
The Bad Twins
—
"Jangan nengok. Ada orang mesum. Gue gak mau mata lo ternodai"bohong Rafi
-
"Mesum? Di tempat kayak gini? Gila"ucap Nayya
-
"Iya. Makanya jangan nengok. Makan aja"ucap Rafi yang dibalas anggukan oleh Nayya
-
Keduanya pun langsung menyantap makanan mereka masing masing. Rafi beberapa kali mencuri pandang kearah Putra dan Ajeng. Pikirannya sudah melayang kemana mana. Banyak pertanyaan yang kini ada diotaknya.
-
'Berarti Jeje boongin gue dong? Dia bilang dia sakit. Tapi ternyata?'
.
.
Sedangkan di posisi Ajeng dan Putra. Keduanya sedang menatap ponsel masing masing sambil menunggu makanan mereka.
-
"Je? Lo serius gak bakal dicurigain sama Rafi?"tanya Putra
-
Ajeng hanya mengangkat kedua bahunya. Ia juga ragu sebenarnya.
-
"Gue takut kalau ada orang yang lapor sama Rafi kalo kita lagi berduaan disini. Nanti hubungan lo malah bermasalah Je"ucap Putra
-
"Kalau Rafi tau yang sebenarnya mungkin dari lama gue udah putus sama dia"ucap Ajeng
-
"Maksudnya?"
-
"Lo tau Lexa? Nyokap tiri Nayya dulu?"
-
"Gue gak tau orangnya. Tapi gue sempet denger dari Rafi"
-
"Gue mau ngomong tapi bingung mulai darimana Put"
-
"Ngomong aja elah"
-
"Nyokap tiri Nayya ternyata nyokap gue Put"ucap Ajeng yang membuat Putra yang sedang minun pun tersedak
-
"Lo serius?"tanya Putra kaget
-
"Ngapain gue boong? Tapi gue juga masih bingung dia nyokap kandung gue atau bukan"
-
"Tunggu tunggu. Bukannya selama ini lo gatau nyokap lo dimana?"
-
"Makanya itu Put. Gue selama ini dibesarin sama Om, Tante dan Ayah gue. Sedangkan nyokap? Gue gak tau dia dimana. Dari gue kecil sampe sekarang pun gue gak pernah ketemu dia"
-
"Ayah lo gak nikah lagi kan Je?"tanya Putra yang membuat Ajeng terdiam
-
"Eh sorry sorry. Maksud gue masalah lo ini ada yang janggal Je"ucap Putra yang merasa tak enak pada Ajeng
-
"Maksudnya?"tanya Ajeng
-
"Masalah lo ini persis sama cerita keluarga Davidson"ucap Putra yang membuat Ajeng lagi lagi terdiam
-
'Jadi maksud Putra bokap gue dikibulin gitu sama nenek lampir?'
-
Suasana SMA Garuda pagi ini semakin ramai karena banyak murid murid yang berlalu lalang di halaman sekolah.
-
Rafi sedang berjalan di koridor kelas dua belas. Langkahnya terhenti saat berpas pasan dengan Ajeng yang hendak turun ke lantai bawah.
-
"Hai Fi"sapa Ajeng sambil tersenyum lebar
-
Bukannya membalas Rafi hanya menatap Ajeng dingin. Pesan yang dikirim oleh seseorang semalam membuat api cemburu berada dalam dirinya.
-
"Emm, nanti kantin bareng ya? Udah lama juga kita gak ngantin bareng"ucap Ajeng
-
"Gue sama Nayya"ucap Rafi dingin
-
"Ya gapapa. Sekalian aja. Biasanya juga gitu kan?"ucap Ajeng
-
"Gue mau berdua aja sama Nayya"ucap Rafi dingin
-
"Tapi Fi hari ini aja. Kita ngantin bareng. Ya? Ya?"ucap Ajeng
-
"Lo ngerti bahasa Indonesia kan? Kalau gue bilang enggak ya enggak"ketus Rafi
-
"Yaudah deh, lain kali aja kita ke kantin berdua"ucap Ajeng sambil tersenyum. Ia berusaha menahan sesaknya karena perubahan Rafi secara drastis
-
"Gue mau ngomong sama lo"ucap Rafi
-
"Ngomong aja. Jeje udah pasang kuping nih"ucap Ajeng
-
Berarti dari kemaren kuping lo belum dipasang dong Je?
-
"Sebelumnya sorry je. Tapi untuk beberapa hari kedepan lo jangan muncul dulu dihadapan gue. Jangan juga ngehubungin gue. Anggep aja kita break selama gak ketemu"ucap Rafi yang membuat Ajeng terdiam
-
"Kamu pasti bercanda kan Fi? Gak lucu ah bercandanya"ucap Ajeng
-
"Gue serius"ucap Rafi
-
"Salah aku apa Fi? Kok tiba tiba break gini?"tanya Ajeng sambil menahan sesaknya "Lo pikir aja sendiri aja Je. Dimana kesalahan lo"ucap Rafi
-
"Maksudnya?"tanya Ajeng bingung
-
"Gue yakin lo ngerti Je. Jadi jangan sok ****"ucap Rafi
-
"Gue harap lo gak lupa kalau gue gak suka dengan namanya kebohongan"lanjut Rafi. Cowok itu lalu pergi, meninggalkan Ajeng yang terdiam
-
"NAYYA MANA NAYYA?! SALMA MANA SALMA?! ASTAGA LO BERDUA DIMANA SIH?! URGENT INI URGENT!"teriak Diva saat sampai di kelas XIII-1
-
-
"ADUH SAL GASWAT INI SAL! GASWAT!"ucap Diva panik
-
"Ya gawatnya kenapa ****?!"kesal Salma
-
"AJENG SAL! AJENG!"
