
The bad twins season 2
__
Mobil Nayya berhenti tepat dimana mobil disampingnya itu baru saja terhenti.
.
Nayya keluar dari mobilnya. Membuka paksa pintu pengemudi mobil itu lalu mengeluarkan paksa seorang wanita paruh baya.
.
"Hey, who are you?"
.
"Ngapain kamu nyeret saya keluar? Maling ya kamu?"
.
Wanita paruh baya itu bertanya, pada perempuan misterius dihadapannya.
.
Memakai mantel hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya, hanya bibir perempuan itu saja yang terlihat.
.
"Your daughter want's to destroy my family."jawab perempuan itu dengan suara serak.
.
Lexa mengerutkan keningnya dalam, wanita itu berusaha mengenali siapa seseorang dihadapannya.
.
"Jangan ngada-ngada ya kamu."
.
"Sekarang saya minta kamu pergi dari rumah saya. Sebelum saya panggil satpam."ancam Lexa.
.
"Silahkan."
.
"Pak! Pak satpam!"Lexa berseru.
.
"Iya Nya, ada apa?"satpam yang bertugas menjaga rumah Lexa itu datang.
.
"Tolong usir dia."ucap Lexa.
.
"Baik, Nya."baru saja satpam itu ingin mendekat kearah gadis itu, namun sebuah peluru sudah melayang ke tubuh satpam itu, membuatnya terjatuh dalam sekejap.
.
Lexa menutup mulutnya dengan kedua tangan, Ia shock dengan apa yang baru saja terjadi.
.
'Damn. Siapa gadis ini?'batin Lexa.
.
Seolah dapat mendengar ucapan hati Lexa. Gadis itu mengukur tangannya untuk membuka tudungnya. Gadis itu mendongak. Hingga memperlihatkan jelas wajah cantiknya.
.
Keduanya saling menatap. Hingga suasana menjadi hening.
.
"Nayya?"ucap Lexa, tersentak.
.
"Tidak usah basa-basi lagi. Saya minta jauhkan anak anda dari Devan, sebelum anak anda berakhir mengenaskan seperti satpam bodoh itu."
.
"Maksud kamu apa? Kenapa anak saya jadi dibawa-bawa?"tanya Lexa.
.
"Tidak usah pura-pura bodoh."
.
"Tante beneran gak tau, Nayya."
.
Nayya menghiraukan ucapan Lexa, gadis itu kemudian mengambil sesuatu di saku mantelnya. Pisau lipat.
.
"Mau apa kamu?"tanya Lexa saat Nayya semakin mendekatinya.
.
"Hey, diam."ucap Nayya, Ia menahan Lexa agar tidak melangkah mundur.
.
.
Nayya kemudian mengelus pipi Lexa dengan pisau lipat miliknya. Membuat Lexa gemetar bukan main.
.
Nayya tersenyum miring. "Sedikit memberi anda gertakan, boleh bukan?"
.
Nayya menekan tepi pisau itu tanpa beban. Membuat Lexa meringis.
.
"Sakit, Nay."ucap Lexa.
.
"Ini belum seberapa dari yang kamu lakukan."
.
Sebuah mobil serta motor masuk kedalam perkarangan rumah. Ketiga lelaki yang baru saja datang dan turun dari kendaraan masing-masing langsung kaget dengan keadaan.
.
"Astaga, Len!"Rafi setengah menyentak. Lelaki itu menarik Nayya kemudian menahannnya dengan cara mencengkram kedua tangan adiknya.
.
"Jangan ikut campur!"ucap Nayya.
.
"Gue tau lo kesel, tapi gak gini juga caranya."ucap Rafi.
.
"Gue udah muak. Gue benci Nayya sakit hati. Apalagi pelakunya sama. Satu tahun gue udah mati-matian nahan ini. Tapi mereka? Malah semakin menjadi."
.
"Tapi ini terlalu berlebihan Len. Nayya bisa marah kalo dia tau, lo ngelakuin hal gila kayak gini."ucap Rafi.
.
"Berisik."Nayya menyayat tangan Rafi dengan pisau yang masih ada digenggamnya. Membuat sang empu tanga meringis dan refleks melepaskan tangannya dari Nayya.
.
Nayya memanfaatkan itu, itu menyusul Lexa yang dibawa Devan masuk kedalam rumah.
.
Rafi kembali menahan Nayya, kali ini Ia menahannnya dengan cara memeluk Nayya erat.
.
"Len, sadar! Jangan kesetanan kayak gini."sentak Rafi.
.
"Please, dengerin gue. Jangan kayak gini. Ini terlalu bahaya buat lo juga orang-orang."ucap Rafi.
.
Nayya tidak mempedulikan ucapan Rafi. Gadis iti tetap saja memberontak.
.
Rafi tidak cukup kuat menahan Nayya sendirian dengan waktu yang cukup lama. Ia perlu bantuan.
.
"Tahan sebentar Fi."Andra baru saja muncul setelah mencari sesuatu didalam mobilnya.
.
"Cepetan Bang, Alen kuat banget ini."ucap Rafi.
.
Andra merogoh saku jaketnya, Ia mengambil sebuah benda yang sangat terbungkus rapih.
.
Andra mengeluarkan benda itu dari pembungkusnya hingga benda itu terlihat jelas.
.
Suntikan berisi cairan.
.
"I'm sorry, Ay."gumam Andra.
.
Andra bergerak cepat menusuk suntikan itu ke tubuh Nayya dan membiarkan cairan itu bekerja dengan sendirinya.
.
Tidak butuh waktu lama untuk cairan itu bekerja. Dalam sekejap tubuh Nayya melemah dan perlahan gadis itu kehilangan kesadaran.
***
Berikan like dan komentarnya ya semua