
The Bad Twins
—
Nayya masuk kedalam rumahnya dengan wajah yang ditekuk. Sungguh Putra membuatnya kesal hari ini.
-
"Itu muka ngapa ditekuk?"ucap Devan, yang sedang menyeruput secangkir kopinya
-
Nayya memberhentikan langkahnya saat mendengar ucapan Devan
-
"Gak papa"ucap Nayya
-
"Eh udah pulang, sorry tadi ninggalin"ucap Rafinyang baru saja turun
-
"Gakpapa"
-
"Yaudah istirahat dulu gih. Nanti jam duaan gue anterin ke rumah Diva"
-
"Ngapain?"
-
"Main"
-
"Tumben ngebolehin"
-
'Nanti sore ada Tante Lexa Nay, gue gak mau lo nangis lagi gara gara dia'batin Rafi menjawab
-
"Salah lagi, udah sana ke kamar"perintah Rafi
-
"Iya"ucap Nayya, lalu naik keatas
.
.
Sementara di rumah Diva
-
Kini Putra, Zaki, Arra, Zain, Fariz Mungga, Diat dan teman teman mereka yang lainnya sedang berada di rumah Diva.
-
"MAMPUS LO JAK🤣"ucap Diat
-
"******* BUKANNYA BANTUIN GUE😤 ADUHH SAKIT RA..."ucap Zaki, sambil meringis kesakitan
-
"BODOAMAT SIAPA SURUH NGESELIN😡"ucap Arra, lalu kembali memukul Zaki dengan sepatunya
-
Saat ini Zaki dan Arra memang sedang bermain kejar kejaran karena makanan Arra dihabiskan semua oleh Zaki, bahkan sesekali Arra memukul Zaki.
-
"Heh udah udah, ini lagi dirumah orang"ucap Fariz
-
"Cemburu bilang Ris"celetuk Mungga
-
Fariz hanya menatap Mungga sinis
-
"HEH! UDAH UDAH RUMAH GUE ROBOH ENTAR"ucap Diva
-
Zaki pun langsung berhenti dan itu membuat tubuh Arra spontan menubruk punggung Zaki.
-
Arra mengusap ngusap dahinya yang sedikit berdenyut itu.
-
"KALO BERHENTI BILANG BILANG DULU JAKI!"ucap Arra
-
"Kan tadi Diva udah ngomong sayang"ucap Zaki
-
"Sayang sayang pala lu peyang"ucap Arra sambil menabok pala Zaki
-
"Ini pala dipitrahin Ra"ucap Zaki sambil mengelus kepalanya
-
"BODOAMAT GAK PEDULI! INTINYA LO NGESELIN BANGET!"ucap Arra
-
"Awas abis marah² balikan"celetuk Zain
-
"Emang udah, ehh"ucap Arra keceplosan
-
"ALHAMDULILLAH MAKAN GRATIS"ucap Mungga
-
Silahkan minta pajak balikan sama @zakiilmii._ @arra06_
-
Kini Rafi dan Nayya sudah berada didepan rumah Diva. Nayya pun langsung turun dari motor.
-
"HALOO NAYYUL!!"ucap Diva yang menghampiri mereka berdua
-
"Gue nitip adek gue"ucap Rafi
-
Diva mengangguk paham
-
"Lo gak ikut?"ucap Nayya
-
"Enggak, gue ada urusan abis ini. Doain urusan gue cepet kelar"ucap Rafi
-
Nayya hanya mengangguk. Meskipun ia tak mengerti apa maksud Rafi. Tapi ia yakin urusan itu berhubungan dengan keluarganya. -
"Gue balik"ucap Rafi -
"Hati hati"ucap Nayya
-
Rafi hanya mengangguk lalu menjalankan motornya
-
"Ayok masuk"ajak Diva
-
Mereka berdua pun masuk kedalam rumah. Dan itu membuat mereka diam.
-
Namun detik selanjutnya,
-
"EH ADA ENENG GELISS"ucap Zain
-
"ANJAY CAKEP JUGA TUH YANG DISAMPING ELO DIV. KENALIN KE GUE BOLEH KALI"ucap Mungga
-
"Oh ini. Dia Nayya"ucap Diva
-
Mungga yang tadi duduk kini sudah berada kehadapan Nayya. Ia mengulurkan tangannya.
