
The Bad Twins
—
Saat ini Rafi sedang berjalan di koridor kelas dua belas sendirian, karena ketiga temannya masih berada di kantin.
-
Dijarak yang tidak jauh darinya, ia melihat Ajeng yang sedang berjalan dikoridor sendirian.
-
'Gue kerjain kayaknya enak'
-
Rafi berlari kearah Ajeng. Cowok itu dengan cepat mengambil kaki Nayya dan menggendong gadis itu ala karung beras. Perlakuan Rafi membuat Ajeng tersentak kaget.
-
"RAFI!!! TURUNIN GAK!!!"
-
"Gak mau"ucap Rafi santai sambil melanjutkan langkahnya menuju kelas Ajeng, kelas XII-1.
-
"RAFIII TURUNIN IHH!!! DISINI BANYAK ORANG!!!"
-
"Biarin aja. Biar kita dibilang couple goals gitu"
-
"RAFI TURUNIN!!!"
-
Dengan tenaga seadanya Ajeng meronta ronta agar diturunkan. Bahkan sesekali ia menjambak rambut Rafi.
-
"TURUNIN JEJE RAFII!!!"
-
"Gak mau. Aku mau anter kamu sampe kelas"
-
"IYA. TAPI GAK KAYAK GINI CARANYA!! JEJE MALU IH DILIATIN ANAK ANAK!!"
-
Rafi hanya terkekeh geli, bisa ia pastikan jika wajah Ajeng sudah memerah saat ini.
-
Tak lama Rafi menurunkan Ajeng tepat di depan kelas XII-2.
-
"Otak Rafi ada dimana sih?"tanya Ajeng kesal
-
"Ada dihati kamu"ucap Rafi
-
"Pantesan ****!"ketus Ajeng
-
Rafi hanya terkekeh geli melihat raut wajah pacarnya itu. Tangannya ia arahkan untuk mengelus puncak kepala Ajeng.
-
"Jangan marah gitu dong"ucap Rafi
-
"Jeje itu malu Rafi!!!"
-
"Ngapain malu? Jeje kan pake baju. Kecuali kalo gak pake baju, terus digendong Rafi. Baru malu"
-
"HEH! PIKIRANNYA😤"
-
Lagi dan lagi Rafi terkekeh geli. Menurutnya Ajeng sangat lah imut ketika sedang kesal.
-
"Dih gila!"
-
"Rafi gila kan karena Jeje"
-
"Bodoamat. Mau Rafi gila kek. Waras kek. Jeje gak peduli"
-
"Bener?"
-
"Iya lah!"
-
"Oh yaudah. Gue mau nyari cewek lain yang peduli sama gue aja"ucap Rafi, lalu berbalik dan berjalan pergi dari sana
-
Ajeng hanya menatap punggung Rafi yang sudah mulai menjauh darinya.
-
"IHH RAFI JADI COWOK NGESELIN BANGET SIH! AWAS AJA KALO KETEMU! JEJE JADIIN TELOR GULUNG!"
-
-Telor gulung? Ah jadi pengen martabak.-author
-
Nayya baru saja masuk ke kelasnya, kelas XII-1. Namun Diva dengan heboh menariknya kearah pondasi pembatas untuk melihat kearah lapangan.
-
Disana sudah berdiri Putra serta satu cewek yang bernotabe sebagai anak baru kelas sebelas di SMA Garuda. Bukan hanya mereka berdua, tapi banyak murid murid yang mengerumuni mereka untuk melihat apa yang akan terjadi.
-
"Lo heboh cuman mau nujukin beginian doang?"tanya Nayya
-
"Iya, disini kita bakal tau perasaan Putra sungguh sungguh atau enggak sama lo"ucap Diva
-
Nayya menatap Diva bingung. "Maksudnya?"
-
"Kita liat aja"
-
Nayya pun kembali menatap kearah lapangan.
-
Ditempat yang sama, seorang cewek sedang berjalan mendekat kearah Putra. Kynchilla Alexandra namanya.
-
"Ngapain ngajak kesini?"tanya Putra to the point
-
"Ini Kak"ucap Chilla sambil menyodorkan lipatan kertas yang ia pegang
-
"Aku suka sama Kakak, Kakak mau gak jadi pacar aku?"
-
Putra hanya menatap Chilla datar. Lalu ia beralih kepada lipatan kertas yang Chilla sodorkan.
-
Putra langsung meraih lipatan kertas itu dan membukanya.
-
'Kak, tolong bilang Iya. Karena kalau Kakak gak nerima Chilla, Chilla bakal dibully Kak. Chilla takut'
-
Putra menghembuskan nafas kasarnya. Ia yakin Chilla sedang dikerjai oleh kakak kelasnya. Ada rasa kasihan pada Chilla, namun disisi lain ia masih memikirkan perasaan perempuan lain.
-
Putra kembali menatap Chilla yang sedang menahan gugupnya.
-
"Oke"ucap Putra dingin
-
-
Putra mendekatkan wajahnya pada telinga Chilla.
-
"Gak usah kegeeran. Gue cuman kasian sama lo. Jadi jangan berharap kita pacaran. Karena gue udah suka sama cewek lain"
-
Setelah itu Putra menjauhkan wajahnya dan berbalik untuk meninggalkan lapangan yang sudah riuh itu
-
Melihat Putra sudah pergi dari lapangan. Nayya segera kembali masuk ke dalam kelasnya. Tidak peduli dengan Diva yang sedari tadi meneriaki namanya.
-
Pulang sekolah tiba. Para murid SMA Garuda pun kini berhamburan meninggalkan halaman sekolah.
