The Bad Twins

The Bad Twins
the bad twins-15



(yang kangen Rafjeng sini merapat)


The Bad Twins



Ajeng duduk di balkon kamarnya. Ia sedang menunggu kabar dari seseorang saat ini. Siapa lagi kalau bukan Rafi?


-


Sudah beberapa hari ini Rafi tak ada kabar. Jika menghubungi Ajeng itu pasti cuman mengajaknya jalan. Seperti kemarin misalnya.


-


"Kamu kemana sih Fi? Kenapa jarang ada kabar sekarang?"tanya Ajeng


-


Tiba tiba polselnya berdering


Jamet❤️ is calling.


-


Ajeng mengangkatnya. Namun tak ada suara sama sekali dari sebrang sana.


-


Ajeng: Fi?


Rafi: ......


Ajeng: Fi? Kenapa nelpon?


Rafi: Ke halte deket rumah kamu sekarang ya


Ajeng: Iya Jeje kesana. Tungguin. Rafi jangan kemana mana


Ajeng pun langsung mematikan sambungan panggilan


-


Ia langsung bergegas mengambil jaketnya, lalu pergi keluar rumah. Tidak peduli sekarang sudah larut malam. Yang penting ia menemui Rafi sekarang.


-


Ajeng sangat yakin bahwa Rafi sedang berada dikeadaan terpuruk. Walaupun Rafi tidak bercerita, tapi Ajeng tau dari nada suaranya.


-


"RAFII!!"


-


Teriak Ajeng saat melihat Rafi duduk di halte. Lalu Ajeng duduk di samping Rafi sambil menetralkan deru nafasnya.


-


"Kamu kenapa?"tanya Ajeng


-


Rafi hanya menatap Ajeng. Bisa ia lihat nafas Ajeng tidak beraturan saat ini. Pasti ia terburu buru datang kesini.


-


"Ayah mau nikah lagi Je"lirih Rafi


-


"Hah?!"


-


Ajeng kaget tentunya


-


"Ayah gak sayang lagi ya Je sama anak anaknya?"


-


Ajeng menggeleng


"Ayah kamu masih sayang kok sama kamu. Cuman dia perlu pengganti Bunda kamu di umur dia yang sekarang"


-


"Gue tau itu, tapi terlalu berat untuk nerima semuanya Je"


-


Ajeng mendekat ke Rafi, lalu memeluknya dari samping


"Fi, seberat apapun masalah kamu sekarang. Tuhan gak bakal ngasih ujian yang melebihi batas kemampuan umatnya. Jadi Jeje percaya Rafi bisa ngelewatin semuanya"


-


"Jangan nyerah Fi. Semua pasti ada jalan keluarnya. Jeje bakal bantuin Rafi nyari jalan keluarnya"


-


Paginya.


Nayya berjalan santai di koridor sekolah. Saat hendak menaiki tangga untuk kelantai dua, seseorang memanggilnya. -


"NAYYAA!!!"


-


Cowok itu berlari mendekat kearahnya.


-


"PAGI NAY"sapa Putra sambil tersenyum


-


Bukannya membalas Nayya malah melanjutkan jalannya. Putra pun langsung menyusulnya. Dan kini ia sudah berada disamping Nayya, berjalan beriringan dengannya.


-


"Kok gak nyapa balik sih Nay? Pamali loh"ucap Putra


-


"Nay kok gue di diemin sih?"


-


"Semalem aja lo baik terus anget lagi. Sekarang jadi dingin lagi"


-


Dikira Nayya gorengan yang baru diangkat apa Put?


-


Nayya menghentikan langkahnya. Lalu menengok kearah Putra yang ikut berhenti juga karenanya.


-


"Mau lo apa sih?"tanya Nayya kesal


-


"Ngomong sama lo"


-


"Gak ada yang perlu kita omongin"


-


"Tapi gue perlu"


-


"Gue lagi buru buru Put. Buku gue kebawa sama Rafi soalnya. Dan nanti itu pelajaran pertamanya. Kalo mau ngomong nanti aja"


-


"Yaudah ayok bareng"


-


"Seterah"


-


Nayya kembali melanjutkan langkahnya. Begitu pun juga dengan Putra. Mereka berdua berjalan beriringan untuk pergi ke kelas XI-5.


-


Keduanya masuk kedalam kelas XI-5. Kelas yang tadinya ramai seketika menjadi tambah ramai karena anak anak Razet yang menggoda Nayya dan Putra.


-


"CIEEE PAK BOS SAMA ENENG NAYYA"


.