-
"Muhammad Munggaran Meldrat. Panggil aja Mungga. Eh tapi kalo mau manggil sayang juga boleh"
-
"Udah denger nama gue kan tadi?"ucap Nayya tanpa membalas uluran tangan Mungga
-
"BWAHAHA MAMPUS LO MUNG🤣"ucap Zaki
-
"Diem lo nyet"ketus Mungga
-
"Udah Mung jangan digangguin. Ntar di Putra marah abis lo"ucap Diat
-
"Cewek lo Put? Aduh maap gue gak tau kalo Nayya cewek lo. Sumpah deh gak gue gangguin lagi. Tapi gue jangan di apa apain, oke?"ucap Mungga panik
-
Setelah mengucapkan itu ia kembali ngacir ketempat duduknya.
-
"Gue ke toilet dulu ya Nay? Udah kebelet soalnya. Lo duduk samping Putra dulu gih"ucap Diva, lalu pergi
-
Nayya pun menurutinya. Ia duduk disamping Putra.
-
"Sorry soal tadi"ucap Putra
-
"Hm"
-
"Jangan marah ya? Sumpah tadi gue gak ada cara lagi buat ngusir tuh cewek. Kebetulan banget gue ngeliat lo. Yaudah gue pake deh cara tadi"jelas Putra
-
"Lain kali jangan bawa bawa gue. Gue gak mau terlibat sama urusan lo"ucap Nayya
-
"Janji deh gak lagi. Sebagai permintaan maaf gue, nanti malem kita jalan gimana?"
-
Jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Kini Nayya dan Putra baru saja sampai di sebuah tempat. -
Jika Putra tidak terus terusan membujuk gadis itu. Mungkin mereka tidak akan ada ditempat itu sekarang.
-
Putra mengajak Nayya pergi ke tempat yang sering ditongkrongi anak muda. Malam ini tempat itu cukup ramai. -
Keduanya duduk berhadapan di salah satu tempat duduk saat ini.
-
"Sekali lagi maaf"ucap Putra
-
"Iya, udah gausah minta maaf mulu. Lebaran udah lewat"ucap Nayya
-
"Iya deh, btw lo mau pesen apa?"tanya Putra
-
Nayya melihat sekelilingnya
-
"Bakso deh"
-
-
"Lo gak dimarahin kan pulang malem?"tanya Putra -
"Enggak kok. Tadi sebelum kesini gue udah bilang sama Rafi"ucap Nayya
-
"Ini mas mbak pesenannya"ucap pedagang bakso yang baru saja mengantarkan pesanan mereka
-
"Makasih Pak"ucap Putra sambil tersenyum
-
"Pacarnya ya mas?"
-
"Bukan, temen saya"
-
"Owalahh temen toh. Saya kira pacarnya. Soalnya cocok. Mirip lagi mukanya. Kau gitu saya permisi ya mas. Selamat menikmati makanannya"ucap pedagang itu sambil tersenyum, kemudian ia pergi untuk melanjutkan melayani orang orang yang memesan dagangannya
-
"Nay?"
-
"Hmm"
-
"Gue mau nanya boleh?"
-
Nayya mengangguk, lalu menatap Putra. Walaupun ia malas bertatap muka dengan cowok, tapi gadis itu masih bisa menghargai seseorang yang ingin berbicara.
-
"Punya pacar? Atau punya gebetan?"
-
"Enggak"
-
"Alhamdulillah. Gak sia sia gue berdoa setiap malem"
-
"Hah?"
-
"Gue suka sama lo soalnya"
-
"Atas dasar apa lo suka sama gue?"
-
"Kagum. Selain itu gue suka sama lo karena lo itu apa adanya dan lo itu gak pernah menjadi orang lain"ucap Putra, lalu ia melahap baksonya
-
Nayya ikut memakan baksonya. Ia menatap Putra sejenak. Ada senyum kecil dibibirnya, walaupun Putra tak melihatnya.
-
Dimalam yang sama, namun ditempat yang berbeda
-
Seorang pria dan wanita sedang duduk disebuah taman. Mereka duduk bersebelahan sambil sesekali bercanda gurau.
-
"Mau dinyanyiin gak?"tanya Diat sambil mengambil gitar yang ada disebelahnya
-
"Emang bisa nyanyi?"tanya Diva
-
"Yeh ngeremehin gue lo"ucap Diat
-
"Jadi mau lagu apa?"tanya Diat lagi
-
"Emmm"gumam Diva sambil berfikir
-
"I love you three thousand"ucap Diva
-
Diat mengangguk, lalu ia mulai memetik senar gitarnya
-
***Cause you know i wanna ask
Scared the moment will pass
You can see it in my eyes
Just take you by surprise
And all your friends they tell you they see
I'm planing to get on one knee
But you want it to be out of the blue
I'll make sure you have no clue
When I ask
-
Diva mengerutkan keningnya saat liriknya diganti oleh Diat.
