
The Bad Twins
—
Ponsel Putra bergetar. Ia mengambil ponselnya yang berada di saku celananya itu. -
Putra mengerutkan keningnya saat melihat notifikasi chat dari seseorang yang ber username Husein.
-
Husein : Gue mau nantang geng lo di belakang sekolah pas pulsek. Gak dateng berarti geng lo cemen! Bawa anak anak buah lo juga nanti
Husein : Eh tapi gue denger² geng lo udah bubar. Yahh, kalah dong elo👎🏻
-
"*******!"umpat Putra
-
"Lah elo ngapa? Tiba tiba nge toxic"ucap Zaki
-
Putra menyerahkan ponselnya, dan membuat keempat cowok itu mendekat ke ponsel Putra.
-
"Tuh bocah demen amat nyari masalah. Pake ngatain Razet cemen lagi"ucap Diat
-
"TERIMA PUT! TERIMA! GUE GAK TERIMA RAZET DIKATAIN CEMEN!"ucap Kennath
-
"Lo mau nanggung kalo anak anak Razet dikeluarin semua sama kepsek?"tanya Rafi
-
"Kagak sih"ucap Kennath
-
"Kumpulin anak anak pas jam istirahat"perintah Putra
-
"Buat?"tanya Diat
-
"Nyerang Regal"ucap Putra
-
"Lo yakin mau bikin Razet balik lagi?"tanya Rafi
-
Putra mengangguk pasti
"Gue yang bakal tanggung jawab"
-
"WIHH MANTAP! RAZET KAMBEK COY!!"ucap Kennath heboh
.
.
"GAISSS ADA BERITA HOT NEWS NIHH!!"ucap Diva yang berjalan menghampiri ketiga temannya
-
"Apasih *****! Toa lo kecilin dikit kek, untung nih kelas udah sepi gara gara udah pada ke kantin semua. Coba kalo gak, gue jamin bakalan pada budek"ucap Ajeng
-
"Astagaa je, emang toa gue segede apa sih?"ucap Diva
-
"Segede badan lo!"jawab Ajeng asal
-
Diva pun mengerucutkan bibirnya
-
"Udah udah gak usah pake drama segala. Jadi apa berita barunya?"tanya Salma
-
"ANGGOTA RAZET KAMBEK COY! TADI GUE LIAT GEROMBOLAN ANAK RAZET JALAN KE RUANG KEPSEK SAMBIL MAKE JAKET KEBANGGAAN MEREKA"ucap Diva heboh
-
Nayya yang sedari tadi fokus pada ponselnya pun kini menatap Diva
-
"Razet? Siapa?"tanya Nayya bingung
-
"Geng sodara lo Nay"jawab Diva
-
Nayya berjalan kearah gerbang sekolah sendirian. Sudah tidak ada murid sama sekali disana. Karena bel sudah berbunyi sedari tadi dan Nayya harus menyelesaikan catatannya terlebih dahulu sebelum pulang kerumah.
-
Sedangkan ketiga temannya sudah meninggalkan ia sejak bel pulang sekolah berbunyi.
-
Sesampainya di gerbang ia melihat ada segerombolan pria yang berjalan menghampirinya.
-
"Hai cantik. Sendirian aja? Ikut Abang yuk?"
-
"Ga"tolak Nayya dingin
-
"Ayok neng ikut kita. Biar nambah seru"
-
"Mending lo semua pergi!"
-
"Berani juga lo. Lo belom tau siapa gue?"
-
"Gue gak mau tau dan gue gak perlu tau lo siapa!"
-
Salah satu pria ada yang berjan mendekati Nayya
"Gue Husein, ketua Geng Regal. Dan empat orang dibelakang gue adalah anggota inti dari Regal namanya Abip, Lutfi, Arya dan Hendri. Kita anak SMA Galaxy"
-
"Gue gak nanya! Oh iya, nama geng lo gak ada yang lain apa? Bagusan dikit ke setidaknya. Nama geng lo kayak nama roti lima ribuan yang ada dikantin gue tau gak"ucap Nayya
-
"*******! Berani lo ngatain geng gue?!"ucap Abip
-
"Bangsatan mana sama lo yang beraninya sama cewek?"
-
"Udah bos jadi tawanan aja. Udah gregetan gue buat nyiksa nih cewek dihadapan anak Razet"ucap Hendri
-
"Boleh juga"ucap Husein sambil tersenyum miring
-
"Sepertinya lo harus kita siksa dulu sebentar"ucap Husein
-
"Gue rasa bukan gue yang bakal lo siksa. Tapi gue yang bakal siksa lo!"
