The Bad Twins

The Bad Twins
the bad twins-13



The Bad Twins



Diva: JAKII!!! KATANYA LO MAU JEMPUT GUE!! GUE UDAH RAPIH NIH, TAPI LO KOK BELUM JEMPUT GUE JUGA😤


Zaki refleks menjauhkan ponselnya dari telinganya


Zaki: Gausah teriak teriak Pong😑


Diva: Ya abisnya lo ngeselin!


Zaki: Udah udah gak usah bawel. Gue otw kesana


Zaki langsung mematikan ponselnya secara sepihak. Bisa budek lama lama jika ia meladeni Diva lewat telfon.


-


Zaki langsung mengambil kunci motornya yang berada di nakas. Lalu berjalan menuju pintu untuk bergegas pergi.


-


Setelah beberapa menit dalam perjalanan. Kini Zaki telah sampai di depan rumah Diva. Ia sedang menunggu sang penghuni rumah itu keluar.


-


Tak lama Diva keluar dari rumahnya


-


"Naik"ucap Zaki


-


Diva mengangguk dan segera naik keatas motor Zaki. Zaki pun langsung menjalankan motornya.


-


"Kita mau kemana?"tanya Diva


-


"Gatau"ucap Zaki seadanya


-


Diva menggetok helm yang dipakai Zaki. Bodoamat sakit atau enggak.


-


"Lo yang ngajak lo sendiri yang gak tau😑"ucap Diva


-


"Hehe, gimana kalo ke tukang nasgor? Yang deket pinggir jalan itu"ucap Zaki


-


"Boleh boleh"


-


"Gak alergi kan lo?"


-


"Gue bukan cewek alay yang jijik sama tempat begituan. Justru malah enakan makan dipinggir jalan. Lagian suasananya mendukung"ucap Diva


.


.


Mereka berdua pun akhirnya sampai ditempat penjual nasi goreng. Keduanya pun langsung turun dari motor.


-


"Pedes atau enggak?"tanya Zaki


-


"Sedeng aja"ucap Diva


-


Zaki mengangguk, lalu ia memesan makanan. Sementara Diva mencari tempat duduk.


-


Selang beberapa menit kemudian. Zaki datang dengan nampan yang berisikan dua piring nasi goreng dan dua gelas es teh manis.


-


"Lo beneran putus sama Arra Jak?"tanya Diva


-


"Iya"


-


"Gak ada usaha buat balikan gitu?"


-


"Gue udah usaha Pong. Cuman dia nya tetep kekeuh gak mau. Mungkin emang udah bener bener bosen🙃"


-


"Sabar Jak, gue yakin bakalan ada cewek yang gantiin Arra nanti"


-


"Kalo gue maunya elo gimana Pong?"


-


"Jak gausah bercanda😑"


-


Jaki hanya terkekeh geli saat melihat wajah Diva.


-


Hari ini mungkin adalah surga dunianya para siswa SMA Garuda. Sebab semua guru rapat. -


Karena merasa bosan, Nayya beranjak dari tempat duduknya. Lalu bergegas pergi keluar kelas.


-


"NAY MAU KEMANA?"


-


Teriakan itu membuat Nayya menoleh. Siapa lagi kalau bukan Diva Azzura. Sanga perempuan heboh dengan teriakan khasnya.


-


"Rooftop"ucap Nayya singkat, dingin dan jelas


-


Nayya berjalan menyusuri koridor sekolah sendirian. Ia berjalan kearah rooftop. Mungkin disana ia bisa menenangkan pikirannya akibat perkataan Ayahnya semalam.


-


Sesampainya disana Nayya malah bertemu dengan para anggota Geng Razet. Ada yang sedang merokok, ketawa tawa dan ada juga yang nyanyi nyanyi.


-


Dan kalian tau gak sih lagunya apa? Lagu Korea semua. Rata rata lagunya black pink.


-


"EH ADA ENENG GELISS"ucap salah satu anggota Razet, Alzi


-


Semua yang ada disana pun mendadak melihat kearah Nayya.


-


"Sini Nay"ucap Rafi


-


Nayya berjalan mendekat kearah Rafi yang sedang duduk di kursi kayu panjang disana. Ia duduk disamping Rafi.


-


"Kenapa?"tanya Rafi


-


"Nenangin pikiran"jawab Nayya dengan pandangan yang lurus ke depan


-


"LET'S KILL THIS LOVE!!"


-


"RAMPAPAM PAPAM PAPA!"


-


"LET'S KILL THIS LOVE!!!"


-


Nayya terkekeh kecil saat melihat anggota Razet menyanyikan lagu Black pink. Mereka tak lain adalah Kennath, Zaki, Zain dan Alzi. -


Rafi yang melihat itu sedikit bernafas lega. Setidaknya saudara kembarnya bisa melupakan sejenak masalah keluarganya.


