
The Bad Twins
—
"MURID BARU AJA BELAGU LO *******!"ucap Putra sambil menjotos keras anak baru itu
-
"Ampun Bang, ampun"ucap Raja yang sudah tersungkur
-
Putra menarik kerah seragam Raja, hingga membuat ia berdiri secara paksa.
-
"MULUT LO ITU UDAH KURANG AJAR! BERANI BANGET LO NGEHINA RAZET!"
-
Satu bogeman kembali mengenai rahang Raja sehingga membuat ia kembali tersungkur.
-
"Put udah put, anak orang bisa mati entar"ucap Zaki sambil menarik Putra ke belakang
-
"Bener tuh Put, gue gak mau sampe lo di DO karena ngehabisin anak orang"ucap Diat sambil membantu Zaki menarik Putra kebelakang
-
Tapi tetap saja Putra tetap lah Putra. Ia tidak akan berhenti sebelum ia bisa menghabisi orang itu.
-
Baru saja Putra ingin mendaratkan bogemannya. Suara seorang cewek membuat ia menghentikan aksinya.
-
"Ada apa ini?"tanya Nayya dingin
-
Semua diam. Tidak ada yang menjawab.
-
"Fi? Ini kenapa?"tanya Nayya pada Rafi
-
"Dia ngehina anak Razet Nay, jelas Putra gak terima. Sebagai ketua Razet dia gak bakal tinggal diem kalo Razet digituin"jawab Rafi
-
Nayya langsung memandang Raja yang sudah tersungkur itu.
-
"Mau jadi jagoan lo?"tanya Nayya dingin
-
Sedangkan yang ditanya hanya diam.
-
"Lari keliling lapangan 20 kali. Gak ada penolakan. Cepet!"perintah Nayya
-
"Gabisa gitu dong, temen gue udah kayak gini terus malah lo suruh lari"ucap Farry yang baru saja datang sambil membantu Raja berdiri
-
"Heh, seharusnya lo sama temen lo itu makasih sama Nayya. Bersyukur gak jadi dimatiin sama Putra"ucap Kennath emosi
-
"Makasih? Ogah"ucap Farry sambil membawa Raja keluar dari kerumunan
-
"Semua bubar! Masuk ke kelas masing masing!"ucap Nayya dingin
-
Kerumunan para murid murid yang menyaksikan perkelahian tadi pun kini bubar.
-
"Lo pada juga sana bubar, biar gue yang urus Putra"ucap Nayya
-
Keempatnya hanya mengangguk dan pergi dari sana. Kini hanya menyisakan Nayya dan Putra.
-
Setelah mengobati luka yang ada diwajah Putra. Kini Nayya dan Putra kembali melanjutkan tugas mereka sebagai pembimbing MPLS.
-
Keduanya berjalan memasuki kelas X-3. Kelas yang tadinya heboh karena membicarakan Putra kini hening seketika.
-
"Maaf lama"ucap Nayya dingin
-
"Kak Putra kenapa?"tanya salah satu cewek. Parsya Islami Raishifa namanya.
-
"Ada masalah sedikit tadi"jawab Nayya mewakili Putra
-
"Semuanya lengkap kan? Gak ada yang keluar?"tanya Nayya
-
"Cowok yang tadi maju kedepan lagi ke toilet kak"jawab salah satu cowok.
-
Nayya mengangguk
.
.
Seorang cowok berjalan menuju arah gudang belakang. Pintu gudang dibuka dengan cepat.
-
Matanya mengedar ke setiap sudut gudang. Dan akhirnya ia menemukan apa yang ia cari. Sudah ada dua orang cowok yang berada disana.
