The Bad Twins

The Bad Twins
The bad twins 2-39



The bad twins season 2


__


"Ini kenapa sisi lain Nayya bisa muncul?"Andra bertanya sambil menatap Nayya yang masih terbaring diatas ranjang.


.


"Gue gak tau Bang."ucap Rafi.


.


"Gak mungkin kalau gak ada penyebabnya. Pasti ada salah satu alasan yang bikin Alen muncul. Cuman ada dua alasan, kalau gak karena Nayya sakit hati, ya karena ada yang ngusik Nayya."ucap Andra.


.


"Opsi kedua gak mungkin, Bang. Jeje tau sendiri giman kegiatan Nayya dikampus."sahut Ajeng.


.


"Opsi pertama."gumamRafi.


.


Rafi berjalan menuju Devan yang duduk terdiam disofa.


.


Rafi menarik kerah baju Devan hingga lelaki itu berdiri ditempatnya. "Apa yang lo bilang sama Nayya hah?"


.


"Sorry."ucap Devan.


.


"Sial."Satu pukul kini mendarat tepat dipipi Devan.


.


Andra menarik Rafi kebelakang. "Keluar lo. Tenangin diri dulu sana. Baru kesini."


.


"Je. Bawa Rafi keluar."suruh Andra.


.


"I—iya Bang."Ajeng menghampiri Rafi, Ia merangkul lengan Rafi dan membawanya keluar dari kamar Nayya.


.


Andra menghela nafas, lelaki itu lalu duduk disamping Devan yang sudah duduk kembali ditempatnya.


.


Andra menepuk bahu Devan. "Kenapa?"


.


"Gue salah ya Bang?"tanya Devan.


.


"Tergantung. Emang lo ngomong apa sama Nayya?"tanya Andra.


.


"Rafi kayaknya tau sesuatu dan dia marah banget sama lo."ucap Andra.


.


"Lo kalau tau ini juga pasti bakal marah Bang."ucap Devan.


.


"Gue gak gampang marah."


.


"Kecuali menyangkut Nayya dan keluarga, iya kan?"ucap Devan.


.


"Lo tau jawabannya."


.


"Gue pacaran Bang."ucap Devan.


.


"Ya bagus lah, Van. Lo ada perkembangan."


.


"Pacar gue anak Tante Lexa, Bang."ucap Devan cepat.


.


Andra terdiam. Raut wajahnya langsung berubah.


.


Sedetik kemudian Andra terkekeh. "Gak lucu lawakan lo."


.


"Gue serius Bang."ucap Devan.


.


.


"Itu alasannya kenapa Rafi marah sama gue. Dan, gue juga yakin. Alasan sisi lain Nayya muncul karena gue tadi ngasih tau Nayya."ucap Devan.


.


"Sorry Bang, tapi gue gak bisa ngelepasin cewek gue."ucap Devan.


.


"Setelah ini terserah. Lo mau pukulin gue atau ngasih hukuman lebih. Terserah. Tapi, untuk ninggalin cewek gue, gue gak bisa."ucap Devan.


.


Tangan Andra terkepal. Lelaki itu berusaha menahan emosinya.


.


"Setelah ini terserah. Lo mau pukulin gue atau ngasih hukuman lebih. Terserah. Tapi, untuk ninggalin cewek gue, gue gak bisa."ucap Devan.


.


Tangan Andra terkepal. Lelaki itu berusaha menahan emosinya.


.


Andra beranjak dari duduknya. Andra lalu menarik Devan hingga membuat lelaki itu berdiri dan mengikuti langkahnya menuju kasur Nayya.


.


"Lo liat Van! Liat! Liat keadaan adik lo sekarang."ucap Andra.


.


"Adik lo kayak gini karena sisi lainnya muncul dan punya rasa dendam tersendiri sama mereka."ucap Andra.


.


"Emangnya lo mau Van, ngeliat adik lo terus-menerus kayak gini? Sisi lainnya muncul dan Nayya harus dibius dulu biar tenang. Supaya kembali seperti semula. Mau lo?"ucap Andra.


.


Devan menggeleng. "Nayya orang paling penting bagi gue. Dia pengganti Bunda."


.


"Itu otak lo berfungsi. Kenapa milih antara keluarga sama pacar lo gak bisa? Otak lo ilang mendadak?"ucap Andra.


.


"Pertama kali gue denger dia anak Tante Lexa aja perasaan gue gak enak Van. Gimana nanti kedepannya?"ucap Andra.


.


"Neila gak kayak gitu."


.


"Persetan dengan cinta. Bahkan lo gak tau Van, apa isi hati dan tujuan dia yang sebenarnya."ucap Andra.


.


"Kalau dia berniat buruk sama kita gimana? Bisa jadi dia mau balas dendam Van, karena gak terima perlakuan kita."ucap Andra.


.


"Gue udah kenal Neila gimana, Bang. Dia gak kayak gitu."


.


"Cih. Pokoknya gue gak mau tau. Tinggalin pacar lo. Seenggaknya buat Nayya. Buat adik yang paling kita sayang."ucap Andra.


.


"Gue gak bisa Bang."ucap Devan.


.


"Sialan juga lo Van."tangan Andra yang sudah terkepal erat sejak tadi itu melayang bebas diwajah Devan. Membuat Devan mundur beberapa langkah dan bibirnya sobek.


.


"Abang..."


.


Mendengar suara itu, Andra menoleh. Ia mengurungkan niatnya untuk kembali memukuli Devan.


.


Andra menarik kerah baju Devan. "Gue sebenernya pengen banget nonjokin lo, Van. Biar lo sadar. Cuman karena Nayya udah siuman gue lupain semuanya sementara."bisiknya.


.


"Urusan kita soal ini belum selesai."


.


Andra mendorong Devan. Lelaki itu lalu menghampiri Nayya yang masih terbaring.


.


"Sorry Bang, tapi gue bener-bener gak bisa."


***


Mau ngomong apa sama Devan?