-foto itu dengan mata yang berkilat marah.


.


"Dasar keluarga sialan!"


.


"Kasian nyokap gue yang selalu terus-menerus sedih karena kelakuan kalian."


.


"Nyokap gue udah berusaha untuk merubah sikapnya, tapi apa yang lo semua lakuin? Ngehina nyokap gue."


.


Tangan Neila terkepal erat.


.


.



.


Nayya menuruni anak tangga rumahnya. Ia hendak menuju dapur. Gadis itu turun dengan hawa yang berbeda.


.


"Nayya!"suara itu membuat Nayya terhenti dan berbalik.


.


"Dia bukan Nayya..."gumam Rafi.


.


Rafi kemudian tersenyum. Ia mengusap puncak kepala Nayya.


.


"Setelah sekian lama, akhirnya lo muncul lagi. Apa kabar?"ucap Rafi.


.


"Baik."jawab Nayya.


.


"Gue mau tanya. Boleh?"


.


Nayya mengangguk.


.


"Alen, apa penyebab lo keluar kembali? Apa ada masalah?"


.


"Bukan urusan lo."dingin Nayya.


.


Rafi menghela nafas. "Sekarang Nayya dimana? Lagi apa?"


.


"Istirahat."


.


"Alen. Bisa kasih tau kenapa lo keluar? Gak ngasih tau masalahnya gak apa. Gue cuman minta tujuan lo."ucap Rafi.


.


"Menyingkirkan sesuatu."


.


Rafi terdiam. Jika sisi lain Nayya sudah muncul. Itu artinya sisi lain Nayya ingin melakukan sesuatu yang tidak-tidak.


.


Kalian masih ingat bukan? Bagaimana sisi lain Nayya memukuli habis-habisan Ketua Regal?


.


Itu yang Rafi takutkan. Sisi lain Nayya bisa semakin menjadi. Apalagi ini bukan atas kendali Nayya.


***


"Heh! Lo mau kemana?!"


.


Rafi berlari menyusul Nayya sebelum gadis itu benar-benar keluar dari dalam rumah.


.


Ini sudah pukul sebelas malam dan gadis itu ingin keluar. Gila.


.


Rafi meraih tangan Nayya membuat sang empu tangan berbalik sempurna menghadap dirinya.


.


Nayya menepis tangan Rafi kasar dan menatap lelaki itu tajam.


.


"Apa?!"sentak Nayya.


.


"Ngapain keluar jam segini? Mau kemana?"


.


"Ini udah malam, jangan macem-macem, Len."lanjut Rafi.


.


Nayya mendesis. "Bukan urusan lo."


.


"Lo pikir gue bakal diem aja ngeliat lo keluar jam segini? Dengan keadaan kayak gini? Gila aja gue."


.


"Lo itu lagi dikuasai amarah Len. Gue gak mau lo kenapa-kenapa. Apalagi sampe ngelakuin hal gila."


.


"Gak usah ngatur."


.


Rafi memegang kedua bahu Nayya dan menatap gadis itu dalam. "Itu hak gue Len! Gue berhak ngatur lo, lo adik gue!"


.


"Lagian lo mau kemana? Ngapain pakai baju kayak gini? Mau ngapain?!"


.


"Jawab Len, jangan diem aja!"


.


"Gue udah bilang lo gak berhak ngatur gue. Gue bukan Nayya yang bisa lo atur."ucap Nayya dengan penuh penekanan.


.


"Gue juga udah bilang gue berhak ngatur lo! Lo adik gue!"


.


"Berisik."Nayya mendorong tubuh Rafi hingga lelaki itu mundur beberapa langkah.


.


Dengan gerakan cepat gadis itu keluar dari rumahnya. Menuju mobilnya yang terparkir dihalaman, kemudian segera melajukannya.


.


"****!"Rafi mengacak rambutnya saat melihat mobil Nayya telah melesat pergi.


.


"Sial. Gue kelepasan."decak Rafi.


.


Lelaki itu dengan segera kembali masuk kedalam rumahnya. Mengambil jaket serta kunci motornya yang berada dikamar.


.


"Loh Rafi, mau kemana?"


.


Suara gadis itu membuat Rafi yang sedang menuruni anak tangga berhenti dan menoleh.


.


"Nyusul Nayya. Tolong bangunin Bang Andra sama Bang Devan ya Je. Bilang suruh nyusul aku. Nanti aku share lokasinya."ucap Rafi.


.


"Loh emang Nayya kemana?"tanya Ajeng.


.


"Nanti aku jelasin. Aku buru-buru. Pesan aku yang tadi jangan lupa."Rafi segera menuruni anak tangga dan cepat-cepat menyusul Nayya sebelum Ia kehilangan jejak.


.


Bisa-bisa sisi lain Nayya melakukan hal yang melewati batas wajar jika Ia telat sedikit saja.




Kira-kira kalian bisa nebak gak hayo?