-
"Seharusnya lo tadi gak ngehina anak Razet. Lo ngehina dia tanpa bilang ke kita sama aja lo mau nyari mati"ucap Ibra yang menatap tajam Raja
-
"Sorry, gue kayak tadi karena tuh ketua Razet songong"ucap Raja membela diri
-
"Putra gak akan nyerang lo kalau lo gak mulai duluan. Gue udah tau sifat dia kayak gimana"ucap Ibra
-
"Sekalinya lo nyari gara gara sama dia. Bisa gue pastiin sekarang lo jadi incaran anak Razet"ucap Farry
-
"Anak Razet gak pernah ngelepasin orang yang udah nyari masalah sama mereka. Termasuk lo"lanjut Farry
-
"Terus gimana?"tanya Raja
-
"Minta maaf"ucap Ibra
-
"Ogah gue minta maaf sama dia"ucap Raja
-
"Seterah lo sih. Yang penting gue udah kasih tau. Jangan sampe rencana kita gagal gara gara lo. Kalo sampe itu terjadi, gue sendiri yang bakal ngehabisin lo"ucap Ibra, lalu ia pergi ke luar gudang
-
"Omongan Ibra gak pernah main main bro! Lo tau kan dia ketua kita, jadi lo patuhin aja perintahnya"ucap Farry sambil menepuk bahu Raja, kemudian pergi keluar gudang
-
"Gue gak bakal patuhin omongan lo Ibra Herista. Secepat mungkin gue bakal ngambil alih jabatan lo sebagai ketua Tiger"
-
Waktu istirahat pun tiba. Semua murid SMA Garuda pun berbondong bondong pergi ke kantin.
-
Geng Razet beserta Nayya, Ajeng, Salma dan Diva kini juga sudah berada di meja pojok kantin.
-
"Tadi yang berantem sama Putra siapa sih *****? Berani beraninya tuh bocah ngehina Razet. Mau nyari mati?"cerocos Zaki
-
"Rajendra Putra Alma' asa. Kelas X-5. Anak bimbingan Salma sama Revo"ucap Rafi
-
"Yang dipanggilnya Raja itu bukan sih?"tanya Salma
-
"Iya"jawab Rafi
-
"Sumpah tuh bocah kalo bikin ulah lagi gue bikin bonyok"ucap Kennath
-
"Gak lo matiin sekalian?"ucap Putra
-
"Kalo itu sih gue serahin sama lo"ucap Kennath
-
"Lo pada tau dia dari SMP mana?"tanya Diat
-
Semuanya menggeleng
-
"Siapa tadi namanya?"tanya Salma
-
"Rajendra Putra Alma'asa"ucap Rafi
-
Salma pun langsung mengambil map yang berisikan absen kelas X-5 di saku alamamaternya. Kemudian mencari nama yang disebut Rafi tadi.
-
"Dia dari SMP Tunas Bangsa"ucap Salma
-
"Yang ada SMA nya juga bukan sih?"tanya Diat
-
"Iya, tapi tuh bocah ngapa jadi ke Garuda. Kenapa gak ngelanjutin di SMA Tunas Bangsa aja?"ucap Zaki
-
"Gue curiga kalo dia ada hubungannya sama anak Tiger"ucap Rafi
-
"Tiger? Yang dulu ketuanya Ryan kan?"tanya Kennath
-
"Iya. Tapi dia udah pensiun sekarang. Dan diganti sama ketua angkatan Tiger ke tiga"ucap Putra
-
"Siapa orangnya? Jangan bilang mirip si Ryan banci yang beraninya keroyokan"ucap Diat
-
"Kalo ketua yang awalnya aja banci pasti penerusnya juga banci lah Yat"sahut Zaki
-
"Basmi aja tuh Tiger. Pake sianida kalo perlu"ucap Kennath
-
"Jangan ngehina orang kalo gak tau aslinya kayak gimana"ucap Nayya dingin
-
-
Nayya hanya mengangkat kedua bahunya.
