The Bad Twins

The Bad Twins
the bad twins-11



The Bad Twins


Pintu UKS terbuka. Menampilkan seorang cowok jangkung yang berjalan masuk kedalam UKS.


-


"Hai"sapa Putra


-


"Lo ngapain kesini?"tanya Nayya


-


"Lo kenapa bisa pingsan?"tanya Putra


-


Nayya berdecak. Bukannya menjawab, Putra malah bertanya balik.


-


"Telat makan"


-


"Gue beliin makanan,ya?"


-


"Barusan selesai makan"


-


Putra mengangguk lalu duduk dikursi yang berada disamping ranjang.


-


"Kok tau gue disini?"


-


"Tadi gue yang bawa lo kesini,abisnya temen temen lo pada **** semua! Bukannya bawa lo ke UKS malah ngeliatin aja"


-


"Tadi gue sempet ke ruang OSIS dulu. Makanya baru balik lagi kesini"lanjut Putra


-


"Makasih"ucap Nayya


-


"Lain kali jangan telat makan. Kalau misalnya gak enak badan dirumah aja. Gak usah sekolah. Kalau lo maksain yang ada malah nyusahin diri lo sendiri"


-


"Iya bawel"


-


"Gue bawel karena perduli sama lo"


-


"Lo ada masalah,sampe sakit kayak gini?"tanya Putra


-


"Enggak,cuman telat makan aja. Selebihnya gue gakpapa"ucap Nayya -


Putra menatap manik mata Nayya. Terlihat jelas bahwa Nayya sedang berbohong saat ini. Buktinya Rafi yang biasanya banyak omong tadi dikelas menjadi pendiam. Dan Nayya,ia terlihat sakit saat ini. Putra yakin ada sesuatu yang terjadi pada keduanya.


-


Nayya yang merasa diperhatikan pun menengok kearah Putra. Tak sengaja mata mereka saling beradu pandang. Namun Nayya lebih dulu mengakhiri pandangan mereka.


-


"Lo bisa jalan kan?"tanya Putra


-


"To the point aja sih. Lo mau ngajak gue jalan kan?"


-


"Tau aja. Jadi,mau kan? Kita ketempat yang waktu itu lagi"


-


"MAU BANGET MALAH!!"ucap Nayya antusias


-


"Gak tau kenapa gue jadi suka banget sama langit malam sejak pertama kali lo ajak gue ketempat itu"sambung Nayya


-


"Gue kira lo sukanya sama gue. Soalnya gue udah terlanjur suka dan sayang banget sama lo🤭"


-


Entah ada jin apa yang merasuki Nayya sekarang. Sebuah senyuman kecil terukir diwajahnya. Tapi sayangnya Putra melewati pemandangan indah tersebut


-


Ajeng dan Diva sekarang sedang berada di tengah lapangan. Keduanya sedang berlatih cheerleader. Sedangkan Salma dan Geng Razet hanya menontonnya saja dipinggir lapangan. Kecuali Putra dan Nayya. Mereka berdua tidak berada disana


-


Jam pulang memang sudah berbunyi sedari tadi. Maka dari itu Ajeng,selaku ketua cheerleader memutuskan untuk latihan. Karena sebentar lagi akan ada perlombaan.


-


"Sumpah gue rela gak lulus sekolah kalo pemandangannya kayak gini terus"ucap Zaki yang sedari tadi memperhatikan anggota cheerleader


-


"Yaudah sampe lumutan aja lo disini. Gak usah lulus lulus"ucap Diat


-


"Udah pernah nyobain kaos kaki gue belom?"ucap Zaki sinis


-


"Ogah,bau kembang bangke"ucap Diat


-


"Bunga ****! Kembang mah buat orang mati😤"


-


"Dih emang Raf?"tanya Diat pada Rafi


-


Rafi hanya mengangkat kedua bahunya


-


"Bodoamat lah gue gak peduli, yang penting satu jenis"ucap Diat


-


"Serah lo *****"ucap Zaki


-


"Heh, sesama ****** gak boleh ngatain Jak"ucap Kennath


-


"Nyaut aja lo kayak tiang listrik"ucap Zaki


-


"Kabel ****!"ucap Kennath


-


"Bodoamat terserah lo. Tobat gue lama² punya temen kayak lo"ucap Zaki


-


"Seharusnya gue yang tobat punya temen kayak lo"ucap Kennath


-


"Serah *******!"umpat Zaki


-


"BISA DIEM GAK SI ******!! TOXIC MULU BISANYA!!"ucap Salma


-


"Heh bocil lo juga toxic barusan!"ucap Zaki sambil menoyor kepala Salma


-


"PALA GUE DIPITRAHIN JAKI!!"


