
The Bad Twins
—
Nayya memasuki kamarnya,lalu gadis itu menghempaskan tubuhnya dikasur kesayangannya itu.
-
Tiba tiba saja bayangan sosok pria bertubuh jangkung yang ia lihat tadi pagi berputar diotaknya.
-
"Siapa sih dia?"
-
Nayya mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk ditepi kasur. Ia mengacak rambutnya frustasi. Sungguh bayangan pria itu masih berputar putar diotaknya.
-
Nayya beranjak dari kasurnya,lalu berjalan menuju kamar mandi. Mungkin berendam di bathtub cukup menghilangkan rasa penasarannya dengan pria itu. Walaupun sekarang sudah malam Nayya tidak memperdulikan itu yang penting ia bisa terbebas dari rasa penasaran dalam dirinya.
.
.
Rafi sedang terduduk di balkon kamarnya sambil memegang gitar kesayangannya. Baru saja ia ingin memetik senar gitar itu.
-
Tiba tiba polselnya berdering
-
Rafi : Halo?
👩🏻 : Ke rooftop apart gw sekarang!
Rafi : Ngapain?
👩🏻 : Kita perlu bicara
Rafi : Tinggal ditelefon .
👩🏻 : KESINI CEPETAN!!! GAK PAKE LAMA!
Rafi : Udah malem
👩🏻 : Alasan! Gw tau lo males kesini!
Rafi : Udah tau ngapain nanya?
👩🏻 : Ihh ngeselin banget sih lo! POKOKNYA KESINI CEPETAN! GAK PAKE LAMAAA!!!
-
Gadis itu memutuskan sambungannya
-
"Tuh cewek bikin gw pusing!"ucap Rafi,lalu ia beranjak dari tempat duduknya
-
Rafi mengambil jaketnya lalu mengambil kunci motornya. Ia pun berjalan keluar kamarnya untuk pergi ketempat tujuannya.
-
Baru saja ia membuka pintu rumah. Seorang gadis tiba tiba datang dari arah dapur sambil membawa gelas ditangannya.
-
"Mau kemana?"tanya Nayya
-
"Ada urusan sebentar"ucap Rafi
-
"Ya kemana?"
-
"Kerumah temen. Sebentar aja kok gw abis itu balik. Gak takut kan ditinggal sendirian?"tanya Rafi
-
"Udah biasa"
-
"Pintu rumah jangan lupa dikunci. Jangan keluar,kalo mau keluar tunggu gw pulang biar gw anterin. Gw pergi dulu"pamit Rafi kemudian menutup pintunya
-
Nayya pun berjalan kearah pintu dan menguncinya.
Putra duduk di balkon kamarnya sambil memegang sebuah bingkai foto. Disana terlihat jelas foto sepasang kekasih yang sedang tertawa tanpa ada beban dijalan cerita cinta mereka.
-
-
Putra menaruh bingkai foto itu disampingnya. Putra mendongak keatas,terlihat jelas diatas sana bulan dan bintang sedang bersinar terang. .
Ah dia jadi ingat,dulu setiap malam Minggu ia dan kekasihnya selalu melihat keindahan langit dimalam hari.
-
*flashback on
👧🏻 : Raja,raja! Liat deh bintang sama bulannya indah banget
👦🏻 : Iya,semoga kisah cinta kita juga selalu indah
👧🏻 : Aminn,aku selalu mendoakan supaya hubungan kita tetap berjalan sampai maut memisahkan
👧🏻 : Oh iya Ja,nanti kalau kamu kangen sama aku dan aku udah gak bisa bersama kamu lagi. Kamu tinggal lihat bintang aja terus bilang kalau kamu kangen sama aku
👦🏻 : Gak,kita akan terus bersama
*flashback of
-
Sebuah senyuman kecil terukir diwajah tampan Putra. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia masih mencintai gadis itu. .
Andai waktu bisa diulang,ia pasti akan memperbaiki kesalahannya dimasa lampau. Tapi sayangnya roda waktu terus berputar.
-
Penyesalan memang selalu datang terlambat bukan?
-
Putra menghembuskan nafas kasarnya,lalu ia menatap lekat lekat kearah bintang .
"Raja kangen kamu nae...."
—
Angin malam berhembus kencang. Mengisi keheningan antara Ajeng dan Rafi. Mereka berdua saat ini sedang berada di rooftop Apartemen Ajeng.
-
"Gue gak kuat Fi..."lirih Ajeng
-
"Kenapa sih lo gak pernah mikirin perasaan gue sedikit pun?"ucap Ajeng yang kini matanya mulai memanas
-
"Lo bilang kayak gitu. Terus apa kabar dengan gue yang harus ngeliat kedekatan lo sama Aca. Lo pikir gue gak sakit? Gue sakit Je. Cowok juga punya perasaan. Dan bukan cowok aja yg harus ngertiin perasaan cewek. Cowok juga perlu perasaannya dingertiin"jelas Rafi
-
"Gue sama Aca deket doang gak lebih. Gue capek Fi gak dianggap sama lo seolah olah lo gak punya cewek! Dan tadi pagi gue harus nerima kenyataan pahit kalo lo udah punya pacar baru"
-
"Lo sendiri yang minta kita backstreet. Gw awalnya udah nolak kan? Tapi lo yang kepala batu. Jadi jangan salahin gue tentang masalah ini. Dan satu hal yang harus lo simpen baik baik diotak lo,gue gak pernah pacaran sama siapapun. Karena apa? Karena gue masih mencintai perempuan yang ada dihadapan gue saat ini"jelas Rafi sambil menatap Ajeng lekat
-
"Nayya?"
-
Rafi menghembuskan nafas kasarnya. Ia tahu bahwa Ajeng sedang salah faham dengannya.
-
"Gue sama nayya saudara kembar. Gue pernah bilang kan waktu itu kalau gue punya adik perempuan? Nah dia Nayya. Adik perempuan gue yang lahir 5 menit setelah gue"jelas Rafi
-
Ajeng terdiam mencerna perkataan Rafi. Ia merasa bersalah sekarang karena sudah menuduh Rafi yang tidak tidak,padahal disini ia yang salah.
-
"Maaf...."lirih Ajeng
-
Rafi menarik Ajeng kedalam pelukannya
"Maafin gue juga,gue salah karena gak pernah anggap lo ada. Sekarang,malam ini dan detik ini juga kita mulai semuanya dari awal. Gak ada lagi kata backstreet diantara hubungan kita"ucap Rafi
-
Ajeng pun mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Rafi sedikit memundurkan kepalanya untuk mencium kening Ajeng. Sedikit lama,namun dengan cara itu Rafi menyalurkan kerinduannya.
next?Like+vote