"NAH KAN KALO KAYAK GINI ADEM NGELIATNYA. SUMPEK JUGA KAN KALO NGELIAT SI PUTRA NGELAMUN MULU KAYAK ORANG KESAMBET"


.


"PAJAK JADIAN BOLEH KALI"


-


"Gue cuman temen sama dia"ucap Nayya, lalu menghampiri Rafi


-


Rafi yang mengerti pun langsung mengembalikan buku Nayya yang ia pinjam tadi malam.


-


"Gue balik ke kelas ya Fi"ucap Nayya


-


Rafi mengangguk. Setelah itu Nayya pergi ke kelasnya.


-


Rafi menghampiri Putra, lalu menepuk bahunya


-


"Kalau lo beneran sayang sama adik gue. Jaga dia baik baik. Jangan sakiti dia. Sampai gue tau lo nyakitin dia atau bikin dia nangis. Gue gak segan segan bunuh lo. Because, my twins is more valuable than you"


-


Kantin, salah satu tempat yang paling ramai saat ini. Jam istirahat memang sudah berbunyi sejak tadi.


-


Jika semua murid memilih ke kantin. Nayya malah duduk dipinggir lapangan sekarang. Walaupun dilapangan tidak ada pertandingan sama sekali.


-


Seorang cowok menyodorkan air mineral kepada Nayya, siapa lagi kalau bukan Putra? Biasa lah mau pdkt dia.


-


"Buat lo"


-


Nayya mengambil air mineral yang disodorkan oleh Putra


-


"Makasih"ucap Nayya


-


"Kenapa gak ke kantin?"tanya Putra sembari duduk disamping Nayya


-


"Males"


-


Putra hanya manggut manggut


-


"Lo ada masalah ya Nay?"tanya Putra yang sedari tadi memperhatikan wajah Nayya


-


"Gak usah sok tau"


-


"Keliatan dari muka lo kalo lo lagi ada masalah"


-


"Walaupun gue gak tau apa masalah lo sekarang. Lo harus yakin, Tuhan ngasih lo masalah dan semuanya pasti ada jalan keluar"


-


"Gak ada jalan keluar di masalah gue Put"


-


"Bukan gak ada. Tapi lo yang gak mau nyari dan gak mau berusaha"


-


Kata kata Putra memang benar saat ini.


-


"Gue yakin lo bisa menghadapi masalah lo sekarang. Yang penting lo harus sabar. Pelan pelan semuanya bakal selesai, ya walaupun gak gampang"


-


-


Putra mengacak ngacak rambut Nayya


"Gitu dong senyum. Bosen juga kan gue ngeliat muka lo yang datar"


-


"Udah pernah kena timpuk sepatu gue?"tanya Nayya


-


"Bercanda sayang"ucap Putra sambil terkekeh


-


"Sayang sayang, makan nih sayang"ucap Nayya sambil memasukan daun yang berada ditangannya sejak tadi ke mulut Putra


-


Nayya terkekeh saat melihat wajah Putra yang menurutnya konyol itu.


-


"Ya Allah Nay, jahat amat sih"ucap Putra


-


"Sekali kali gak papa lah"


-


"Ohh, jadi sekarang udah mulai berani sama gue"ucap Putra sambil mengacak ngacak rambut Nayya gemas


-


"Heh, udah! Rambut gue berantakan"ucap Nayya sambil menepis tangan Putra


-


Putra terkekeh saat melihat wajah kesal Nayya


"Nay?"


-


"Apa?"


-


"Bisa janji sama gue?"


-


"Janji? Apa?"


-


"Kayak gini terus ya kalau lagi disamping gue, bisa kan?"


-


Seorang pria dan perempuan sedang berjalan beriringan di koridor sekolah. Mereka berdua sama sama berjalan kearah rooftop.


-


"Ngapain ngajak kesini?"tanya Salma


-


"Pengen berduaan sama kamu seharian ini boleh kan?"tanya Kennath


-


Salma berdecak. Bukannya menjawab Kennath malah bertanya balik.


-


"Boleh. Tapi kok tumben? Selama kita putus lo gak mau kita ketemu, apalagi berduaan"ucap Salma


-


"Jangan pake lo-gue kalo lagi ngomong sama aku. Biasain kayak dulu lagi"ucap Kennath


-


"Dulu sama sekarang udah beda Neth. Dulu kita pacaran, sekarang enggak"ucap Salma


-


"Ngomong aku-kamu gak mengharuskan kita pacaran dulu kan?"ucap Kennath


-


"Seterah"ucap Salma pasrah


-


"Sal?"


-


"Apa?"


-


"Salma?"


-


"Apa?"


-


Kennath mendekat kearah Salma dan itu membuat Salma mundur hingga terbentur oleh dinding.


