The Bad Twins

The Bad Twins
the bad twins-5



The Bad Twins


โ€”


Bel pulang sekolah sudah berbunyi 10 menit yang lalu. Semua murid pun sudah pulang.


-


Kini Nayya, Ajeng, Salma dan Diva berjalan dikoridor sekolah untuk pergi ke ruang OSIS. Sebenarnya Nayya malas untuk pergi kesana,entah kenapa dirinya tiba tiba dipanggil untuk kesana. -


Ajeng, Salma dan Diva masih Nayya wajarkan jika dipanggil kesana karena mereka bertiga memang OSIS, sedangkan Nayya? Ia bukan OSIS. Bahkan ia masih bernotabe menjadi anak baru di SMA Garuda.


-


Ceklekk


Di dalam ruang OSIS sudah dipenuhi beberapa murid. Mereka berempat masuk kedalam dan duduk di bangku yang sudah disediakan.


-


Nayya melihat Rafi yang berada didalam ruang OSIS. Mata mereka sempat bertemu,namun Nayya dengan cepat membuang mukanya.


-


Aca,selaku ketua OSIS disana beranjak dari duduknya sambil membawa kertas yang berada ditangannya.


-


"Sorry nyita waktu pulang kalian sebentar"ucap Aca


-


"Anak baru XI-3 yang mana?"tanya Aca -


Nayya mengacungkan tangan kanannya


-


"Lo jadi sekretaris OSIS baru"ucap Aca santai -


Nayya yang mendengar itu pun membulatkan matanya


-


"Kok bisa?"tanya Nayya


-


"Kepsek yang suruh gue mah tinggal menyampaikan"


-


"Yang jadi ketua OSIS baru Putra dan wakilnya Rafi. Bendaharanya Salma"ucap Aca


-


Putra, Rafi beserta Salma pun mengangguk


-


"Besok kita rapat. Disekolah. Jam 10. Gak ada yang terlambat!"tegas Aca,kemudian ia keluar dari ruang OSIS


-


"Udah?"tanya Nayya pada Ajeng yang kebetulan berada disampingnya


-


Ajeng pun mengangguk


-


"Ngerusak jam pulang gue aja!"dingin Nayya,kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruang OSIS tanpa memperdulikan Salma dan Diva yang sedari tadi meneriaki mamanya


โ€”


Gadis berambut sebahu itu baru saja keluar dari kamar mandi sekolah. Seorang pria bertubuh jangkung menghampirinya.


-


"Nay"panggil Aca


-


"Astagfirullah"ucap Nayya kaget saat melihat Aca yang jaraknya dekat dengan wajahnya


-


Nayya pun berjalan sedikit kebelakang untuk menjauhi wajah Aca


-


"Gue mau ngomong"ucap Aca


-


"Ngomong aja"


-


Aca menarik nafasnya "Jadi pacar gue"


-


Keadaan pun hening sebentar


-


1detik


2detik


3detik


-


"Gak!"tolak nayya dengan wajah yang datar sedatar datarnya


-


"Harus"


-


"Lo siapa gue? Sampe berani ngatur ngatur?"


-


"Gak ada penolakan dikamus gue"


-


"Gue gak nanya"


-


"Gue gak perduli. Intinya detik ini juga lo jadi pacar gue"


-


"Gue bilang enggak ya enggak! Kuping lo budek? Atau gak ngerti sama bahasa Indonesia?"


-


"Kayaknya elo yang gak ngerti sama bahasa Indonesia. Gue kan udah bilang lo jadi pacar gue detik ini"


-


"Gue gak akan pernah mau jadi pacar lo! Dan gue harap lo bisa ngerti dengan ucapan gue!"ucap Nayya yang menatap tajam Aca


-


-


"Gue bakal dapetin lo Alendra Nayyara"


.


.


Para OSIS keluar dari ruangannya. Ajeng, Salma dan Diva keluar paling awal.


-


"Nayya mana?"tanya seseorang dari belakang mereka


-


Refleks mereka bertiga pun menengok kearah sumber suara. Ternyata Rafi lah bertanya.


-


"Keluar duluan kan?"tanya Ajeng


-


"Gue nanya,lo nanya balik"ucap Rafi sambil menarik hidup Ajeng


-


"SAKIT RAFII!!"


-


"Sejak kapan lo berdua deket?"tanya Salma heran


-


"Sejak kita resmi bertunangan. Eh salah berpacaran"ucap Rafi sambil terkekeh


-


"GAK PJ GAK LANGGENG!!"ucap Kennath yang tiba tiba sudah berada disamping Salma


-


"Gue dukung asalkan lo berdua ngasih pj ke kita"sambung Diat


-


"SETUJU SAMA DIAT!!"ucap Salma, Kennath dan Diva serempak


-


"Oke,besok gue traktir"ucap Rafi


-


Sedangkan Ajeng ia hanya memutar kedua bola matanya malas. Sungguh hari kedua datang bulan membuat moodnya menurun.


โ€”


Nayya menuruni anak tangga dirumahnya. Kini tubuhnya sudah dibaluti dengan celana jeans hitam serta hoodie merah.


-


Nayya melihat ketiga Abangnya berada di ruang tengah. Tanpa mengeluarkan suara Nayya langsung mengambil sepatunya yang berada di lemari bawah tangga dan memakainya


- "Mau kemana?"tanya Andra yang melihat Nayya berjalan kearah pintu


-


"Pergi"


-


"Sama siapa? Cowok apa cewek? Kalo cowok suruh kesini orangnya ngehadep gue. Enak banget ngajak adek gue tanpa izin. Kalo cewek gue anter ketempat janjian lo"ucap Andra


-


Nayya mendengus sebal. Saat seperti ini lah ia merasa tak bebas. Ketiga Abangnya selalu overprotektif padanya. Kalau dibantah dikurung lah ia dikamarnya. Sabar ya nay:)


-


"Sama cewek"


-


"Siapa?"tanya Devan dengan tatapan tajamnya


-


"Cewek Rafi"ucap Nayya. Rafi pun langsung membulatkan matanya


-


Andra melirik Rafi sebentar


"Siapa namanya?"


-


"Ajeng"


-


"Gak boong?"tanya Devan serius


-


"Iya Abang ku sayang"ucap Nayya sambil mendengus kesal


-


"Gue anter"ucap Andra,lalu naik keatas kamarnya untuk mengambil jaket


-


"Pinjem motor lo"ucap Andra


-


Mau tidak mau suka tidak suka Rafi harus memberikan kunci motornya pada Andra. Jika tidak,bisa bisa motornya disita oleh Andra.


-


"Lo berdua jangan kemana mana! Sampe keluyuran gue ambil kendaraan lo berdua"ancam Andra


-


Keduanya hanya mengangguk pasrah


-


Andra kemudian menarik pergelangan tangan Nayya dengan lembut. Sesampainya di depan ia langsung menaiki motor Rafi yang kebetulan ada di depan halaman rumah. Nayya pun naik ke motor. -


"Mau kemana?"tanya Andra


-


"Caffe Eatery"


-


Tak butuh waktu lama Andra langsung melesatkan motornya menuju Caffe.


next?like and komen๐Ÿ˜