
The Bad Twins
—
Pulang sekolah pun tiba. Para murid murid SMA Garuda kini berbondong bondong keluar dari halaman sekolah.
-
Saat ini Nayya sedang menunggu Putra di depan ruangan OSIS. Katanya ia masih ada tugas yang harus diselesaikan. Maklum aja sih. Dia kan Ketos.
-
Sudah hampir setengah jam ia menunggu. Sekolah pun sudah sepi.
-
Tak lama Putra keluar dari ruang OSIS dengan muka kusutnya. Nayya langsung berdiri dari duduknya.
-
"Kusut amat. Kayak cucian"ucap Nayya
-
"Capek"ucap Putra
-
Nayya menangkup wajah Putra dengan satu tangannya hingga mulut Putra kini menjadi monyong.
-
"Uluu ulu kacian"ucap Nayya
-
"Pulang aja yuk. Biar lo cepet istirahatnya"ajak Nayya
-
"GAK!"tolak Putra
-
"Kita mampir ketempat biasa dulu. Laper nih"ucap Putra sambil menepuk nepuk perutnya
-
"Ayok, tapi abis itu kerumah ya? Makannya dirumah Nayya aja. Bosen disana terus"ucap Nayya
-
"Sekalian mau ngenalin gue sama camer?"ucap Putra sambil terkekeh
-
"Dih?"
-
"Bercanda, yaudah ayok"ucap Putra, lalu ia menarik Nayya menuju keparkiran.
.
.
Kini Nayya dan Putra telah sampai di rumah Nayya. Tentunya mereka telah membeli makanan.
-
"HUAA BANG ANDRA!!"ucap Nayya sambil memeluk Abangnya. Sudah dua bulan ini Abangnya tidak pulang kerumah. Tentu Nayya sangat merindukan Abangnya
-
"Bang Andra kapan pulang? Kok gak bilang Ayya dulu sih?"ucap Nayya sambil melepaskan pelukannya
-
"Baru aja pulang. Sengaja, biar surprise"ucap Andra sambil tersenyum
-
"Apa kabar Bang?"tanya Putra
-
"Eh ada elo Put"ucap Andra
-
"Iya nih"
-
"Makin nempel aja lo sama adek gue. Udah jadian?"ucap Andra
-
"Masih temen Bang, tapi doain aja"ucap Putra
-
Andra hanya mengangguk
-
"Bersih bersih dulu sana. Abang mau masakin makanan dulu buat makan"perintah Andra pada Nayya
-
"Gausah Bang. Nih gue bawa makanan"ucap Putra sambil memperlihatkan kantong plastik yang ia pegang
-
"Ada Devan sama Rafi juga. Cukup emang?"
-
"Cukup. Gue beli banyak soalnya"
-
Kini Andra, Devan, Rafi, Nayya Dan Putra sudah berada di meja makan. Kelimanya sibuk dengan makanan mereka masing masing.
-
Hening,
Hanya itu suasana di meja makan. Tidak ada satu pun yang bersuara. Mungkin hanya suara detingan sendok dan garpu yang mengisi keheningan disana.
-
Di tengah tengah makan mereka, suara berat dari seseorang membuat mereka menoleh.
-
"Malam anak anak Ayah"ucap Arka yang baru saja pulang, lalu ia duduk di kursi sebelah kanan Andra. Mereka belum menyadari kehadiran seseorang dibelakang Arka.
-
"Malam Yah"ucap mereka serempak, kecuali Putra
-
"Loh ini siapa?"tanya Arka
-
"Putra, om"ucap Putra sambil tersenyum ramah, lalu ia menyalimi tangan Arka
-
"Temen Rafi?"tanya Arka
-
"Iya om"
-
"Halo Tante"ucap Putra yang melihat seorang perempuan dibelakang Arka
-
"Halo juga"ucap perempuan itu dengan tersenyum ramah. Dia Lexa
-
Suara itu, membuat keempat anak Arka menoleh.
-
Deg
Kenapa dia kembali lagi kesini?
-
"*****!"ucap Rafi saat melihat Lexa
-
"Heh! Kebiasaan!"ucap Arka
-
"Reflek Yah"ucap Rafi
-
"Ngapain bawa dia kesini?"tanya Andra dingin
-
-
Andra berdecak. Bukannya menjawab justru Ayahnya malah bertanya balik.
-
"Ayah melanggar perjanjian kita. Oh apa jangan jangan Ayah lupa sama ucapan Andra waktu itu?"ucap Andra dingin
-
—Flashback on—
Sore itu, Andra mengajak Ayahnya untuk berbicara di ruang keluarga. Hanya mereka berdua saja yang ada disana.
-
"Apa yang mau kamu bicarakan Andra?"tanya Arka
-
"Tolong batalin pernikahan Ayah"ucap Andra
-
"Gak bisa Andra. Semua sudah diatur dan Ayah gak mungkin membatalkan semuanya. Besok acara sudah akan dimulai"ucap Arka
-
"Andra gak tega sama Nayya Yah. Dia tertekan. Andra gak mau Nayya sampai stress karena hal ini"
-
"Mana janji Ayah sama Bunda dulu? Mana Yah? Ayah bilang Ayah gak akan membuat putri semata wayang dari keluarga Davidson menangis. Tapi apa? Kini malah Ayah sendiri yang membuat putri ayah menangis"
-
Arka terdiam saat mendengar perkataan dari Andra.
