The Bad Twins

The Bad Twins
the bad twins-19



The Bad Twins



"Cari tempat duduk dulu gih, gue mesen dulu"ucap Putra


-


"Jang pedes pedes nasgornya"ucap Nayya mengingatkan


-


"Iya gue tau"ucap Putra, lalu cowok itu memesan makanan


-


Sedangkan Nayya mencari tempat duduk. Saat ia ingin berbalik, tiba tiba tubuhnya menabrak seorang gadis yang sedang membawa dua gelas es teh dan dua piring nasi goreng diatas nampan. Untungnya makanan itu tidak tumpah.


-


"Eh sorry sorry gue gak liat"ucap Nayya


-


"Iya gapapa. Loh? Nayya?"ucap Ajeng


-


"Lah elo. Ngapain disini?"tanya Nayya


-


"Biasa, ngapel sama pacar"ucap Ajeng sambil terkekeh kecil


-


Nayya hanya manggut manggut


-


"Lo kesini sama siapa?"tanya Ajeng


-


"Putra"


-


"Ceritanya lagi pdkt nih?"goda Ajeng


-


"Gak usah mulai Je😑"


-


"Maap maap. Oh iya udah dapet tempat duduk? Kalo belom gabung aja di meja gue sama Rafi. Masih muat kok"ucap Ajeng


-


"Boleh deh"ucap Nayya


-


"Yaudah ayok"


-


Ajeng pun berjalan lebih dulu. Nayya mengikutinya dari belakang.


.


.


"Kok lama Je?"tanya Rafi yang melihat Ajeng duduk dihadapannya dengan membawa nampan yang berisi makanan


-


"Ada kendala sedikit tadi"ucap Ajeng


-


Nayya duduk disamping Ajeng


-


"Kok lo bisa disini Nay?"tanya Rafi yang baru sadar akan kehadiran Nayya


-


"Bisa lah"


-


"Sama Putra kesininya?"tanya Rafi oagi -


"Kok tau? Jangan jangan lo yang nyuruh dia jemput gue"


-


Rafi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


-


"Kan ketauan😑"ucap Nayya


-


Tak lama Putra datang menghampiri mereka.


-


"Etdah gue cariin tau taunya disini"ucap Putra, kemudian ia duduk disamping Rafi


-


"Serasa double date"celetuk Ajeng


-


"Lah iya. Baru sadar gue"sahut Putra


-


Setelah itu hening, tak ada lagi yang berbicara. Semuanya sibuk melahap makanan masing masing.


-


Suara deruman dua motor menepi di dekat warkop. Para anggota Razet pun sudah terlihat disana.


-


Kedua cowok itu duduk di kursi kayu panjang yang ada disana. Siapa lagi kalau bukan Putra dan Rafi. Keduanya baru saja datang, karena harus mengantar Nayya dan Ajeng pulang terlebih dahulu.


-


"Abis dari mana lo berdua?"tanya Kennath


-


"Paling ngapel sama pasangan masing masing"sahut Zaki


-


"Emang si pak bos punya pacar? Deket sama cewek aja boro boro. Sekalinya ada yang ngedeketin juga diusir"ucap Diat


-


"Bukan pacar, tapi gebetan. Itu loh adeknya si Rafi"ucap Zaki


-


"Lah elo suka sama Nayya Put?"tanya Kennath


-


"Gatau gue"ucap Putra


-


"Jadi kalo gue suka sama dia gak papa kan?"tanya Kennath


-


Semuanya langsung menoleh kearah Kennath. Beberapa ada yang saling pandang. Dan ada juga yang menatap Kennath serius. Termasuk Rafi dan Putra.


-


"***** gue bercanda. Muka lo pada serius amat🤣"ucap Kennath


-


"Bukan apa apa nih ya Neth. Gue masih sayang sama muka lo. Kalo bonyok kan kasian. Udah tampang pas pasan, terus ditambah bogeman sama pak bos. Sama Rafi juga. Gak kebayang deh gue muka lo bakal gimana"ucap Varo, salah satu anggota Razet


-


"******* lo nyet"ucap Kennath sambil melemparkan kacang yang sedang ia makan


-


"Jangan mainin adek gue kalau lo gak mau mati. Gak perduli sedeket apapun gue sama lo"ucap Rafi santai, tapi tajam


-


Suara derum motor 30 cowok membuat keadaan warkop menjadi gaduh. Anak anak Razet yang sekitar 15 orang itu pun berdiri dari tempat duduknya. Memandang puluhan cowok dihadapan mereka.


-


"*******! Ngajak ribut lo?"tanya Putra


-


"Kenapa? Takut kalah lo?"ucap Husein sambil memandang Putra remeh


-


"Bukan Razet namanya kalo takut sama geng biskuit kayak lo"ucap Rafi


-


"Bacot lo ******!"teriak Arya


-


"Udah lah Sen, serang sekarang aja. Tangan gue gatel mau nonjok tuh muka mereka yang sok kegantengan itu"ucap Abip


-


Bukan sok ganteng, tapi emang ganteng. Ya gak gais?


