The Bad Twins

The Bad Twins
the bad twins-8



The Bad Twins



Malam harinya Andra, Devan, Rafi dan Nayya sedang berada di ruang tengah. Keempatnya sibuk dengan dunianya masing masing.


-


Andra sedang fokus dengan laptopnya. Devan yang sedang memakan kacang sambil menonton televisi. Sedangkan Rafi dan Nayya sedang asik dengan ponselnya. Bedanya Rafi duduk disofa dan Nayya membaringkan tubuhnya di sofa dengan paha Rafi sebagai penyangga kepalanya.


-


Jika kalian tanya dimana Ayahnya. Ayah mereka sudah kembali ke Yogyakarta untuk menyelesaikan pekerjaannya.


-


"ARGHHHHH"


-


Tiba tiba saja Rafi yang sedang memainkan ponselnya kini menggeram kesal


-


"Berisik ****!"ucap Devan sambil melemparkan kacang pada Rafi


-


"KESEL GUE ******!"


-


"Heh berisik! Gue lagi ada kerjaan nih!"ucap Andra


-


"Ngapa sih?"tanya Nayya


-


"Gue kalah main sama Putra ******* dan Nayya harus jalan sama dia"


-


"Yaelah baru gitu doang"ucap Andra santai


-


1detik


2detik


3detik


-


"KOK BISA?"ucap Andra dan Devan


"KOK GUE JADI TARUHANNYA *******!"ucap Nayya


-


Ketiganya berbicara bersamaan


-


"Dia yang minta yaudah gue terima. Daripada adek gue diculik malem malem"ucap Rafi


-


"YANG MANA SIH ORANGNYA? SURUH KESINI HADEPIN GUE!"ucap Devan


-


"Yg tadi nabrak Nayya"


-


"WAH TUH BOCAH EMANG NYARI GARA GARA!!"ucap Devan


-


"BERANI BAWA ADEK GUE, GUE CINCANG TUH BOCAH SEKARANG JUGA"ucap Andra .


Tok tok tok


-


"Panjang umur tuh anak"ucap Nayya


-


"Panjang umur pendek napas pas ketemu gue"ucap Andra dingin


-


Nayya melihat ketiga Abangnya yang kini wajahnya sudah memerah karena kesal.


-


'Abang gue kenapa jadi kayak serigala semua?'batin Nayya


-


Rafi beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu untuk Putra.


-


"Gimana adek lo udah siap?"tanya Putra


-


"Masuk"perintah Rafi


-


Putra mengerutkan keningnya ketika melihat wajah Rafi yang memerah,tanpa banyak bicara Putra masuk kedalam rumah dan didapatkan Nayya, Andra serta Devan yang menatapnya horor.


-


'Serasa masuk kandang singa gue'batin Putra


-


Setelah terjadi perdebatan kecil antara Putra, Andra, Devan dan Rafi. Akhirnya Putra dibolehkan untuk mengajak Nayya pergi keluar.


-


Setelah acara makan makan tadi. Saat ini mereka berdua sedang berada di salah satu tempat yang lumayan ramai di Jakarta. -


"Ngapain bawa gue kesini?"tanya Nayya


-


"Memandangi ciptaan Tuhan yang sangat indah dan ditemani makhluk ciptaan-Nya yang juga tak kalah indah tentunya"ucap Putra sambil tersenyum


-


"Hah?"tanya Nayya bingung


-


"Hah heh hoh🤣"


-


Putra mengacak ngacak rambut Nayya dan itu membuat Nayya menjadi kesal.


-


"Gue seneng kalo liat lo kesel"ucap Putra sambil terkekeh


-


"Maksudnya?"


-


"Najis lemot banget kayak Diat!"ucap Putra sambil menoyor kepala Nayya


-


"Ini pala gue fitrahin ******!"ketus Nayya


-


"Iya iya maap"


-


"Hm"


-


"Kesana aja yuk, duduk di pinggir danau"ajak Putra


-


Nayya hanya mengangguk. Putra pun menarik tangan Nayya untuk pergi ke tepi danau.


-


"Liat atas deh"perintah Putra


-


Nayya pun mendongak begitu juga dengan Putra. Terlihat jelas diatas sana bulan dan bintang pada malam itu bersinar terang.


-


Nayya tersenyum simpul melihat keindahan langit dimalam itu.


-


Putra memandang Nayya. Pemandangan yang sangat langka menurutnya. Entah ada jin apa yang memasuki diri Putra. Ia selalu merasakan hangat ketika berdekatan dengan Nayya.


-


"Di setiap keindahan malam yang indah nyatanya masih ada orang yang terluka di setiap malam karena merindukan seseorang dalam dalam"ucap Putra


-


"Maksudnya?"tanya Nayya


-


"Gue kangen dia Nay. Dia yang dulu selalu ada disamping gue. Dan karena kebodohan gue dia harus pergi"


-


"Pergi?"tanya Nayya


-


-


"Coba dulu gue gak gampang percaya sama orang yang waktu itu ngefitnah dia. Mungkin gue sama dia sampai sekarang masih bersama"


-


Deg


-


Nayya diam mematung. Perkataan Putra barusan membuatnya teringat kembali pada masa lalunya.