-


Putra berjalan menghampiri teman temannya yang beradu mulut itu. Nayya berjalan dibelakang Putra.


-


"Ehh ada eneng Nayya"ucap Zaki


-


"Godain adek gue,gue gampar lo!"sinis Rafi


-


"Mampus lo Jak🤣 Rafi kalo udah marah bisa matiin orang loh. Jadi hati hati aja"ucap Diat


-


"Damai RafāœŒšŸ»"ucap Zaki -


"Abis dari mana? Numben sama Putra"tanya Rafi


-


"Lah,emang lo belom tau kalo Nayya tadi asgfhdjlk"


-


Ucapan Salma terpotong karena Nayya membekap mulut Salma sebelum ia memberitahu yang sebenarnya pada Ragi, karena jika Rafi tau bisa bisa Nayya diceramahi panjang lebar. .


-


"Lah ngapa dah?"tanya Rafi heran


-


"Enggak kok,ehe"jawab Nayya


-


Ajeng dan Diva datang menghampiri mereka.


-


"Pada ngomongin apeni"ucap Ajeng


-


"Ngomongin pocong loncat"jawab Kennath asal


-


"Pocong kan emang loncat. Kalo yang ngesot baru suster ngesot"sahut Diva


-


Krik krik


- "Gue ngomong kok krik sih bangsad😤"ucap Diva


-


"Lo kan temennya jangkrik"jawab Zaki


-


"Apasih gak jelas"ucap Diva


-


"Makanya jelasin dong hubungan kita"ucap Zaki dengan senyum jahilnya


-


"AUTO TELFON ARRA!!"ucap Salma . "AUTO PUTUS DEH!"ucap Diat


-


"Emang udah"ucap Zaki


-


"LOH LOH? KOK BISA? PANTESAN SI ARRA TEH KEMAREN GALO"ucap Salma


-


"Gatau. Dia tiba tiba nuduh gue selingkuh. Terus minta putus"


-


"HAHAHA! MAMPUS! PLAYBOY SIH LO!"ucap Putra


-


"****!"umpat Zaki


-


"Jaki ngomong ke diri sendiri ya?"ucap Nayya


-


"*****, NAYYA KALO NGOMONG SUKA BENER🤣"ucap Kennath tertawa


.


.


"Sumpah ya semua cowok sama aja! Sama sama ngeselin!"gerutu Arra


-


"Maap aja nih gue beda😌"ucap Fariz


-


"Oh iya lo kan homo, jadi beda dari yang lain🤣"ucap Mungga


-


"Gue tampol mau?"ucap Fariz


-


"Jangan, mending dicium aja masšŸ˜"ucap Mungga dengan nada seperti banci


-


"NAJIS NAJIS NAJIS!!"umpat Fariz


-


Ketiganya memang kini sedang berkumpul di sebuah Cafe langganan mereka. Arra yang meminta. Karena ia sedang galau hari ini.


-


"IHH KALIAN BERDUA TUH YA! BUKANNYA NGEHIBUR GUE ATAU APA KEK YANG BISA BIKIN GUE SENENG. INI MALAH BERCANDA BERDUAAN😤"


-


"Mungga duluan Ra"


-


"Lo *******"


-


"Lo ******"


-


"Lo monyet"


-


"Lo ****"


-


-


"Lo gajah"


-


"Lo kambing"


-


"Lo upil"


-


"Lo ***"


-


"GITU AJA TERUS SAMPE GAJAH NGELAHIRIN KAMBING!!"


-


Kini jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Nayya yang sejak tadi sore ketiduran pun kini terbangun karena adanya suara kegaduhan.


-


Nayya mengubah posisinya menjadi duduk saat ini. Ia terdiam sebentar untuk mengumpulkan nyawanya. Setelah itu ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersih bersih terlebih dahulu.


-


Tak lama,Nayya keluar kamar mandinya dengan baju tidur yang sudah menempel ditubuhnya. Nayya duduk dimeja rias untuk mengeringkan rambutnya.