-
"Jadi bagaimana? Ayah masih mau melanjutkan pernikahan Ayah besok?"tanya Andra
-
"Iya"
-
"Andra gak ngerti sama jalan pikiran Ayah sekarang. Dikasih apa Ayah sama perempuan itu sampe sampe Ayah mau menikahinya?"ucap Andra
-
Arka menghembuskan nafas lelahnya
"Kalian sudah bertambah dewasa dan Ayah bertambah tua. Ayah membutuhkan pendamping hidup diusia Ayah saat ini Andra. Karena nanti, keempat anak Ayah akan menikah. Pasti kalian akan lebih sibuk. Dan kemungkinan Ayah akan jarang bertemu dengan kalian. Lantas siapa yang akan mengurus Ayah, jika bukan Lexa?"
-
"Keempat anak Ayah masih bisa ngurus Ayah walaupun nanti masing masing dari kita akan menikah"ucap Andra
-
"Tapi semua itu tidak bisa berlangsung lama Andra. Kalian juga pasti sibuk dengan urusan masing masing"
-
Andra tersenyum kecut. Bahkan ucapannya selama ini tidak pernah di dengarkan oleh Ayahnya.
-
"Oke, kalau Ayah masih tetap ingin mempertahankan acara pernikahan Ayah besok. Tapi Andra ingin meminta sebuah permintaan dan Ayah harus berjanji akan melakukannya"
-
"Apa?"
-
"Jangan bawa Tante Lexa kerumah ini disaat kalian sudah sah nanti. Jangan pernah nampakin muka dia didepan keempat anak Ayah. Jangan pernah ngomongin dia jika Ayah sedang bersama dengan keempat anak Ayah"
-
"Cuman itu permintaan Andra. Apa Ayah bisa berjanji agar tidak melakukan apa yang Andra sebutkan tadi? Ini demi perasaan keempat anak Ayah"
-
"Ayah janji Andra. Tapi Ayah mohon kalian datang ke pernikahan Ayah besok. Hanya kalian yang Ayah punya"
-
"Andra sama ketiga adik Andra akan datang kesana"
-
Setelah mengucapkan itu Andra beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Ayahnya yang masih di ruang keluarga. -
—Flasback off—
-
"Maaf jika Ayah melanggar perjanjian itu. Tapi Ayah tidak bisa membagi waktu Ayah untuk bertemu kalian. Ayah rindu menghabiskan waktu dengan kalian. Jadi mulai malam ini Ayah dan Lexa akan tinggal disini"ucap Arka
-
Dua hari telah berlalu. Mpls pun sudah selesai. Murid murid baru kini sudah resmi menjadi bagian dari SMA Garuda.
-
Saat ini sedang waktunya jam istirahat. Dan seperti biasa, kantin selalu ramai apalagi kalau para anggota Razet sedang berkumpul disana.
-
Di pojok kanan kantin sudah ada anak anak Razet yang duduk dimeja panjang milik mereka.
-
"MANG UJANG MIE AYAMNYA LIMA YA. YANG PUNYA KENNATH DI BANYAKIN AYAMNYA. JANGAN LUPA JUGA ES TEH NYA MANG!"teriak Kennath pada penjual mie ayam yang berada dikantin
-
"Siap den!"teriak balik Mang Ujang
-
"Jadi gimana dengan rencana kita?"tanya Kennath
-
"Belum ada informasi dari anak anak"ucap Putra
-
"Apa mereka tau kalau kita mata matain mereka?"tanya Zaki
-
"Gue rasa enggak. Lo tau sendiri, anak anak Razet pada jago nyamar semua. Dan bisa gue pastiin anak Tunas Bangsa maupun Geng Tiger gak ada yang tau kalau Zain sama Diat lagi nyamar jadi murid baru di sekolah mereka"ucap Rafi
-
"Lah tuh curut ditugasin kesana? Pantesan dari tadi gak keliatan batang idungnya"ucap Kennath
-
"Lo yakin rencana kita gak bakal ketauan?"tanya Zaki ragu
-
"Gue yakin mereka berdua bisa nyelesaiin tugasnya"ucap Putra
-
Tak lama Mang Ujang serta satu orang perempuan paruh baya yang berada dibelakangnya datang ke meja mereka dengan membawa pesanan yang Kennath pesan tadi.
-
"PUNYA GUE YANG BANYAK AYAMNYA!! AWAS AJA ADA YANG NGAMBIL!!"ucap Kennath rusuh, lalu ia mengambil satu mangkok mie ayam yang sudah berada diatas meja mereka.
-
"Maaf ya Mang. Temen saya yang satu ini emang rada rada otaknya"ucap Rafi
-
Mang Ujang hanya terkekeh, lalu ia kembali ke gerobaknya untuk melayani pembeli yang lainnya.
-
"Udah jomblo banyak tingkah lagi"celetuk Zaki
-
"Yang penting banyak yang mau sama gue"ucap Kennath
-
"Banyak? Perasaan Salma doang yang mau sama lo"ucap Zaki
-
"*******, pake buka kartu gue!"ucap Kennath
-
Ada yang kangen? Maap lama gak up, tugas miss numpuk bngt🙃