
The Bad Twins
—
"LEXAA!! APA YANG KAMU LAKUKAN?!"
-
Suara berat itu menggema di setiap inci ruangan. Mendadak Lexa melepaskan cengkramannya. Dilihatnya rahang Arka mengeras. Bahkan ia menatap Lexa dengan sorot yang tajam.
-
"APA YANG KAMU LAKUKAN PADA PUTRI SAYA LEXA?!"bentak Arka
-
"I-ini ga-gak se-seperti yang ka-mu li-hat Mas"ucap Lexa gugup
-
"KAMU KIRA SAYA INI UDAH BUTA? JADI GAK BISA LIHAT APA YANG TELAH KAMU LAKUKAN PADA PUTRI SAYA?"bentak Arka yang sukses membuat Lexa mematung ditempat
-
Plakkk
-
Tamparan itu mendarat mulus dipipi Lexa. Bukan, bukan Arka yang melakukannya. Tapi seorang cowok yang baru saja datang bersama kedua saudaranya yang saat ini sedang membantu Nayya.
-
"*******! APA YANG LO LAKUIN SAMA ADEK GUE?"ucap Andra dengan nada yang meninggi. Ia tak bisa lagi mengontrol emosinya.
-
Lexa hanya diam.
-
"Yah.... Dia nikah sama Ayah cuman karena ingin harta. Ay-ayya punya buktinya kok"ucap Nayya sambil menyodorkan ponselnya pada Arka
-
Arka mengambil ponsel Nayya. Lalu ia mendengarkan sebuah rekaman yang terdapat diponsel putrinya itu.
-
Tangan Arka terkepal kuat. Emosinya sudah berada diujung tanduk saat ini.
-
"Hebat kamu Lexa. Pintar sekali kamu dalam hal tipu menipu. Bahkan saya sampai tidak menyadari tipuan kamu. Saya merasa bodoh sekarang karena telah memilih kamu dari pada keempat anak saya"ucap Arka
-
"Kamu memang bodoh Arka. Bahkan sangat lah bodoh! Karena apa? Karena kamu rela meninggalkan keempat anak kamu demi saya. Padahal saya ini hanya menginginkan harta kamu Arka"ucap Lexa sambil tertawa jahat
-
"Silahkan pergi dari sini Lexa. Saya sudah muak dengan sandiwara anda. Untuk harta saya ikhlaskan, mungkin anda memang lebih membutuhkannya"
-
"Baik. Tanpa kamu suruh aku juga akan pergi"ucap Lexa. Namun, sebelum Lexa benar benar pergi Ajeng menahannya.
-
"Jangan balik lagi ya nek. Kasian keluarga ini. Kalau nenek butuh uang saya bersedia kok memberikan sumbangan untuk nenek"ucap Ajeng sambil tersenyum
-
Arka mendekat kearah Nayya. Pria itu langsung menarik putrinya kedalam pelukannya.
-
Hangat,
Itu lah yang Nayya rasakan. Ah ia sangat rindu pelukan Ayahnya.
-
"Maaf...."lirih Arka, matanya kini memerah menahan air mata
-
"Maafkan Ayah Ay...."
-
Nayya menggeleng kecil disela sela pelukannya dengan Arka.
-
"Ayah gak usah minta maaf terus sama Ayya. Simpan maaf Ayah itu. Seharusnya sekarang Ayya yang minta maaf, karena waktu itu Ayya sempat ngelawan sama Ayah"ucap Nayya
-
Arka tersenyum dan mengeratkan pelukannya. Ia tak menyangka jawaban putrinya akan seperti itu. Padahal bisa saja putrinya itu marah padanya, bahkan mengusirnya sekarang juga.
-
"Kita gak diajak pelukan nih?"tanya Rafi yang berpura pura marah padahal dalam hati ia sedang berbahagia
-
Arka melepaskan pelukannya pada Nayya, lalu merentangnan kedua tangannya. Bermaksud agar ketiga putranya ikut kedalam pelukannya dan tanpa banyak bicara lagi. Ketiganya kini sudah memeluk Arka.