-
Baby, take my hand
Girl i want to be your husband
Cause i'm your Iron Man
And I love you three thousand
Baby, take a chance
Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie**
-
Prok prok prok
Diva bertepuk tangan saat Diat berhenti bernyanyi. Ya walaupun ada beberapa lirik yang diganti oleh Diat.
-
"BAGUS!!"ucap Diva
-
"Makasih Pong"ucap Diat
-
"Tapi kok diganti liriknya? Ngode mas?"ucap Diva sambil terkekeh
-
"Iya, gue ngode ke elo"
-
Diva terkekeh, walaupun tangannya sudah keringat dingin saat ini
"Jangan bercanda Yat"
-
"Gue serius Diva"ucap Diat sambil menatap Diva
-
Diat memegang tangan Diva yang sudah dingin itu. Ia mengecupnya sekilas.
-
"Div? Will you be my girlfriend*?"
-
Diva diam. Ia menegang di tempat. Wajahnya sudah merah saat ini.
-
Sedangkan Diat sudah deg deg an setengah mati saat ini. Takut ditolak oleh Diva.
-
"Div? Kok diem?"tanya Diat
-
"Gu-gue"Diva menggantung ucapannya
-
"Apa?"
-
"Gue mau"ucap Diva sambil tersenyum
-
Diat ikut tersenyum. Lalu ia menarik Diva kedalam pelukannya.
-
"i love you more than three thousand Div"
-
Silahkan minta PJ sama @divaazraaa._r @diatzonn._r
-
Disinilah Andra. Di taman belakang rumahnya bersama sang Ayah. Ia sengaja mengajak Ayahnya berbicara berdua dengannya.
-
Jika kalian tanya dimana Devan dan Rafi. Keduanya sedang mengurus Lexa. Andra yang meminta mereka untuk membuat Lexa pulang kerumahnya.
-
"Mana Ayah yang Andra kenal? Mana Ayah yang selalu ngelarang dan nasihatin anak anaknya ketika mereka melakukan hal yang salah? Kemana Ayah yang dulu?"ucap Andra
-
"Ayah udah berubah semenjak kenal sama Tante Lexa. Bukannya Andra ngelarang kalian nikah. Cuman Andra masih mentingin perasaan adik adik Andra Yah. Apalagi Nayya. Nayya dari kecil gak bisa kebanyakan beban, kalau Ayah lupa"
-
"Andra gak mau Ayah menyakiti lebih dalam perasaan Nayya Yah. Udah cukup karena emosi Ayah hati dia terluka. Udah cukup Yah"
-
Arka terpaku dihadapan Andra. Tidak menyangka apa yang keluar dari mulut Andra. -
"Maafin Ayah"ucap Arka
-
"Apa dengan maaf Ayah bisa ngembaliin kekecewaan keempat anak Ayah? Enggak"
-
"Sekarang Andra tanya serius sama Ayah. Ayah milih perempuan itu atau keempat anak Ayah?"tanya Andra
-
Arka diam. Tidak bisa memilih keduanya. Perasaannya lebih memilih keempat anaknya. Tapi tidak dengan pikirannya.
-
"Kalau Ayah gak bisa jawab berarti Ayah lebih memilih Tante Lexa"ucap Devan yang tiba² muncul bersama Rafi disampingnya
-
"Ayah gak bisa memilih Devan. Kalian berlima berarti bagi hidup Ayah sekarang"ucap Arka
-
Rafi tersenyum miris
"Berlima? Gak salah? Sebelum Tante Lexa datang di keluarga kita siapa yang terus ada disamping Ayah? Keempat anak Ayah kan? Kenapa sekarang perempuan itu tiba tiba derajatnya sama kayak kita bagi Ayah?"
-
"Kalian sudah bertambah dewasa sekarang. Kalian juga jarang disamping Ayah. Hanya Lexa yang bisa menggantikan posisi kalian ketika kalian gak bisa disamping Ayah"
-
"Udah ah Rafi males ngomongin ginian. Rafi pamit keluar ya Yah. Gak tau nanti pulangnya jam berapa"ucap Rafi lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar rumah
-
Gimana pendapat kalian para readers?Novel ini seru atau Tidak sama sekali?komen yo👇
menurut kalian Couple mana yang paling kalian fav di Novel ini?Komen yo👇