-
"Ha-hai kak"
-
Suara itu menarik perhatian mereka
-
"KENAPA NENG? MAU NYARI ABANG?"tanya Zaki
-
"Eh? Enggak kak. Aku kesini mau minta ttd"ucap Parsya
-
"TTD ABANG YA NENG? BUAT APASIH EMANGNYA? BUAT DI BUKU NIKAH KITA NANTI YA?"cerocos Zaki
-
"Auto bilang Arra"celetuk Diat
-
"******* maennya ngaduan😑"ucap Zaki
-
"Lagian udah punya pacar masih aja godain cewek sana sini"ucap Diat
-
"Stttt diem! Tadi apa dek? Ttd ya? sini sini aku ttd in"ucap Ajeng ramah pada Parsya
-
Parsya pun menyerahkan bukunya pada Ajeng. Kemudian Ajeng menandatanganinya. Begitupun dengan Nayya, Putra, Rafi, Salma dan Diva.
-
"Makasih kak"ucap Parsya
-
Mereka mengangguk. Setelah itu ia pergi.
-
BRAKK!!
-
Suara gebrakan meja membuat seisi kantin menoleh kesumber suara. Saputri berserta antek anteknya kini sedang berdiri menunggu cewek yang ada dihadapannya itu pergi dari bangku meja kantin.
-
"Minggir gue sama temen temen gue mau duduk disini"ucap Saputri
-
"Mbaknya gak liat kalo gue lagi makan?"tanya cewek itu. Preludia Callista Zahra namanya.
-
"Bodoamat gue gak peduli. Yang penting sekarang lo cabut dari nih bangku. Gue mau duduk"ucap Saputri
-
"Meja kantin kan masih ada yang kosong. Jadi mending lo cari tempat yang lain aja"ucap Callista
-
"Ini tempat Geng gue. Jadi mending lo cabut dari sini sebelum gue berbuat yang enggak enggak sama lo"ucap Saputri
-
"Tempat Geng lo ya? Tapi disini enggak ada namanya tuh. Tandanya aja gak ada. Masih mau ngaku kalo ini meja tempat Geng lo?"ucap Callista sambil melihat kearah meja
-
"*******!"umpat Saputri
-
"Sorry ya kakak kakak yang sok berkuasa. Mendingan kalian pergi deh dari sini. Enek gue liat muka kalian. Apalagi dandanan lo pada udah kayak banci taman lawang"ucap Callista
-
Ucapan Callista membuat gelak tawa disana meledak.
-
"Gila tuh cewek, berani amat sama Saputri. Kalo ngomong sebelas dua belas sama Nayya. Pedes"ucap Zaki yang sedari tadi memperhatikan mereka
-
Nayya yang namanya disebut hanya melirik sinis kearah Zaki.
-
Kini bel masuk sudah berbunyi. Para murid pun segera pergi ke kelasnya masing masing. Kecuali para OSIS, mereka harus melanjutkan membimbing para murid kelas 10.
-
Nayya sekarang sedang berjalan dikoridor sekolah untuk menuju kelas X-3.
-
Kalau kalian tanya dimana Putra. Ia masih berkumpul dengan Geng Razet dikantin. Sedangkan Ajeng, Salma dan Diva sudah terlebih dahulu pergi ke kelas yang mereka bimbing.
-
Langkah Nayya terhenti saat melihat ada seorang cewek dan cowok yang sedang berdebat ditengah lorong sekolah.