-
Nayya berjalan menyusuri koridor sekolah dengan ketiga temannya yang terus terusan memberikan sumpah serapah untuk Putra.
-
"GUE SUMPAHIN SI PUTRA TABRAKAN DI JALAN! BIAR TAU RASA!"ucap Diva kesal
-
"MATI SEKALIAN KALO PERLU! IKHLAS LAHIR BATIN GUE!"sahut Salma yang sama kesalnya
-
"POKOKNYA KALAU GUE KETEMU SAMA PUTRA GUE BIKIN DIA JADI LEMPER!"ucap Ajeng yang tak kalah kesal
-
"Udah. Gue gapapa lagian"ucap Nayya
-
"Haduh Nayya sayang. Lo gak usah ngelak mulu deh. Mungkin mulut lo bilang kalau lo gak papa. Tapi hati lo bilang kalau lo kenapa napa. Alias sakit"ucap Ajeng
-
"Biasa aja"ucap Nayya
-
"Nay, jangan gini dong. Ini kayak bukan lo tau ga"ucap Ajeng
-
"Iya. Kayak bukan Nayya yang gue kenal"sahut Salma
-
"Gue kayak biasa"ucap Nayya
-
"Kayak biasa gimana sih Nay? Kita bisa bedain kali. Ya walaupun kita sahabatan belum lama. Tapi kita tau keadaan lo sekarang lagi gimana. Keliatan kali dari perubahan raut wajah lo"ucap Diva
-
"Walaupun kita **** dalam akademik. Tapi kalau menyangkut urusan cewek kita gak **** **** amat"sahut Ajeng
-
Nayya menghentikan langkahnya. Dan itu membuat yang lain ikut berhenti.
-
"Kenapa Nay?"tanya Salma
-
Nayya diam sambil melihat kearah parkiran sekolah. Jujur, hatinya merasa sesak ketika melihat siapa orang yang sedang berpelukan di parkiran sekolah itu.
-
Karena tak ada jawaban dari Nayya. Ketiganya kompak menengok kearah apa yang sedang Nayya lihat.
-
"WAHH TUH COWOK MINTA GUE HAJAR!"ucap Ajeng geram
-
"AYOK JE SAMPERIN!"ajak Diva
-
Keduanya pun langsung menghampiri Putra yang sedang berpelukan dengan Chilla.
-
"MISI MISI AIR PANAS MAU LEWAT!!"
-
Putra maupun Chilla sama sama terlonjak kaget. Putra pun langsung melepaskan pelukannya dan menengok kearah sumber suara.
-
"BAGUS BANGET LO YA MAININ HATI SAHABAT GUE! MUKA LO ITU MINTA GUE ACAK ACAK? BIAR GAK SOK KEGANTENGAN LAGI?"ucap Ajeng
-
"Maksudnya?"tanya Putra
-
"GAK USAH SOK **** DEH! ATAU JANGAN JANGAN EMANG LO **** KALAU SOAL URUSAN CEWEK?"ucap Diva
-
"OTAK LO ITU DIMANA SIH PUT? ABIS NGEBAPERIN SAHABAT GUE TERUS DENGAN SEENAK JIDAT LO JADIAN SAMA NIH CEWEK!"ucap Ajeng sambil menujuk Chilla
-
"Lo salah faham Je"ucap Putra
-
"Gue salah faham dari mananya? Jelas jelas gue ngeliat lo nerima nih cewek dilapangan. Terus sekarang pake segala pelukan. Gak mikir perasaan Nayya pas ngeliat kelakuan lo?"ucap Ajeng
-
"Ini cuman salah faham doang Je. Gue bisa jelasin"ucap Putra
-
"Jelasin sama Nayya lah ****! Yang sakit hati dia bukan gue"ucap Ajeng
-
Putra langsung mengalihkan pandangannya pada kedua cewek yang berada tak jauh dihadapannya.
-
Nayya yang baru saja ingin pergi pun menoleh ketika Putra memanggil namanya. Ia hanya menghiraukan panggilan Putra dan terus melanjutkan langkahnya.
-
"Buat lo, cewek keganjenan. Mulai hari ini lo resmi jadi musuh gue! Karena lo udah berani jadi peganggu dalam percintaan sahabat gue"ucap Ajeng sambil menatap Chilla tajam
-
"Aku gak ada niatan kayak gitu Kak. Aku cuman disuruh sama Kakak kelas buat nembak Kak Putra"ucap Chilla
-
"Siapa yang nyuruh lo?"tanya Diva
-
"Kak Saputri, Kak"ucap Chilla
-
"Astaga tuh cewek gak ada kapok kapoknya, heran gue. Liat aja besok gue kerjain tuh anak"ucap Diva
-
"Jangan Kak. Kasian"ucap Chilla
-
"Masih mending kita mau belain lo biar dia gak gangguin lo lagi. Emang ya, orang kalau udah dikasih hati mintanya jantung"ketus Ajeng
-
Salma mendekat kearah mereka. Sebelum Ajeng dan Diva malah mengucapkan yang tidak tidak.
-
"Kamu pulang aja ya. Udah mau sore"ucap Salma ramah pada Chilla
-
"I-iya Kak"
-
"Oh iya, nama aku Salma. Kalau kamu dia apa apain sama Saputri bilang aja sama aku. Aku kelas XII-1"
-
"Kalo gitu aku pamit pulang dulu"ucap Chilla, setelah itu ia pergi
-
"Lain kali jangan kayak gitu. Dia gak salah. Disini yang salah Saputri. Besok kita urus dia"ucap Salma pada Ajeng dan Diva
^inget ya ini bukan novel yang up setiap hari^