-


"Gue ladenin Geng lo"ucap Putra


-


Kini pertempuran siap terjadi. Kimi Geng Razet dan Geng Regal berhadapan. Walaupun lawan tak seimbang.


-


"SERANG!!"komando Husein


-


"SERANG!!"komando Putra


-


Suara pukulan kini menggema. Kedua kubu sama sama kuat dan beringas.


-


Tenaga mulai terkuras. Kali ini Geng Razet mulai kewalahan, karena anggota Geng Regal makin bertambah banyak. Beberapa dari anggota Razet pun tumbang beberapa kali.


-


Hampir saja mereka kalah. Gerombolan dari arah belakang datang. Dengan seorang perempuan yang memimpin di depannya.


-


Putra melihat kearah mereka. Mereka adalah anggota Geng Razet, serta Nayya yang berada di barisan paling depan.


-


"Serang sekarang!"perintah Nayya dingin, lalu ia memilih minggir ke dalam warkop. Sedangkan para anggota Geng Razet yang tadi berada dibelakangnya kini sudah maju melawan Geng Regal


-


Perkelahian semakin sengit sekarang.


-


"WOI BALIK WOY!! GUE GAK MAU MATI DISINI!"


-


Suara itu membuat para Geng Regal pergi dari jalanan sepi dekat warkop itu.


-


"Cupu najis! Udah nyari ribut duluan, eh malah kabur duluan juga"ucap Kennath


-


"SONO NGADU SAMA EMAK LO!"teriak Zaki


-


Putra memandang segerombolan anggota Razet yang tadi baru datang. Jumlah mereka hampir 30 orang.


-


"Thanks"ucap Putra


-


"Santai kali bos"ucap Dino


-


"Kok lo pada tau kalo kita diserang sama tuh Geng biskuit?"tanya Diat heran


-


"Tuh"ucap ketiga puluh orang itu sambil menunjuk Nayya dengan dagu mereka


-


Nayya yang sedari tadi fokus pada ponselnya pun kini beralih menatap mereka semua.


-


"Kenapa?"tanya Nayya


-


Gerombolan para cowok itu menghampiri Nayya


-


Rafi duduk disamping Nayya


"Thanks Nay"


-


Nayya mengangguk


-


"Lo kok tau kita diserang?"tanya Putra


-


"Tanpa gue cari tau, informasi bisa dateng ke gue kapan aja kalau gue mau"ucap Nayya


-


Hari hari, bahkan berbulan bulan telah berlalu.


-


Ujian akhir semester dua telah selesai. Dan sekarang saatnya para OSIS sibuk untuk mempersiapkan MPLS kelas 10. Termasuk Nayya, Ajeng, Salma, Diva, Rafi dan Putra.


-


Hari ini adalah hari Minggu. Hari yang biasanya dipakai untuk bersantai kini malah dipakai untuk persiapan MPLS.


-


Saat ini memang para OSIS kelas 10 dan kelas 11 sedang mengadakan rapat.


-


-


"Kalo ada yang bikin masalah atau ngelanggar peraturan diapain Put?"tanya Diva


-


"Hukum"


-


"Hukumnya bebas atau gimana?"tanya Sarah


-


"Gue serahin ke kalian. Seterah mau ngasih hukuman apa. Yang penting bikin dia kapok. Kalo belom kapok juga, biar gue yang turun tangan"ucap Putra


-


Semuanya hanya mengangguk


-


"Ada pertanyaan lagi?"tanya Putra


-


Semuanya menggeleng


-


"Oke kalian boleh pulang. Besok jangan telat. Usahain dateng lebih pagi"ucap Putra


-


"Lo juga"ucap Nayya


-


"Untuk tiga hari ini gue dateng pagi. Seterusnya sih hanya mata gue yang tau"


-


"Apa hubungannya ****"sahut Salma


-


"Ada. Kalo mata gue masih ngantuk ya palingan gue telat"


-


"Bodoamat *******!"ucap para anggota OSIS serempak, kecuali Nayya. Ia hanya geleng geleng kepala. Padahal ia sama Putra sama saja. Sama sama suka telat maksudnya.


-


Putra berjalan keluar


-


"Mau gue kunciin lo semua disini?"ucap Putra yang sudah berada diambang pintu


-


Tanpa menjawab pertanyaan Putra, mereka semua keluar dari ruang OSIS.


-


Setelah semuanya sudah keluar. Putra mengunci pintu ruangan OSIS.


-


"Yok balik"ucap Putra pada Nayya


-


Nayya mengangguk, lalu keduanya berjalan beriringan kearah parkiran.


-


Memang satu bulan belakangan ini keduanya terlihat dekat. Bahkan orang orang mengira mereka sudah berpacaran.


-


Tapi jangan ngira kalau sifat dingin Nayya berubah menjadi hangat dan ramah. Justru malah awet dinginnya.


-


Hari ini adalah hari pertama MPLS di SMA Garuda.


-


MPLS dimulai dari upacara pembukaan.


-


Saat ini Rafi dan Ajeng sedang bertugas memberi hukuman para murid MPLS yang telat.


-


Sepertinya kali ini Ajeng harus menjadi galak sampai dua hari kedepan.


