The Bad Twins

The Bad Twins
The bad twins 2-38



The bad twins season 2


__


Mobil Nayya berhenti tepat dimana mobil disampingnya itu baru saja terhenti.


.


Nayya keluar dari mobilnya. Membuka paksa pintu pengemudi mobil itu lalu mengeluarkan paksa seorang wanita paruh baya.


.


"Hey, who are you?"


.


"Ngapain kamu nyeret saya keluar? Maling ya kamu?"


.


Wanita paruh baya itu bertanya, pada perempuan misterius dihadapannya.


.


Memakai mantel hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya, hanya bibir perempuan itu saja yang terlihat.


.


"Your daughter want's to destroy my family."jawab perempuan itu dengan suara serak.


.


Lexa mengerutkan keningnya dalam, wanita itu berusaha mengenali siapa seseorang dihadapannya.


.


"Jangan ngada-ngada ya kamu."


.


"Sekarang saya minta kamu pergi dari rumah saya. Sebelum saya panggil satpam."ancam Lexa.


.


"Silahkan."


.


"Pak! Pak satpam!"Lexa berseru.


.


"Iya Nya, ada apa?"satpam yang bertugas menjaga rumah Lexa itu datang.


.


"Tolong usir dia."ucap Lexa.


.


"Baik, Nya."baru saja satpam itu ingin mendekat kearah gadis itu, namun sebuah peluru sudah melayang ke tubuh satpam itu, membuatnya terjatuh dalam sekejap.


.


Lexa menutup mulutnya dengan kedua tangan, Ia shock dengan apa yang baru saja terjadi.


.


'Damn. Siapa gadis ini?'batin Lexa.


.


Seolah dapat mendengar ucapan hati Lexa. Gadis itu mengukur tangannya untuk membuka tudungnya. Gadis itu mendongak. Hingga memperlihatkan jelas wajah cantiknya.


.


Keduanya saling menatap. Hingga suasana menjadi hening.


.


"Nayya?"ucap Lexa, tersentak.


.


"Tidak usah basa-basi lagi. Saya minta jauhkan anak anda dari Devan, sebelum anak anda berakhir mengenaskan seperti satpam bodoh itu."


.


"Maksud kamu apa? Kenapa anak saya jadi dibawa-bawa?"tanya Lexa.


.


"Tidak usah pura-pura bodoh."


.


"Tante beneran gak tau, Nayya."


.


Nayya menghiraukan ucapan Lexa, gadis itu kemudian mengambil sesuatu di saku mantelnya. Pisau lipat.


.


"Mau apa kamu?"tanya Lexa saat Nayya semakin mendekatinya.


.


"Hey, diam."ucap Nayya, Ia menahan Lexa agar tidak melangkah mundur.


.


.


Nayya kemudian mengelus pipi Lexa dengan pisau lipat miliknya. Membuat Lexa gemetar bukan main.



.


Nayya tersenyum miring. "Sedikit memberi anda gertakan, boleh bukan?"


.


Nayya menekan tepi pisau itu tanpa beban. Membuat Lexa meringis.


.


"Sakit, Nay."ucap Lexa.


.


"Ini belum seberapa dari yang kamu lakukan."


.


Sebuah mobil serta motor masuk kedalam perkarangan rumah. Ketiga lelaki yang baru saja datang dan turun dari kendaraan masing-masing langsung kaget dengan keadaan.


.


"Astaga, Len!"Rafi setengah menyentak. Lelaki itu menarik Nayya kemudian menahannnya dengan cara mencengkram kedua tangan adiknya.


.


"Jangan ikut campur!"ucap Nayya.


.


"Gue tau lo kesel, tapi gak gini juga caranya."ucap Rafi.


.


"Gue udah muak. Gue benci Nayya sakit hati. Apalagi pelakunya sama. Satu tahun gue udah mati-matian nahan ini. Tapi mereka? Malah semakin menjadi."


.


"Tapi ini terlalu berlebihan Len. Nayya bisa marah kalo dia tau, lo ngelakuin hal gila kayak gini."ucap Rafi.


.


"Berisik."Nayya menyayat tangan Rafi dengan pisau yang masih ada digenggamnya. Membuat sang empu tanga meringis dan refleks melepaskan tangannya dari Nayya.


.


Nayya memanfaatkan itu, itu menyusul Lexa yang dibawa Devan masuk kedalam rumah.


.


Rafi kembali menahan Nayya, kali ini Ia menahannnya dengan cara memeluk Nayya erat.


.


"Len, sadar! Jangan kesetanan kayak gini."sentak Rafi.


.


"Please, dengerin gue. Jangan kayak gini. Ini terlalu bahaya buat lo juga orang-orang."ucap Rafi.


.


Nayya tidak mempedulikan ucapan Rafi. Gadis iti tetap saja memberontak.


.


Rafi tidak cukup kuat menahan Nayya sendirian dengan waktu yang cukup lama. Ia perlu bantuan.


.


"Tahan sebentar Fi."Andra baru saja muncul setelah mencari sesuatu didalam mobilnya.


.


"Cepetan Bang, Alen kuat banget ini."ucap Rafi.


.


Andra merogoh saku jaketnya, Ia mengambil sebuah benda yang sangat terbungkus rapih.


.


Andra mengeluarkan benda itu dari pembungkusnya hingga benda itu terlihat jelas.


.


Suntikan berisi cairan.


.


"I'm sorry, Ay."gumam Andra.


.


Andra bergerak cepat menusuk suntikan itu ke tubuh Nayya dan membiarkan cairan itu bekerja dengan sendirinya.


.


Tidak butuh waktu lama untuk cairan itu bekerja. Dalam sekejap tubuh Nayya melemah dan perlahan gadis itu kehilangan kesadaran.


***


Berikan like dan komentarnya ya semua