The Bad Twins

The Bad Twins
the bad twins-18



The Bad Twins



"Udah deh Raf gak usah belain nih ******"ucap Saputri


-


"Mulut lo minta gue robek?"ucap Putra


-


"Ih kok kamu malah belain dia sih"rengek Saputri


-


"Yang di foto itu emang bener Nayya sama Bang Andra. Tapi harus lo tau gue sama Nayya kembar. Dan otomatis Abang gue Abangnya Nayya juga"ucap Rafi


-


"Gak usah bohong"ucap Saputri yang mulai panik sendiri


-


"Perlu bukti?"ucap Rafi


-


Rafi pun mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto keluarga disana.


-


Saputri yang melihat itu pun diam. Tidak berkomentar sama sekali.


-


"Kenapa diem? Gagu lo? Tadi aja sok paling bener"ucap Ajeng


-


"Gue kan udah bilang tadi sama lo Saputri. Kalo lo gak tau kenyataannya mending gak usah sok nyebar berita hoax kayak gitu"ucap Diva sambil tersenyum kemenangan


-


"Lain kali berfikir dulu sebelum bertindak ya be. Jadinya lo malu dua kali kan hari ini"ucap Kennath yang baru membuka suara


-


'Awas aja lo Nay. Gue bakal bales"


-


"ADA APA INI?!"tanya Bu Siska sambil berkacak pinggang. Guru itu baru saja datang


-


"SIAPA YANG RIBUT DISINI?!"


-


"Gak ada yang ribut kok Bu. Kita cuman nyelesaiin masalah. Tadi ada salah faham sedikit"ucap Salma


-


"Iya Salma"ucap Bu Siska lembut, lalu ia kembali memasang wajah galaknya


-


"SEKARANG BUBAR KE KELAS MASING MASING! GAK DENGER APA BEL MASUK SUDAH BERBUNYI?!"


-


Semuanya pun bubar dan pergi ke kelasnya masing masing. Kini hanya tersisa Geng Razet serta Saputri, Nayya, Ajeng, Salma dan Diva.


-


"KALIAN NGAPASIN MASIH DISITU? CEPET MASUK!"


-


Nayya mendekat sambil memandang Saputri dengan tatapan siap membunuh.


-


"Kali ini lo selamat. Besok besok gue bakalan permaluiin lo lebih dari yang lo perbuat sekarang Saputri"ucap Nayya dingin, lalu ia pergi


-


Yang lainnya pun juga ikut pergi. Dan kini hanya menyisakan Bu Siska.


-


"Salah apa saya punya murid yang kerjaannya bikin ribut sekolah terus"


-


Nayya merebahkan tubuhnya dikasur. Setelah insiden di sekolah tadi, kepalanya terasa pening. Mungkin tidur sebentar bisa menghilangkan rasa peningnya.


-


Rafi melangkahkan kakinya menuju kamar Nayya.


-


"Nay, nanti jam duaan lo udah rapih ya. Bang Andra ngajak pergi soalnya"ucap Rafi yang kini berada diambang pintu


-


"Iya"


.


.


Jam kini sudah menunjukkan pukul 2 siang. Andra, Devan, Rafi dan Nayya sedang berada diperjalanan.


-


"Bang? Kita mau kemana?"tanya Nayya


-


"Makam Bunda"jawab Andra


-


Deg.


Nayya seketika membeku. Karena semenjak kepergian Bundanya, ia belum pernah kesana. Bahkan ini adalah pertama kalinya ia datang ke makam Bundanya.


-


Mobil yang dikendarai Andra terhenti di sebuah TPU. Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan ke dalam TPU.


-


Keempat berjongkok sambil menatap sebuah batu nisan dengan ukiran nama "Alendra Addison".


-


Hati Nayya berdesir. Ingatan tentang perkataan Ayahnya pun kini terngiang di kepalanya.


-


Bunga segar dan air mawar mereka taburkan.


-


"Bun, ini anak kembar Bunda. Mereka sekarang sudah tumbuh dewasa Bun. Maaf Andra baru bisa bawa mereka kesini setelah belasan tahun lamanya"ucap Andra sendu


-


"Assalamualaikum Bundaa"lirih Nayya


-


Tangannya kini bergerak menyentuh batu nisan. Air matanya pun kini sudah turun deras.


-


"Maaf Ayya baru bisa dateng kesini"


-


"Maafin Rafi juga Bun"lirih Rafi


-


"Bun, makasih udah rela mempertaruhkan nyawa Bunda untuk Ayya"ucap Nayya sambil tersenyum paksa, perih itu yang ia rasakan sekarang


-


"Tapi seharusnya Bunda gak ngelakuin itu. Karena Ayah sama sekali gak menginginkan keberadaan Ayya"


-


"Apa Ayya ikut Bunda aja ya kesana? Biar Ayah gak terpaksa lagi nerima kehadiran Ayya"


-


"Ayya ikut Bunda ya"suara Nayya kini tercekat


-


Andra yang mendengar itu pun langsung membawa Nayya kepelukannya.


-


"Jangan pernah ucapin kata itu lagi Ay. Abang gak mau kehilangan perempuan yang Abang cinta untuk kedua kalinya"ucap Andra


-


"Gue ke nyusul Nayya dulu ya Bang"ucap Rafi, ia hendak pergi namun tangannya dicekal oleh Andra


-


Keempatnya memang baru saja sampai dirumah.