-


"Hari pertama masuk aja udah telat. Gimana besok?"sentak Ajeng


-


"Maaf kak...."ucap mereka serempak


-


"Mau jadi apa kalian? Mau sok sok an jadi bad girl and bad boy? Iya?"tanya Ajeng galak


-


Semuanya menggeleng. Toh memang bukan itu niatan mereka.


-


Tiba tiba ada tiga orang cowok yang baru saja datang.


-


Rafi menghampir mereka. Ia melihat name tag mereka satu persatu. Rajendra Putra A, Hadi Al Ghifary dan Ibra Herista.


-


"Kenapa telat? Males sekolah?"tanya Rafi pada mereka bertiga


-


"Yang penting gue masuk sekolah"ucap Raja


-


"Ikut baris sana"perintah Rafi


-


Ketiganya pun langsung pergi ke barisan.


-


"LARI KELILING LAPANGAN 5 KALI! CEPET! GAK LAMA!"sentak Ajeng


-


Para murid MPLS yang telat itu pun segera berlari keliling lapangan.


-


"Jangan galak galak. Cepet tua"ucap Farry, yang masih diam ditempatnya sambil memasukan tangannya ke saku celana


-


"Diem! Udah sana ikut lari. Ngapain masih disitu?"sentak Ajeng sambil berkacak pinggang


-


Farry berjalan mendekat kearah Ajeng


"Lo lebih cantik kalau gak galak". Setelah mengucapkan itu ia langsung berlari, menyusul yang lainnya.


-


"Maksud dia gue jelek gitu kalau galak?"gumam Ajeng


-


Merasa bodoamat dengan ucapan Farry tadi. Ajeng kembali menjalankan tugasnya.


.


.


Kini upacara pembukaan telah selesai. Para murid yang mengikuti MPLS pun sudah disuruh masuk ke kelas yang sudah ditentukan.


-


Nayya dan Putra pun sudah berada di kelas X-3 sejak upacara dibubarkan.


-


"Tuh muka jangan kayak triplek apa. Datar amat"ucap Putra yang memperhatikan raut wajah Nayya


-


"Udah dari sananya begini"


-


Tak lama para murid baru pun masuk kedalam kelas. Seketika kelas menjadi sedikit berisik akibat para murid yang mencari tempat duduk.


-


"Selamat pagi semua"ucap Putra


-


"Pagi kak"


-


"Selamat datang di SMA Garuda"ucap Nayya dingin


-


"Disini kita perkenalan dulu ya. Gue Rajadin Putra Bachtera. Biasa dipanggil Putra"ucap Putra


-


"Nayya"ucap Nayya dingin


-


"Dingin amat mbak"


-


Suara itu membuat Nayya dan Putra menengok.


-


"Gak ngerugiin lo kan?"ucap Nayya dingin


-


"Rugi lah. Gue jadi gak bisa ngeliat senyum lo yang indah itu"


-


Nayya melihat name tag cowok itu. Ibra Herista.


-


"Maju kedepan lo"perintah Nayya


-


"Dengan senang hati"ucap Ibra, lalu ia berjalan ke depan kelas dan berdiri disamping Nayya.


-


"Siapa suruh disini?"tanya Nayya dingin


-


"Gak ada. Gue pengen deket lo aja"ucap Ibra


-


"Gausah keganjenan lo"ucap Putra sambil menarik kerah baju Ibra agar berganti posisi disampingnya.


-


Cemburu Put?


-


"Push up 10 kali. Cepet"ucap Nayya


-


"Siap cantik"ucap Ibra sambil mengambil posisi push up


-


Setelah selesai, Ibra kembali berdiri.


-


"Udah"ucap Ibra


-


"Duduk lagi lah. Mau gue suruh push up lagi?"ucap Putra


-


"Kalo lo yang nyuruh gue ogah"ucap Ibra sambil berjalan ke tempat duduknya


-


'Nyari gara gara nih bocah'


-


"Nay jelasin dulu, gue mau ke toilet bentar"ucap Putra


-


"Jangan lama"ucap Nayya


-


Putra mengangguk lalu keluar dari kelas. Kemudian Nayya mulai menjelaskan.


-


"Jadi selama tiga hari ini kalian harus ngumpulin tanda tangan OSIS. Harus semua anak OSIS. Dari ketua, wakil, pengurus dan anggotannya"


-


"Untuk hari ini kita cuman keliling sekolah. Biar kalian tau denah sekolah ini gimana"ucap Nayya datar


-


"NAYYA!! NAYYA!! PUTRA BERANTEM SAMA ANAK BARU DI LAPANGAN!!"


-


Pekikan seorang cowok itu membuat semua yang ada dikelas X-3 menengok kearah pintu.


-


Nayya yang mendengar itu langsung keluar dari kelas dan pergi ke lapangan.


-


"HAJAR TERUS PUT!! JANGAN KASIH AMPUN!!"seru para murid yang sedang menyaksikan perkelahian antara Putra dengan anak baru kelas 10 itu.


-


monggo di komen dan di boco plus like nya juga yo


haha penasaran gak nihh?