-


"EHH, KANTIN YOK! LAPER NIH GUE!"ajak Kennath


-


"Makan mulu lo pikirannya"ucap Zain sambil menonyor kepala Kennath


-


"Gak papa yang penting gue kenyang"ucap Kennath


-


"Makan mulu iya, tapi gedenya segitu gitu aja"celetuk Alzi


-


"Bodoamat yang penting gue bahagia"ucap Kennath


-


"UDAH AH AYOK CABUT KE KANTIN!"ajak Kennath yang sudah beranjak pergi dari rooftop


-


Yang lainnya pun ikut menyusul Kennath dari belakang. Termasuk Nayya.


-


Kini Geng Razet beserta Nayya sudah berada dikantin sambil menyantap makanan masing masing. -


Mereka duduk di meja paling pojok yang biasa diduduki oleh Geng Razet ketika sedang berada dikantin. Nayya pun ikut bergabung disana, siapa lagi kalau bukan Rafi yang menyuruhnya.


-


"Lo yang kemarin nonjok si tuh ketua roti bukan?"tanya Zain


-


"Hm"


-


"ANJAYY!! MANTAP!! GUE DEMEN NIH CEWEK YANG KAYAK GINI! JADI PENGEN PACARIN"ucap Alzi heboh


-


"GASKEUNN AL!"ucap Zain


-


"Awas bos besar marah"goda Kennath sambil melirik Putra -


"Gue dari tadi diem loh Net. Kenapa gue jadi dibawa bawa?"ucap Putra


-


"Hehe peace bos✌🏻"ucap Kennath


-


"Lo dimasukin Razet enak kali ya. Kan mayan kalo abis baku hantam terus ngeliat yang bening kayak lo Nay"celetuk Zain


-


"Lo pilih kuburan atau rumah sakit?"tanya Rafi dengan menatap tajam Zain


-


"Hati hati loh Zain. Rafi kalo udah marah bisa gaswat"ucap Zaki


-


"Bercanda sumpah Raf!"ucap Zain panik


-


"Gak lucu bercanda lo"ucap Rafi


-


"SUER DEH RAF TADI GUE BERCANDA DOANG! GAK ADA NIATAN BUAT GODAIN NAYYA"ucap Zain yang makin panik


-


"******* muka lo🤣"ucap Kennath sambil tertawa


-


"Kayak badut mampang anjing🤣"sahut Diat


-


-


"Gue kan gak ikut ikutan"ucap Kennath


-


"Dua"ucap Zaki


-


"Tiga"ucap Diat


-


"Empat"ucap Alzi


-


"Lo pada belajar ngitung?"tanya Nayya dingin


-


Sedangkan yang ditanya hanya cengar cengir gak jelas.


-


"NAYYAA!!!"


-


"NAY!! SINI NAY!!"


-


Teriakan itu membuat Nayya menoleh ke sumber suara. Ternyata Diva yang meneriaki namanya.


-


"Gue kesana"ucap Nayya beranjak dari tempat duduknya sambil membawa makanan dan minuman yang belum habis itu ditangannya


-


Sebelum Nayya benar benar pergi dari sana Putra menahannya tangannya.


-


"Sorry buat semalem"ucap Putra


-


Nayya mengerutkan keningnya. Lalu berfikir sejenak. Ah ia baru ingat, kemarin saat di UKS Putra mengajaknya pergi. Namun tidak jadi karena Putra ada urusan mendadak.


-


"Iya"ucap Nayya seadanya, lalu berjalan menuju meja teman teman perempuannya


-


"WIHH SI BOS UDAH MULAI PEDEKATE SAMA SI ENENG GELIS"ucap Zain


-


"Nang neng nang neng. Namanya Nayya bukan Eneng"ucap Kennath


-


"Au nih. Udah dikasih nama cakep cakep sama bonyoknya malah lo ganti"sahut Zaki


-


Setelah itu hening beberapa detik


-


"Lo ngapain ngepost foto Nayya Net?"tanya Rafi tiba tiba


-


"Hehe, buat pajangan aja sih. Biar gue gak keliatan jomblo amat"ucap Kennath


-


"Biar gak keliatan jomblo atau buat manasin si dede imut?"tanya Diat


-


"Dede imut yang mana lagi?"tanya Alzi


-


"Itu yang mantannya Diat sama Kenneth"ucap Putra


-


"Oh si pipi bolong"ucap Zain


-


"Yang mana sih ***** orangnya?"tanya Alzi


-


"Noh, yang duduk disamping ceweknya Rafi"ucap Zain sambil menunjuk Salma


-


"Oh itu. Cakep juga. Tapi gue heran kenapa dia mau pacaran sama Diat ya? sama Kenneth juga pernah lagi. Mending juga sama gue. Cocok"celetuk Alzi


-


"Mungkin si Salma dipelet. Jadinya mau sama tuh dua curut"ucap Zaki


-


Diat dan Kennath yang mendengar namanya disebut hanya menatap tajam Alzi dan Zaki. Sedangkan yang ditatap hanya nyengir.


-


Pulang sekolah pun tiba. -


Nayya keluar dari kelasnya, kemudian berjalan di koridor sekolah sendirian. Ketiga temannya sudah pulang sedari tadi.


-


"Mending lo jauh jauh dari gue!"