-


Dimalam yang sama,namun ditempat yang berbeda. Mereka adalah Diva, Diat, Zaki dan Arra. Keempatnya sedang berada Summarecon Mall Bekasi. -


"YEAYY SAMPE!!"


-


"Heh! Gue sumpel pake kaos kaki gue nih kalo gak bisa diem"ucap Diat


-


"Ogah,bau sikil"ucap Arra


-


"Ayok main timezone!"ajak Arra


-


"Sabar dong yang"ucap Zaki sambil merangkul Arra


-


Arra melepaskan tangan Zaki yang merangkulnya


"Ayok Div!"


-


Arra langsung menarik tangan Diva,untuk masuk kedalam Mall dan mencari Timezone.


-


"Gue ngerasa lagi double date anjay"ucap Diat


-


"Iya juga sih,tapi sayangnya yang pacaran gue sama Arra doang"sahut Zaki


-


"Sebenernya sih ya,gue udah suka sama cewek dari lama. Cuman ya gitu,belum berani mengungkapkan"ucap Diat


-


"Siapapun ceweknya gue terus dukung lo Yat! Semangat buat berjuang"ucap Zaki sambil menepuk pundak Diat


-


"DIAT!!! JAKI!!! CEPETAN!!"


-


Suara teriakan Arra membuat Diat maupun Zaki menengok kearah sumber suara.


-


"***** Jak,cewek lo kayak petasan meledak"ucap Diat


Keduanya pun langsung menyusul Arra dan Diva yang sudah jalan terlebih dahulu.


.


.


"Jaki! Jaki! Arra pengen es krim dong"ucap Arra sambil menunjuk kedai es krim


-


"Timezone nya?"tanya Zaki


-


"Gak jadi, Arra pengen itu"rengek Arra


-


Zaki pun mengangguk dan menarik pergelangan tangan Arra. Tersisalah Diva dan Diat disana.


-


Diat menarik tangan Diva untuk duduk disalah satu kursi yang berada di samping eskalator.


-


"Kenapa diem?"tanya Diat


-


Diva masih diam


-


"Lo ada masalah? Kalo ada cerita ke gue. Siapa tau bisa mengurangi beban lo"ucap Diat


-


Bukannya menjawab pertanyaan Diat, Diva malah menangis.


-


Diat kaget pastinya. Tanpa banyak bicara lagi ia langsung menarik Diva kedalam pelukannya


. "Div,lo kenapa?"


-


"Nyokap gue mau nikah lagi Yat. Gue capek kayak gini terus. Kenapa sih Tuhan gak adil sama gue? Apa gue gak pantes bahagia?"ucap Diva disela sela isakkannya


-


The Bad Twins


23



Hari ini adalah hari Senin. Dimana dilaksanakannya upacara bendera yang sangat membosankan.


-


"WOYY KEMBAR CEPETAN!!"teriak Devan dari bawah


-


"*******!"umpat Nayya saat melihat jam menunjukkan pukul 7


-


Nayya yang baru keluar dari kamar mandi langsung memakai seragam, kaos kaki dan sepatunya. Rambutnya yang belum ia sisir pun dengan asal ia mencepol rambutnya menggunakan jedai kemudian segera lari kebawah.


-


Begitupun juga dengan Rafi,setelah ia mengikat tali sepatunya dan mengambil tas beserta kunci motor yang berada diatas kasur. Rafi dengan cepat langsung berlari kebawah.


-


Andra menggelengkan kepalanya saat melihat si kembar turun kebawah dengan penampilan yang acak acakan.


-


"Astagaaa lo berdua mau jualan apa mau kesekolah? Udah rambut acak acakan. Seragamnya keluaran. Gak pake dasi sama iket pinggang lagi"ucap Devan sambil menggelengkan kepalany


-


"Haduhh udah deh Bang gak usah banyak komen. Gue udah telat nih"ucap Nayya -


"Siapa suruh kesiangan?"tanya Devan


-


Tanpa menjawab pertanyaan Devan, Rafi langsung menarik tangan Nayya. Dan ia pun langsung mengambil motornya yang berada di garasi. .


Setelah memakai helm full face nya, Rafi segera menjalankan motornya kearah gerbang rumah.


-


"Ayok!"ucap Rafi dan Nayya pun segera naik keatas motor


-


"BANG KITA BERANGKAT ASSALAMUALAIKUM...."


-


Setelah pamit dengan cara berteriak, Rafi segera menjalankan motornya dengan kecepatan diatas rata rata.


.


.


Kini mereka berdua telah sampai di depan gerbang sekolah SMA Garuda. Satpam yang berjaga di pos pun langsung menghampiri mereka berdua.


-


"Kalian berdua kenapa baru datang? Bel sudah berbunyi 20 menit yang lalu"ucap Pak Darma,selaku satpam di sekolah


-


"Kesiangan"jawab Nayya seadanya


-


"Tolong bukain ya Pak. Saya traktir mie ayam deh nanti"ucap Rafi


-


Pak Darma hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian ia membukakan pintu gerbang. Rafi pun langsung melajukan motornya kearah parkiran.


-


NEXT?LIKE + KOMEN