-
"Oh ya? Kita lihat nanti"ucap Husein, lalu menarik pergelangan tangan Nayya kasar
-
'Lo belum tau gimana kejamnya orang yang lo tarik sekarang Husein'
-
"Nih bocah jadi gak sih? Kita udah lama nunggu disini tapi gak muncul juga tuh bocah"ucap Diat
-
"Samperin aja dah yok! Bikin gue kesel aja ******!"ucap Kennath
-
"Gausah disamperin,tuh udah dateng"ucap Putra ketika melihat segerombolan para lelaki mengendarai motor mereka kearah lapangan yang berada dibelakang sekolah
-
"BERANGKAT!!"komando Kennath pada 50 anak Razet
-
Mereka semua naik ke atas motor masing² dan langsung menjalankan motornya menuju arah lapangan bersama sama.
-
Ketika sudah sampai disana. Rafi mengepalkan kedua tangannya kuat saat melihat kembarnya ditawan oleh Geng Regal. Bukan hanya Rafi, semua anggota Razet pun mengucapkan sumpah serapah akan menghabiskan seluruh anggota Regal saat ini juga.
-
Putra langsung turun dari atas motor dan disusul oleh yang lainnya. Ia berdiri paling depan, memimpin puluhan orang itu. Dihadapannya kini sudah berdiri Husein dengan tangannya yang terus mencengkeram tangan Nayya kuat.
-
"Jangan bawa bawa cewek gue! Lo bawa dia sama aja nunjukin kalau lo banci!"tegas Putra -
'Sejak kapan lo nembak gue Put?'
-
"Lepasin dia!"ucap Rafi dengan tajamnya
-
"Gue bakal lepasin dia. Kecuali kalian ngaku kalah"ucap Husein
-
"Najis curang! Mati aja lo sana"ucap Nayya dingin
-
"Diem lo!"bentak Husein
-
"Razet gak bakal ngaku kalah sebelum perang"ucap Zaki
-
"Oke, waktunya lo semua ngeliat gimana cara gue nyiksa dia"ucap Husein
-
"BERANI LO SENTUH DIA ABIS LO SEKARANG JUGA!"ucap Rafi yang emosinya sudah meluap
-
Husein mendorong Nayya hingga terbentur tiang yang berada di lapangan itu.
-
"******* JANGAN KASARIN DIA!"ucap seluruh anggota Razet
-
Nayya menutup matanya sejenak. Kemudian ia membuka matanya. Kini matanya yang coklat berubah menjadi abu abu. -
Nayya menatap Husein tajam. Tatapannya kini seperti tatapan seorang yang sudah siap membunuh mangsanya.
-
-
Husein seketika bergidik merinding
-
Tanpa aba aba Nayya langsung mendaratkan pukulannya ke rahang Husein. Semua yang disana hanya bisa ternganga melihat gadis itu meninju Husein. Dengan satu pukulan saja Husein bisa tersungkur. Bagaimana jika Nayya menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi? Mungkin tewas ditempat -
"ITU BUAT LO YANG UDAH KASAR SAMA GUE BANCI!"ucap Nayya dingin
-
Nayya mendekat kearah Husein. Baru saja ia ingin menginjak perut cowok itu. Tapi semuanya dihalangi oleh Rafi
-
"Jangan Len, please kendaliin emosi lo"ucap Rafi
-
"Gue gak terima dia dengan seenaknya kasar sama gue!"dingin Nayya
-
"Biar gue yang urus dia. Sekarang lo ke warkop. Yat, bawa Nayya ke warkop sekarang. Jangan biarin dia pulang sendirian"perintah Rafi
-
Diat mengangguk. Cowok itu akhirnya menarik pergelangan tangan Nayya untuk naik ke motornya. Diat pun menjalankan motornya untuk pergi dari sana.
-
Rafi berbalik dan menatap tajam Husein.
-
Tanpa aba aba Rafi langsung mendaratkan pukulannya, dengan membabi buta ia menghajar Husein. Ia tidak rela adik kesayangannya dikasari seperti tadi.
-
Melihat Rafi menghajar Husein habis habisan. Putra tak tinggal diam, ia langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang pasukan Regal.
.
.
"Gue pengen balik sekarang"dingin Nayya
-
"Gue gak mau dihajar sama Rafi gara gara ngebiarin lo pulang gitu aja"ucap Diat
-
"Gue cape, pengen istirahat"
-
"Jangan keras kepala!"
-
"Ishhh"desis Nayya pelan
-
Suara deru motor membuat keduanya menoleh. Putra beserta seluruh anggota Razet kembali dengan keadaan selamat, ya walaupun beberapa dari mereka harus ada yang babak belur.
-
"Gimana? Siapa yang menang?"tanya Diat
-
"Seperti biasa, kita menang"jawab Putra
-
"RAZET MAH SELALU MANTAPSS"sahut Kennath
-
Nayya berjalan menghampiri Rafi, yang wajahnya sedikit lebam itu.
-
"Kita pulang"ucap Nayya dingin
-
Rafi mengangguk, lalu ia pamit pada teman temannya
-
"Gue duluan. Kalo ada apa apa kabarin aja"pamit Rafi, lalu berjalan kearah motornya dengan Nayya yang mengikutinya dari belakang
-
"Siap"ucap anak Razet serempak
-
Keduanya naik keatas motor. Rafi pun menyalakan motornya dan pergi meninggalkan belakang sekolah.