-


Nayya menghentikan langkahnya saat mendengar suara seorang pria yang tak asing baginya. Nayya mengarahkan pandangannya ke lapangan. Ia mendapati Putra yang sedang berselisih dengan gadis yang tak ia kenal.


-


"Aku sayang sama kamu!"


-


"Tapi gue enggak"


-


"Seberapa besar lagi sih aku harus perjuangin kamu?!"


-


"Gue gak minta lo perjuangin Saputri!"


-


Saputri? Jadi itu nama perempuan yang sedang dihadapan Putra saat ini. Tanpa ingin berlama lama melihat pertengkaran mereka Nayya segera berjalan kembali kearah gerbang sekolah.


-


Langkah Nayya terhenti saat tangannya dicekal oleh seseorang.


-


"Sebentar"ucap Putra, lalu menarik Nayya menuju lapangan


-


"Dia pacar gue"ucap Putra yang membuat Nayya melotot kearahnya. Sudah dua kali Putra mengaku ngaku sebagai pacarnya


-


"Ka-kamu serius?"tanya Saputri sambil memandang keduanya


-


"Iya"jawab Putra


-


"HARUS BERAPA LAMA LAGI SIH GUE HARUS SABAR NUNGGU LO? GUE UDAH CAPEK PUT CAPEK! KESABARAN GUE PUN UDAH HABIS! UDAH CUKUP GUE SABAR KARENA DULU LO PACARAN SAMA CHILLA!"ucap Saputri yang kini matanya mulai memanas


-


"Gue udah bilangin lo berkali kali Sap. Berhenti ngejar gue. Berhenti deket dekitin gue"tegas Putra


-


"Gue gak bisa Put gak bisa!"lirih Saputri, kini air matanya sudah membasahi pipinya


-


"Gue tegasin sama lo sekali lagi Saputri. Berhenti ngejar gue. Gue udah punya cewek"ucap Putra, kini nada bicaranya berubah menjadi dingin dan tajam


-


Nayya menghela nafas kasar. Sungguh ia benar benar malas melihat situasi seperti ini. -


"Gue mau balik"ucap Nayya dingin


-


Saputri melirik kearah Nayya, lalu mendekatinya


-


"Gue bakal bikin hidup lo gak tenang!"bisik Saputri, lalu ia membalikkan tubuhnya untuk pergi dari sana


-


"Lepasin gue mau balik"ucap Nayya


-


Putra melihat kearah Nayya. Mata mereka sempat bertemu sejenak. Cowok itu menarik tangan Nayya dan mendekatkan wajahnya ke Nayya.


-


Nayya sebisa mungkin menahan nafasnya kali ini. Gimana tidak. Jarak wajah mereka sangat dekat saat ini.


-


"Lo balik sama gue, gak ada penolakan"ucap Putra tegas


-


Cowok itu langsung menarik Nayya menuju parkiran sekolah. Saat sampai disana cowok itu langsung naik ke motornya dan memakai helmnya.


-


"Naik"


-


Nayya mendengus kesal, lalu ia naik keatas motor Putra. Tak butuh waktu lama Putra langsung menjalankan motornya.


.


.


Rafi berjalan menghampiri kedua Abangnya yang terduduk di sofa. Ketiganya memang ingin membicarakan sesuatu. Tanpa sepengetahuan adiknya, Nayya.


-


Maka dari itu tadi Rafi meninggalkan Nayya disekolah.


-


"Gimana pun caranya kita harus batalin niat Ayah buat nikahin tuh cewek"ucap Devan


-


"Harus banget itu mah Bang. Gue ogah punya ibu tiri. Mungkin dia bakal menjamin jadi istri yang baik buat Ayah, tapi enggak untuk menjadi Ibu yang baik buat kita"ucap Rafi


-


"Jadi apa yang harus kita lakuin?"tanya Devan


-


"Gue juga gak tau Van. Susah untuk ngebujuk Ayah"ucap Andra sambil memijat pelipisnya


-


"Gue aja gak bisa nebak pemikiran Ayah kayak gimana. Dia bilang bakalan fokus sama kita, terutama Nayya. Tapi sekarang dia malah berubah. Dia malah bodoamatan sama perasaan kita berempat"lanjut Andra


-


"Gue jadi curiga Ayah dipelet sama tuh cewek. Secara kan ya, Ayah dulu ogahan banget deket sama cewek. Sekalinya dideketin Ayah juga pasti ngusir"ucap Rafi


-


"Heh, kalo ngomong suka sembarangan. Tapi ada benernya juga sih"ucap Devan


-


"Jadi pengen nampol"ucap Rafi


-


"Gue tampol lo duluan"ucap Devan


-


"Biar gue yang urus semuanya. Lo berdua cukup terima jadi aja. Gue bakal selidiki dulu tuh cewek. Kalau sampai bener dia make sesuatu biar Ayah deket sama dia. Gue gak segan segan buat mempermalukan dia didepan umum"ucap Andra


-


sesuai janji yo,ini udah double up.


pegell cuyy,jari jari manis ku sakitt😯