
The Bad Twins
—
Hari ini adalah hari Minggu. Hari dimana para manusia bersantai dan bermalas malasan.
-
Nayya mengikat tali sepatunya. Kemudian berjalan menuju pintu rumah untuk menyusul ketiga Abangnya beserta Ayahnya yang sudah berada depan rumah.
-
"Udah semua kan?"tanya Arka
-
Keempat anaknya pun mengangguk
.
.
Arka, Andra, Devan, Rafi dan Nayya kini tengah berada di taman kota. Tempat yang sering ramai di pagi hari karena sering dipadati oleh warga yang berolahraga disana.
-
"Ayok semangat dong! Masa pada loyo gitu"ucap Arka
-
Keempat hanya memutar kedua bola matanya malas. Mereka berempat memang masih merindukan kasurnya.
-
Arka menghentikan langkahnya dan itu membuat mereka berempat ikut berhenti.
-
"Kalian berempat balap lari sana! Yang kalah beresin rumah"ucap Arka
-
Ucapan Arka dan itu mampu membuat keempatnya melotot
-
"Ayah?"tanya Devan
-
"Ayah diem disini ngeliatin kalian"ucap Arka sambil duduk ditengah lapangan
-
Keempatnya pun mengangguk dan bersiap untuk balapan
-
"Satu"itung Devan
-
"Dua"lanjut Rafi
-
"Tiga!!"lanjut Arka
-
Andra pun langsung berlari paling depan. Lalu disusul oleh Nayya, Devan dan Rafi dibelakang.
-
Arka hanya terkekeh ketika melihat keempat anaknya yang saling dorong dorongan itu. Terutama Devan dan Rafi. Ah keduanya memang aneh,kadang akur kadang tidak. Terutama untuk hal membereskan rumah.
.
.
Nayya berlari paling belakang saat ini. Walaupun ia sudah lelah ia terus berlari,ia tidak ingin membereskan rumah sebesar itu sendirian.
-
Tanpa disengaja Nayya bertabrakan dengan seorang pria dan itu sedikit membuat lututnya luka. Karena memang cukup keras tabrakan mereka.
-
"Awhhh"ringis Nayya
-
Pria itu berjongkok dihadapan Nayya
"Sorry gue buru buru tadi"
-
Nayya melihat Putra dengan ekspresi datarnya namun ada kesal kesalnya. Ya kalian bayangin sendiri aja lah.
-
"Kayaknya kita ketemu tabrakan terus ya?"tanya Putra
-
"Jangan sampe lo mati tabrakan!"
-
"Lo nyumpahin?"
—
Andra, Devan dan Rafi merasakan ada sesuatu yang kurang. Akhirnya mereka bertiga pun memberhentikan langkahnya. -
"Nayya mana?"tanya Andra
-
"Lah mana gue tau"jawab Rafi
-
"Kan tadi dibelakang lo ****!"ucap Devan
-
Tanpa banyak bicara lagi Andra pergi meninggalkan mereka berdua untuk mencari Nayya. Keduanya pun langsung menyusul Abangnya itu.
.
.
"ASTAGAAA NAYYA!!"
-
Suara ketiga pria yang tak asing bagi Nayya berhasil membuat Nayya maupun Putra menengok kesumber suara.
-
"Heh! Lo apain adek gue hah?"ucap Devan yang tiba tiba datang
-
"Eh enggak kok Bang gak gue apa apain,serius deh"ucap Putra
-
"Itu kenapa dia sampe kesakitan gitu?"tanya Devan dengan tatapan tajamnya
-
"Tadi gak sengaja tabrakan sama gue Bang"jawab Putra
-
Putra melirik Rafi,tetapi yang ditatap hanya menunjukkan wajah datarnya. .
Dalam hati Putra membatin
-
"Sakit?"tanya Andra yang sudah berjongkok disamping
-
Nayya hanya mengangguk,jujur nahan lutut yang luka sakit woyy!
-
Andra pun langsung membopong adiknya untuk pulang ke rumah.
-
"Pulang!!"tegas Andra,lalu berjalan menuju tempat Ayahnya duduk
-
Keduanya pun langsung menyusul Andra
-
"Salah apa gue ditemukan oleh keluarga yang mukanya datar kayak triplek"tanya Putra pada dirinya sendiri
-
"GUE MASIH BISA DENGER!!!"
-
Teriakan Devan yang menggelar itu berhasil membuat Putra tersentak kaget. Dan itu membuat Putra langsung berlari meninggalkan lapangan taman kota.
—
Pintu kamar terbuka,Rafi memasuki kamar Nayya dan merebahkan tubuhnya dikasur milik Nayya.
-
"Masih sakit lututnya?"tanya Rafi
-
"Udah gak terlalu,tinggal mikirin aja besok gue sekolah gimana"
-
"Bisa diatur nanti"
-
Rafi membenarkan posisinya. Sekarang ia duduk sambil menyenderkan kepalanya di bahu Nayya
-
Rafi sedikit melirik ponsel Nayya,tertera nama Instagram Diat disana.
-
"Pantesan fokus sama hp lagi chattan sama Diat toh"ucap Rafi
-
"Asik orangnya"
-
"Awas suka"
-
"Enggak bakal,gue nambah kasian malah sama dia. Udah jomblo lemot pula otaknya🤣"ucap Nayya
-
"Iya sih *****,gue temenan sama mereka ngerasa lengkap. Zaki yang playboy nya gak ketulungan, Diat yang lemot, Kennath yang kadang bucin terus si Putra yang keras kepala. Tapi walaupun mereka kayak gitu anaknya, pikirannya udah dewasa. Kan biasanya bocah bocah kayak gitu pikirannya masih kayak anak TK"
-
Nayya menganggukki ucapan Rafi
"Kadang gue suka deg deg an sama temen lo yang namanya Putra"
-
"Kenapa?"
-
"Gak tau,kayak pernah ada aja gitu dikehidupan gue"
-
"Mantan lo kali"
-
"Gue aja gak punya mantan😌"
-
"Jomblo akut sih lo! Cocok tuh sama Diat"
-
"*******!"umpat Nayya, sedangkan Rafi terkekeh
-
"Fi,pengen McFlurry"rengek Nayya
-
"Kebiasaan,kalo sakit manjanya kumat"
-
"Hehe,pliss beliin gue kepengen banget sumpah"
-
"Suruh Diat aja noh"
-
"Ohh iya bener,dia kan ada di McD"
-
Rafi pun hanya menggelengkan kepalanya
-
Dengan cepat Nayya langsung menelfon seseorang.
-
Nayya: Hallo?
Diat : Numben nelpon
Nayya : Gak papa sih,eh iya gue minta tolong boleh?
Diat : Apaan?
Nayya : Lo kan lagi di McD tuh gue boleh minta tolong beliin McFlurry ga?
Diat : Tungguin,20 menit lagi gue sampe sana
-
Diat langsung memutuskan sambungan telfonnya
-
"Kalo sama orang aja basa basi dulu. Giliran sama gue boro boro"ucap Rafi sambil melirik Nayya sinis
NEXT?like dan komen😁