-


"Biarin dia sendiri dulu"ucap Andra


-


"Tapi Bang"


-


"Gak ada tapi tapian. Sekarang masuk kamar lo. Jangan gangguin Nayya dulu. Dia perlu waktu"ucap Andra


-


Rafi pun hanya mengangguk pasrah. Ia kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi kekamarnya.


-


Rafi membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah itu, ia merebahkan tubuhnya dikasur. Rafi meraih ponselnya dan mencari kontak sesorang disana. Setelah didapatkan ia menelfon seseorang. Berharap orang itu bisa membantunya.


-


Rafi: Put?


Putra: Ngapa?


Putra: Tinggal bilang aja sih, kayak sama siapa aja lo


Rafi: Tolong hibur Nayya. Dia lagi sedih sekarang karena ada masalah


Putra: Kirim kontaknya


Sambungan pun terputus. Rafi langsung mengirim kontak Nayya ke Putra.


.


.


Disisi lain. Kini Putra telah berdiri di balkon kamarnya. Sambil menyangga kedua tangannya diatas pilar.


-


Ting!


Putra langsung membuka ponselnya.


-


Chat from "Bule nyasar🐷"


-


Bule nyasar🐷: *mengirim kontak Nayya"


Bule nyasar🐷: Thanks Put


Putra: Kayak sama siapa aja lo


-


Setelah membalas chat Rafi. Ia langsung membuka kontak Nayya. Lalu ia menelfonnya dengan panggilan biasa.


-


Beruntung panggilannya diangkat oleh Nayya.


-


Putra: Sore cantik


Nayya: Siapa ya?


Putra: Saya masa depan kamu


Nayya: Ngaco!


Putra: *terkekeh*


Nayya: Mas gila?


Putra: Jahat amat tuh mulut ngatain gue gila😑 Gue Putra Nay


Nayya: Ohh


Putra: ***** oh doang😑


Nayya: Terus?


Putra: Nabrak.


Nayya: Lo ketabrak? Alhamdulillah deh


Putra: Kok ngeselin sih *****


Nayya: Bodo. Udah ah gue tutup


Putra: Eh jangan dulu. Gue mau nanya nih


Nayya: Apa?


Putra: Tadi Rafi bilang kaki lo sakit, bener?


Nayya: Dih? Gue gak papa


Putra: Jadi bisa jalan kan?


Nayya: Ya bisalah


Putra: Oke, jam tujuh malem gue jemput. See you sayang!


Sambungan pun terputus


-


Putra terkekeh sendiri. Ia sudah sangat yakin Nayya sedang mengucapkan sumpah serapah untuknya.


-


TINNN TINNN


Suara klakson motor terdengar di depan rumah Nayya.


-


"HEH! BERISIK!"teriak Nayya dari balkon kamarnya


-


"Makanya turun"teriak Putra balik


-


"Males!"


-


"NAYYA TURUN KEBAWAH ADA TEMEN LO DI DEPAN!"


-


Teriakan itu berasal dari bawah. Sudah bisa ia pastikan bahwa itu adalah suara Abangnya, Devan.


-


Dengan malas, ia berjalan menuju lemarinya dan mengambil jaketnya. Kemudian ia memakainya. Setelah itu ia mengambil tas serta ponsel yang berada diatas nakas.


-


Nayya membuka pintu kamarnya dan berjalan kebawah.


-


"Nayya pergi dulu ya"ucap Nayya pada Devan yang sedang duduk di sofa ruang tengah


-


Devan mengangguk


"Hati hati. Jangan pulang malem"


-


"Iya. Bang Andra sama Rafi kemana?"


-


"Bang Andra lagi dikamarnya. Katanya mau ngerjain tugas kantor. Kalo Rafi udah pergi dari tadi, palingan ngapel sama pacarnya"


-


Nayya manggut manggut, lalu menyalami tangan Devan


"Nayya berangkat, assalamualaikum"


-


"Waalaikumsalam"


-


Nayya pun berjalan keluar rumah.


-


"Lama amat sih😑 lumutan nih gue"ucap Putra


-


"Bodoamat. Gak peduli"


-


"Bentar lagi juga peduli kok. Yakin gue"


-


"Serah"


-


"Yaudah, naik gih"


-


Nayya pun naik ke motor Putra dengan malas. Bagaimana tidak, Putra sudah mengganggu acara tidurnya.


-


Merasa posisinya sudah nyaman, Putra langsung menjalankan motornya. Entah ada jin apa yang masuk kedalam tubuh Nayya. Karena saat ini ia menyenderkan kepalanya dipunggung Putra, begitupun dengan tangannya yang sudah melingkar di pinggang Putra.


.


.


Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Namun tak ada pergerakan sekalipun pada Nayya.


-


"Masih betah meluk gue?"tanya Putra


-


"Ehh"


-


Nayya spontan membenarkan posisinya, lalu ia turun dari motor. Begitupun juga dengan Putra.


-


Saat ini mereka sedang berada di warung nasi goreng yang berada di pinggir jalan.


-


"Makan dipinggir jalan gak alergi kan?"tanya Putra


-


"Heh, gue bukan cewek alay ya!"sewot Nayya


-


"Biasa aja dong"ucap Putra sambil terkekeh


-


monggo di boco