
The Bad Twins
โ
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 10 menit yang lalu. Semua murid pun sudah pulang.
-
Kini Nayya, Ajeng, Salma dan Diva berjalan dikoridor sekolah untuk pergi ke ruang OSIS. Sebenarnya Nayya malas untuk pergi kesana,entah kenapa dirinya tiba tiba dipanggil untuk kesana. -
Ajeng, Salma dan Diva masih Nayya wajarkan jika dipanggil kesana karena mereka bertiga memang OSIS, sedangkan Nayya? Ia bukan OSIS. Bahkan ia masih bernotabe menjadi anak baru di SMA Garuda.
-
Ceklekk
Di dalam ruang OSIS sudah dipenuhi beberapa murid. Mereka berempat masuk kedalam dan duduk di bangku yang sudah disediakan.
-
Nayya melihat Rafi yang berada didalam ruang OSIS. Mata mereka sempat bertemu,namun Nayya dengan cepat membuang mukanya.
-
Aca,selaku ketua OSIS disana beranjak dari duduknya sambil membawa kertas yang berada ditangannya.
-
"Sorry nyita waktu pulang kalian sebentar"ucap Aca
-
"Anak baru XI-3 yang mana?"tanya Aca -
Nayya mengacungkan tangan kanannya
-
"Lo jadi sekretaris OSIS baru"ucap Aca santai -
Nayya yang mendengar itu pun membulatkan matanya
-
"Kok bisa?"tanya Nayya
-
"Kepsek yang suruh gue mah tinggal menyampaikan"
-
"Yang jadi ketua OSIS baru Putra dan wakilnya Rafi. Bendaharanya Salma"ucap Aca
-
Putra, Rafi beserta Salma pun mengangguk
-
"Besok kita rapat. Disekolah. Jam 10. Gak ada yang terlambat!"tegas Aca,kemudian ia keluar dari ruang OSIS
-
"Udah?"tanya Nayya pada Ajeng yang kebetulan berada disampingnya
-
Ajeng pun mengangguk
-
"Ngerusak jam pulang gue aja!"dingin Nayya,kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruang OSIS tanpa memperdulikan Salma dan Diva yang sedari tadi meneriaki mamanya
โ
Gadis berambut sebahu itu baru saja keluar dari kamar mandi sekolah. Seorang pria bertubuh jangkung menghampirinya.
-
"Nay"panggil Aca
-
"Astagfirullah"ucap Nayya kaget saat melihat Aca yang jaraknya dekat dengan wajahnya
-
Nayya pun berjalan sedikit kebelakang untuk menjauhi wajah Aca
-
"Gue mau ngomong"ucap Aca
-
"Ngomong aja"
-
Aca menarik nafasnya "Jadi pacar gue"
-
Keadaan pun hening sebentar
-
1detik
2detik
3detik
-
"Gak!"tolak nayya dengan wajah yang datar sedatar datarnya
-
"Harus"
-
"Lo siapa gue? Sampe berani ngatur ngatur?"
-
"Gak ada penolakan dikamus gue"
-
"Gue gak nanya"
-
"Gue gak perduli. Intinya detik ini juga lo jadi pacar gue"
-
"Gue bilang enggak ya enggak! Kuping lo budek? Atau gak ngerti sama bahasa Indonesia?"
-
"Kayaknya elo yang gak ngerti sama bahasa Indonesia. Gue kan udah bilang lo jadi pacar gue detik ini"
-
"Gue gak akan pernah mau jadi pacar lo! Dan gue harap lo bisa ngerti dengan ucapan gue!"ucap Nayya yang menatap tajam Aca
-
-
"Gue bakal dapetin lo Alendra Nayyara"
.
.
Para OSIS keluar dari ruangannya. Ajeng, Salma dan Diva keluar paling awal.
-
"Nayya mana?"tanya seseorang dari belakang mereka
-
Refleks mereka bertiga pun menengok kearah sumber suara. Ternyata Rafi lah bertanya.
-
"Keluar duluan kan?"tanya Ajeng
-
"Gue nanya,lo nanya balik"ucap Rafi sambil menarik hidup Ajeng
-
"SAKIT RAFII!!"
-
"Sejak kapan lo berdua deket?"tanya Salma heran
-
"Sejak kita resmi bertunangan. Eh salah berpacaran"ucap Rafi sambil terkekeh
-
"GAK PJ GAK LANGGENG!!"ucap Kennath yang tiba tiba sudah berada disamping Salma
-
"Gue dukung asalkan lo berdua ngasih pj ke kita"sambung Diat
-
"SETUJU SAMA DIAT!!"ucap Salma, Kennath dan Diva serempak
-
"Oke,besok gue traktir"ucap Rafi
-
Sedangkan Ajeng ia hanya memutar kedua bola matanya malas. Sungguh hari kedua datang bulan membuat moodnya menurun.
โ
Nayya menuruni anak tangga dirumahnya. Kini tubuhnya sudah dibaluti dengan celana jeans hitam serta hoodie merah.
-
Nayya melihat ketiga Abangnya berada di ruang tengah. Tanpa mengeluarkan suara Nayya langsung mengambil sepatunya yang berada di lemari bawah tangga dan memakainya
- "Mau kemana?"tanya Andra yang melihat Nayya berjalan kearah pintu
-
"Pergi"
-
"Sama siapa? Cowok apa cewek? Kalo cowok suruh kesini orangnya ngehadep gue. Enak banget ngajak adek gue tanpa izin. Kalo cewek gue anter ketempat janjian lo"ucap Andra
-
Nayya mendengus sebal. Saat seperti ini lah ia merasa tak bebas. Ketiga Abangnya selalu overprotektif padanya. Kalau dibantah dikurung lah ia dikamarnya. Sabar ya nay:)
-
"Sama cewek"
-
"Siapa?"tanya Devan dengan tatapan tajamnya
-
"Cewek Rafi"ucap Nayya. Rafi pun langsung membulatkan matanya
-
Andra melirik Rafi sebentar
"Siapa namanya?"
-
"Ajeng"
-
"Gak boong?"tanya Devan serius
-
"Iya Abang ku sayang"ucap Nayya sambil mendengus kesal
-
"Gue anter"ucap Andra,lalu naik keatas kamarnya untuk mengambil jaket
-
"Pinjem motor lo"ucap Andra
-
Mau tidak mau suka tidak suka Rafi harus memberikan kunci motornya pada Andra. Jika tidak,bisa bisa motornya disita oleh Andra.
-
"Lo berdua jangan kemana mana! Sampe keluyuran gue ambil kendaraan lo berdua"ancam Andra
-
Keduanya hanya mengangguk pasrah
-
Andra kemudian menarik pergelangan tangan Nayya dengan lembut. Sesampainya di depan ia langsung menaiki motor Rafi yang kebetulan ada di depan halaman rumah. Nayya pun naik ke motor. -
"Mau kemana?"tanya Andra
-
"Caffe Eatery"
-
Tak butuh waktu lama Andra langsung melesatkan motornya menuju Caffe.
next?like and komen๐