-
"Udah jauh ceweknya jangan diliatin terus"ucap Kennath yang melirik Putra -
"Apaan sih gue gak ngeliatin!"elak Putra
-
"Kok lo bisa tau kalo gue nyindir lo?"tanya Kennath. Skak mat. Putra diam.
-
"Kerasa dia net"sahut Diat -
"Makanya kalo suka cepet dipastiin"ucap Zaki
-
"Keduluan orang mampus lo!"lanjut Diat
-
"Gue gak suka sama Nayya"ucap Putra
-
"Yakin nih? Hati hati loh Put si Nayya diambil orang duluan. Kalo sampe dia diambil duluan sama orang gue gak mau nanggung kalau lo galau berhari hari gara gara Nayya"ucap Zaki
-
"Gue masih nunggu Dia Jak"ucap Putra
-
"Jangan terlalu larut dalam penyesalan di masa lalu. Gue tau lo salah. Tapi setidaknya mencoba lah untuk melihat masa depan lo. Karena kehidupan lo bukan cuma tentang masa lalu"ucap Diat
-
"Gue tau kenangan lo sama dia gak bakal bisa dilupain dengan mudah. Dan kesalahan lo juga gak bisa lo lupain gitu aja. Tapi cobalah untuk mencoba melangkah kedepan"sambung Diat. #DIATLEMOTJADIBIJAK
-
"ANJAYY DIAT BIJAK 2K19!"ucap Kennath
-
"Berisik ******!"ketus Zaki
-
"Sebenernya ada yang aneh sama perasaan gue"ucap Putra
-
"Apa?"tanya Kennath
-
"Setiap kali ketemu Nayya gue ngerasa gak mau jauh jauh dari dia. Gue ngerasa nyaman di deket dia. Gue kembali ngerasain hal yang sama kayak dulu. Saat gue deket sama chilla"ucap Putra
-
"ITU NAMANYA LO UDAH SUKA SAMA DIA ******!!!"ucap semua anggota Razet serempak
-
Mereka jadi gemas sendiri melihat ketuanya yang **** mendadak gara gara cinta.
-
Jam menunjukkan pukul 7 malam saat ini.
-
Rafi memasuki kamar Nayya. Karena setelah selesai mengobati luka memarnya gadis itu tidak kunjung keluar dari kamar.
-
Rafi melangkahkan kakinya mendekat kearah kembarannya yang sedang duduk di balkon kamarnya. Ia kemudian duduk disebelahnya.
-
"Are you okay?"tanya Rafi
-
"I'll be okay"jawab Nayya
-
Nayya tersenyum simpul pada Rafi. Mencoba menunjukkan bahwa semuanya sedang baik baik saja. -
"Lain kali kontrol emosi lo. Jangan sampai kepribadian lo yang lain nguasain diri lo dan ngebuat lo lupa akan semua hal. Gue cuman gak mau lo kena masalah. Cukup gue aja. Lo jangan"
-
"Gue udah bisa ngendaliin Fi. Gue emang sengaja ngeluarin kepribadian gue di depan Husein. Lagian Geng nya belagu banget. Udah nama Gengnya kayak roti yang ada dikantin"ucap Nayya sambil terkekeh
-
"Iya sih *****, namanya gak ada bagus bagusnya. Mending Razet kemana mana, ye gak?"ucap Rafi
-
"Iyain biar fast"
-
Setelah itu hening. Keduanya tidak ada yang bersuara sama sekali. Sibuk dengan pikiran masing masing.
-
Hingga tiba tiba,
-
"Rafi, Ayya turun! Kita makan malam!"teriak Devan
-
"Iya Bang bentar!"teriak keduanya
-
Keduanya pun langsung bergegas turun kebawah untuk pergi ke meja makan.
-
Nayya berdecak kesal ketika melihat siapa yang duduk disamping Ayahnya.
-
"Ayok makan!"perintah Ayahnya
-
Nayya mendengus sebal
-
Kemudia ia pun duduk disamping Lexa dengan terpaksa. Sedangkan ketiga Abangnya duduk disebrangnya. Dan Arka duduk dikursi sebelah kiri Lexa. -
Mereka pun memulai makan malam itu. Satu hal yang harus kalian tau. Mereka duduk disana dengan keadaan terpaksa. -
Setelah beberapa menit. Akhirnya mereka selesai makan. Arka berdeham dan itu membuat keempat anaknya tidak jadi meninggalkan meja makan.
-
"Ayah akan melamar Lexa bulan depan"ucap Arka
-
Keempatnya pun terdiam ditempatnya masing masing. Tidak ada satu pun yang membalas ucapan Arka.
-
Hallo semua,ada yang kangen ga sama cerita ini?Sorry telat up hehe.sebagai gantinya miss je Double up,setuju kaga?