-
"MINTA MAAF GAK SAMA DIA!"perintah Callista
-
"Ogah, dia yang salah"ucap Ibra santai
-
"Jelas jelas lo yang salah karena jalan sambil main hp"ucap Callista
-
"Jelas jelas dia yang jalan gak pake mata. Dan seharusnya dia yang minta maaf ke gue, karena minuman dia udah bikin baju gue kotor"ucap Ibra
-
"OTAK LO ITU **** STADIUM AKHIR YA? DIMANA MANA TUH JALAN PAKE KAKI BUKAN PAKE MATA!"ucap Callista
-
"Kalo jalan gak liat pake mata gimana bisa ngeliat jalan ****. Mau nabrak lo? Makanya punya otak tuh dipake jangan buat pelengkap aja"ucap Ibra
-
"Terserah apa kata lo. Intinya sekarang minta maaf sama dia"ucap Callista
-
"Males"ucap Ibra santai
-
"Udah, aku gak papa kok. Lagian dia bener, aku yang salah. Seharusnya aku gak main lari larian"ucap cewek yang berada disamping Callista
-
"Walaupun lo yang salah tetep aja, omongan dia gak pantes buat lo"ucap Callista pada cewek yang berada disampingnya
-
"Omongan gue yang gak pantes yang mana? Semua jelas. Dan tentunya fakta. Lo gak liat penampilan dia kayak gimana? Cupu!"ucap Ibra
-
"Cupu kok dibelain, waras lo?"lanjut Ibra
-
Emosi Callista naik drastis. Ia paling tidak bisa melihat orang dihina seperti itu. Ya walaupun itu kenyataannya.
-
Baru saja ia mau melancarkan aksinya. Yaitu membogem rahang Ibra. Tapi semuanya gagal karena suara dingin muncul dari belakang Ibra.
-
"Ngapain ngumpul disini?"
-
Ibra dan Callista beserta orang orang yang berkerumun disana menoleh ke sumber suara.
-
"Ngapain disini? Gak denger bel udah bunyi?"tanya Nayya dingin
-
"Ini loh Kak. Si alis tebel ini ngehina dia. Gue gak terima dong kalo dia digituin sama nih alis tebel"ucap Callista melirik Ibra dan cewek yang berada disampingnya secara bergantian
-
"Gue gak ngehina, tapi emang faktanya begitu. Lo bisa liatkan nih cewek gimana?"ucap Ibra
-
"HEH LO GAK USAH NGEHINA ORANG DEH! KAYAK SITU UDAH BENER AJA"ucap Callista
-
"Emang gue udah bener. Muka lo tuh yang gak bener"
-
"LO TUH YA!"
-
"Masuk ke kelas masing masing sekarang!"ucap Nayya dingin, ia tak mau masalah seperti ini diperpanjang
-
"Tapi uru—"
-
Ucapan Callista terpotong karena Nayya mendahului ucapannya.
-
"Mau masuk atau gue suruh bersihin nih sekolah"ancam Nayya
-
Murid murid yang tadinya berkerumun kini pergi ke kelasnya masing masing. Hanya ada Ibra yang sedang mengepal kedua tangannya kuat disana.
-
Siapa sih yang mau bersihin SMA Garuda yang gedenya gak ketulungan itu sendirian?
-
"Lo masih mau disini?"tanya Nayya dingin
-
Bukannya menjawab Ibra malah berjalan kearah kelasnya.
-
Nayya yang melihat itu hanya memutar kedua bola matanya malas. Setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kelas X-3.
.
.
Sementara disisi lain,
Para anggota Razet kini sedang berkumpul di belakang sekolah. Entah apa yang ingin dibicarakan sampai semua anggota Razet dikumpulkan.
-
"Ada apaan nih nyuruh ngumpul?"tanya Zain
-
"Gue mau bagi tugas. Gampang. Pertama, kalian cari tau tentang Geng Tiger. Terutama ketua Tiger angkatan ketiga. Dan kedua, kalian ketatin kemanan di Garuda"ucap Putra
-
"Tiger? Kenapa lagi? Mereka bikin ulah?"tanya Alzi
-
"Enggak. Gue cuman pengen cari tau aja. Lo pada tau kan orang yang tadi pagi berantem sama gue?"ucap Putra
-
Semua mengangguk
-
"Dia alumni dari Tunas Bangsa dan kemungkinan besar dia anggota Tiger. Gue curiga kalau Tiger ada niatan buruk sama Garuda"
-
Besok lgi ya,pegel miss itu ngetiknya,panjang banget soalnya😅