-
"Ajeng kenapa?"tanya Nayya yang baru tiba dikelasnya. Dari luar ia mendengar suara Diva yang panik, makanya cewek itu langsung masuk ke kelasnya
-
"AJENG MAU PINDAH!"ucap Diva
-
"Serius lo?!"tanya Salma kaget
-
"Sepuluh rius gue Sal!"
-
"Lo tau dari mana?"tanya Salma
-
"Tadi gue lewat ruang kepsek. Dan gak sengaja gue denger percakapan nyokap Ajeng sama Pak Andre. Makanya gue langsung buru buru kesini"ucap Diva
-
"Lo berdua cari Rafi sama temen temennya. Gue ke ruang kepsek"ucap Nayya yang dibalas anggukan oleh keduanya
.
.
"Nenek itu apa apaan sih?! Ngapain nyuruh Papah mindahin gue?"
-
"Cuman mau ngasih pelajaran aja ke kamu sayang. Tapi kamu tenang aja ini baru awal permainan kita"
-
"Maksud lo apa sih?"
-
"Kalau saya bisa berpisah dengan Arka, kamu juga bisa berpisah dengan anaknya bukan?"
-
"Kalau lo mau bales dendam sama gue jangan manfaatin Papah gue! Dia gak tau apa apa soal ini"
-
"Itu jelas harus dong. Ayah kamu bermanfaat bagi berjalnnya permainan saya"
-
Mendengar percakapan kedua orang yang ada dihadapannya membuat Nayya terhenti tepat dibelakang Ajeng.
-
'Ajeng punya hubungan sama Nenek lampir? Sejak kapan?'
-
"Eh ada mantan anak tiri"suara itu membuat Nayya menatap tajam Lexa
-
"Nayya? Sejak kapan lo disini?"tanya Ajeng yang menengok kearah Nayya
-
"Tadi"jawab Nayya seadanya
-
"Lo denger omongan gue sama Nenek ini?"tanya Ajeng yang dibalas anggukan oleh Nayya
-
Nayya menatap tajam kearah Lexa
"Hentikan permainan lo, kalau lo gak mau nyesel Lexa"
-
"Saya? Nyesel? Itu gak akan terjadi Nayyara. Mungkin kamu yang akan menyesal karena sudah berani menghancurkan rencana saya dengan bocah satu ini"ucap Lexa sambil menujuk Ajeng
-
"Lo yang bakal nyesel Lexa"
-
Suara seseorang dari belakang Lexa membuat ketiganya menoleh. Rafi serta para teman temannya sudah berdiri dibelakang Lexa.
-
"Ngapain kalian ngelilingin saya?"tanya Lexa
-
"Aduh Tante. Udah tua kok **** sih? Kita ngelilingin Tante biar Tante gak kemana mana lah! Soalnya sebentar lagi kejutan untuk Tante bakalan dateng"ucap Diva, lalu ia tersenyum penuh arti. Cewek yang satu itu memang sudah tau semuanya. Bahkan ia sudah menceritakan kejadian awal hingga sekarang pada anak anak Razet.
-
"Apa mau kalian?"tanya Lexa
-
"Padahal tadi pacar gue udah bilang loh. Apa perlu gue ulang pake toa? Biar kedengeran?"ucap Diat
-
"Permisi. Tuan Rafiandra?"
-
Semuanya menoleh kearah sumber suara. Terlihat ada dua polisi yang kini sudah berdiri di samping Rafi.
-
"Bawa dia Pak"ucap Rafi
-
"EH APA APAAN INI?"ucap Lexa ketika polisi menahan kedua tangannya
-
"Anda terbukti bersalah Saudari Lexa"
-
"SAYA GAK SALAH PAK!"
-
"Tapi semua sudah terbukti. Anda tidak bisa mengelak lagi. Ayok ikut saya ke kantor"ucap Pak Polisi, lalu kedua polisi itu membawa Lexa pergi dari sana
-
Rafi mendekat kearah Ajeng dan langsung memeluknya.
-
"Sorry soal tadi pagi. Kemarin malem gue bener bener cemburu karena ngeliat lo berduaan sama Putra. Bahkan lo sampe berani bohong sama gue"ucap Rafi
-
"Gapapa. Yang penting kamu udah tau semuanya. Tolong jangan pernah ngucapin kata itu lagi"ucap Ajeng
-
"Janji"
-
"HADOHH NYAMUK KOK BANYAK BANGET YE? GUE SAMPE BENTOL BENTOL NIH!"ucap Zaki yang membuat yang lainnya menggelengkan kepala. Zaki memang tidak bisa melihat suasana
-
"Bacot lo Jak"ucap Rafi sinis
-
"IYE IYE INI GUE DIEM! TAU KOK GAK MAU DIGANGGU ACARA PELUKANNYA"
—
Ciee nungguin next🤣
-
Apa ada yang bingung kenapa Lexa ditangkep polisi?
- like dan komen,jangan males males kasih like,Bentar lagi tamat Euy😁