-
Lega. Itu yang mereka rasakan saat ini. Beban berat yang mereka rasakan kini sudah selesai.
.
.
Warkop Mang Ipul selalu ramai pada saat malam hari. Seperti sekarang segerombol cowok sedang saling melempar candaan sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia.
-
"Gue punya tebak tebakan lagi nih. Jawab ye"ucap Kennath
-
"Gajah kalau terbang keliatan apanya?"tanya Kennath
-
"Keliatan begonya lah ******! Mana ada gajah terbang? Sampe Putra jadian sama Nayya juga gak bakal terbang tuh gajah"ucap Zaki
-
Putra yang sedang menyeruput kopinya itu pun tiba tiba tersedak ketika mendengar nama Nayya. Pikirannya jadi melayang kemana mana. Ia baru ingat kalau Rafi belum memberinya kabar tentang keadaan Nayya.
-
-
"Lo nyumpahin gue?"tanya Putra sinis
-
"Astagfirullah. Kagak lah *****. Yakali gue doain temen gue biar cepet mati"ucap Diat
-
"Ya kalo lo mau nyumpahin gue gapapa sih. Tinggal gue sumpahin balik biar lo cepet cepet putus sama si Diva"ucap Putra santai
-
"Ya Allah. Salah apa gue sama lo Put"ucap Diat
-
"Banyak"celetuk Putra
-
"Lah elo masih sama Diva? Gue kira udah end"sahut Zaki
-
"Emang gue lo? Yang hatinya kayak SCTV"ucap Diat
-
Satu untuk semua.....
-
"JAKIIII!!!"suara teriakan dari salah satu ketiga cewek yang baru saja datang ke warkop, membuat Razet menoleh
-
"Astagfirullah. Kaget gue asu!"ucap Kennath sambil mengelus dadanya
-
"Ya Allah Jak. Lo apain lagi sih cewek lo?"ucap Diat
-
"Kagak gue apa apain *****!"ucap Zaki
-
"YA ALLAH JAKI! ARRA CARIIN KEMANA MANA TAU TAUNYA ADA DISINI!"ucap Arra yang kini sudah duduk disamping Zaki
-
"Kenapa sih beb?"tanya Zaki sambil merangkul Arra
-
"Kangen"ucap Arra sambil menyerucutkan bibirnya
-
"Bibir lo gak usah di maju majuin Ra. Kode amat biar dicipok sama Jaki"ucap Diva yang sudah ikut nimbrung duduk disamping Salma
-
"Oh, mau dicipok sama aku?"goda Zaki yang membuat refleks menabok bibir Zaki
-
"Ya Allah Ra. Kalo bibir aku bengkak gimana? Gak bisa nyipok kamu dong"ucap Zaki
-
"CIUM AJA TUH SI KENNETH! IKHLAS LAHIR BATIN ARRA"ucap Arra yang membuat Kennath menoleh kearah mereka
-
"OHH KAMU MAU AKU CIUM BEB? SINI SINI AA KASIH"goda Kennath sambil mendekat kearah Zaki
-
"*******! Gue masih waras ****!"ucap Zaki yang mendorong Kennath agar menjauh darinya
-
Sedangkan yang didorong hanya terkekeh geli.
-
"Tobat Neth tobat. Noh cewek lo masih ada. Mending yang lo cium cewek lo"ucap Diat
-
"HEH! KOK JADI GUE?"ucap Salma yang tak terima
-
"Tenang aja yang. Aa gak bakal nyium kamu kok. Nanti aja kalau udah sah baru aa mau"ucap Kennath
-
"Emang aku mau nikah sama kamu?"tanya Salma
-
"Emangnya kamu gak mau?"tanya Kennath balik
-
"Tergantung sih jodoh apa enggak"ucap Salma
-
"Insyaallah jodoh"ucap Kennath
-
"GAK AMIN GUE GAK AMIN!"ucap Zaki
-
"Temen terbangsat sih emang"ucap Kennath
-
Like dan komen ya.Yang katanya kangen mereka nih udah dikasih scenenya.