-


"Masalah aku yang ada sangkut pautnya sama hubungan kita udah kelar sekarang. Jadi..."


-


Kennath menggantung ucapannya sambil mengikis jarak wajah diantara mereka.


-


"Ja-jadi apa?"tanya Salma gugup


-


"Kita balikan yuk?"


.


.


Diva dan Ajeng berjalan keluar dari kantin, mereka berdua kini sedang mencari keberadaan kedua temannya yang menghilang sejak bel istirahat berbunyi.


-


"Astaga Je temen lo yang dua itu kemanain sih? Gue udah cape nyariinnya"cerocos Diva


-


"Div bisa diem dulu gak sih? Baru juga kita ngiterin kantin. Belom satu sekolah. Jadi gak usah bawel"ucap Ajeng


-


"Ya tapi kan gue jadi laper lagi Je"ucap Diva


-


"Perut mulu yang diurusin"ucap Ajeng sambil menoyor kepala Diva


-


"Biarin yang penting sehat"


-


"Sehat kagak badan lo kayak gentong iya"


-


"HADUHH AJENG FAUZIAH YANG MUKANYA IMUT TAPI NGESELINNYA GAK KETULUNGAN. NIH GUE KASIH TAU. BADAN GUE TUH SEGINI SEGINI AJA WALAUPUN MAKAN BANYAK"


-


"Oh iya lupa, lo kan cacingan"ucap Ajeng, setelah itu ia langsung ngacir entah kemana


-


"AJENGG!! AWAS LO YA!! UNTUNG TEMEN GUE LO! KALO ENGGAK UDAH GUE JADIIN TEMPE OREK LO DARI TADI!"


-


Perhatian Ajeng dan Diva kini tertarik pada Salma. Tidak seperti biasanya ia senyum senyum sendiri seperti ini. Sedangkan Nayya ia malah sibuk mendengarkan lagu melalui earphone yang sudah bertengger ditelinganya.


-


"Sal lo ngapa senyum senyum?"tanya Diva


-


Salma menoleh


-


"Gak papa"


-


"Gak kesambet kan lo? Soalnya gue takut kalo temen gue kesambet sama setan sekolah"ucap Ajeng


-


"Lo nyumpahin?"tanya Salma


-


"Ya enggak. Kan takutnya Meu. Emangnya lo abis ngapain sampe senyam senyum gitu"ucap Ajeng


-


"Hooh, cerita dong. Gue kepo stadium akhir nih"ucap Diva


-


"Oke oke. Nay mau ikut denger gak?"ucap Salma


-


Nayya menggeleng


-


"Tadi gue diajak balikan sama Kennath. Ah rasanya kayak mimpi"ucap Salma sambil tersenyum lebar


-


"Terus lo terima?"tanya Diva


-


"Belom. Kali kali lah gue jual mahal sama dia"ucap Salma terkekeh


-


"Sok jual mahal. Ntar ditinggalin lagi curhat ke gue tujuh hari tujuh malem gak berhenti berhenti"ucap Ajeng


-


"Gak usah buka kartu Je😑"ucap Salma


-


"Hehe"


-


"Saran kalian gimana? Gue terima atau enggak?"tanya Salma


-


"Ikutin kata hati lo"ucap Diva


-


"Gimana ya Div. Disisi lain gue masih kecewa sama dia"ucap Salma


-


"Menurut gue. Selagi lo berdua masih saling sayang kenapa gak balikan?"ucap Ajeng


-


"Iya juga sih. Tapi gue masih ngerasa ada yang aneh dengan alasan dia ngajak gue putus waktu itu"ucap Salma


-


"Jangan terima dia dulu. Cari tau alasan kenapa dia mutusin lo waktu itu. Kalo dia gak jawab dan malah ngelak berarti dia pengecut. Yang beraninya mainin hati cewek. Jangan mau balikan sama cowok kayak gitu. Cowok pengecut gak pantes sama cewek kayak lo. Cari cowok lain yang bisa bahagian lo"ucap Nayya yang sedari tadi hanya menyimak


-


"PANUTANQUU!!! LOPYU NAE😚"ucap Diva


-


Kalau menurut kalian gimana? balikan atau enggak?


-


hello,Seperti biasa miss je selalu nyuruh kalian buat tebyar jempol,kalo kalian rajin tebyar jempol kan,miss je makin semangat buat up nya.


Couple mana yang paling kalian fav di Novel ini?komen di bawah👇


pada penasaran gasyi sama visual mereka?Komen di bawah👇


intinya Jgn bosen bosen buat baca cerita ini!thx you baby