-


Suara yang tak asing baginya langsung menusuk indra pengendaranya. Tak salah lagi itu suara Ayahnya.


-


"Ayah kenapa?"gumam Nayya


-


Karena ingin tahu, Nayya berjalan keluar kamar. Ia menuruni anak tangga dengan perasaan gelisah. Entah kenapa perasaannya menjadi tak enak saat ini. -


Baru beberapa langkah ia menuruni anak tangga. Ia sudah melihat ketiga Abangnya sedang dimarahi oleh Ayahnya saat ini. -


"SEJAK KAPAN AYAH MENGAJARI KALIAN UNTUK BERSIKAP TIDAK SOPAN PADA SESEORANG?!!"teriak Arka


-


"Dan sejak kapan Ayah mulai berani menghianati almarhumah Bunda?"ucap Devan dingin


-


"Ayah sama Tante ****** itu belum resmi menikah. Tapi apa? Kalian dengan seenaknya berduaan dikantor sambil bermesraan"ucap Andra dingin


-


PLAKK


-


Arka menampar keras pipi Andra, ia pun sedikit terhuyung karena tamparan itu.


-


"JAGA UCAPAN MU ANDRA!"teriak Arka


-


Mata Nayya membulat seketika saat melihat Arka menampar Andra untuk pertama kalinya.


-


"Ck. Ayah berani nampar anak Ayah cuman karena perempuan itu? Inget Yah, jangan sampai karena perempuan itu Ayah jadi kasar sama anak anak Ayah"ucap Devan dingin


-


"Ayah baru ngenalin Tante Lexa ke kita aja baru dua tahun yang lalu dan Ayah udah berani kasar kayak gini ke Bang Andra . Gimana kalau udah nikah nanti?"ucap Rafi yang tak kalah dingin


-


Arka memang baru mengenali Lexa pada keempat anaknya dua tahun yang lalu. Dengan alasan yang tak masuk akal. Dan dengan mudahnya mereka berempat mempercayai itu semua.


-


"Mungkin kita diusir Raf, cuman gara gara tuh cewek ******"ucap Andra dingin


-


"DIA BUKAN PEREMPUAN ****** ANDRA!!"ucap Arka yang kini emosinya sudah meluap


-


"Terus apa kalau bukan ******?"tanya Andra


-


"Mungkin penggoda Bang"sahut Devan


-


Arka sudah mengambil ancang² untuk menampar Devan, tapi semua itu ia urungkan ketika suara perempuan masuk ke indra pengendaranya.


-


"Mas...eh maaf"


-


Suara itu berhasil membuat ketiganya menengok kearah pintu. Bahkan Nayya yang masih berada diatas tangga kini berlari kecil kebawah untuk melihat siapa yang datang.


-


Sangat super. Lexa datang pada waktu yang tidak tepat.


-


Arka terdiam dan menurunkan tangannya. Kemudian ia berbalik dan mendapatkan putrinya yang kini berada dihadapannya. Sejak kapan putrinya berada disana?


-


"Eh ada Tante"ucap Nayya, lalu menghampiri Lexa


-


Andra, Devan dan Rafi mengerutkan keningnya saat melihat sikap Nayya pada Lexa.


-


"Hai Tan, apa kabar?"tanya Nayya


-


"Baik"


-


"Nayya mau nanya dong Tan. Boleh gak?"


-


"Silahkan"


-


"Ayah dikasih apa sama Tante? Kok sampe bisa bisanya Ayah nampar Bang Andra? Sebelumnya Ayah gak pernah kayak gitu loh Tan. Apa sih rahasianya? Ajarin Nayya dong. Siapa tau Nayya bisa balikin sifat Ayah kayak dulu lagi"ucap Nayya dengan nada yang dingin


-


Ketiga Abangnya tersenyum ketika mendengar ucapan Nayya. Adik mereka yang satu itu memang bisa mewakili mereka.


-


Nayya yang melihat Lexa diam saja, langsung tersenyum miring.


-


"Kok diem sih Tan? Nayya nanya loh"


-


"Tante gak tau Ay"


-


"Kok gak tau Tan? Jelas jelas dari kemarin sikap Ayah berubah drastis ke kita"


-


"Oh iya satu lagi Tan. Jangan manggil Nayya dengan sebutan Ayya. Karena yang bisa manggil sebutan itu cuman Ayah, Almarhum Bunda Nayya dan ketiga Abang Nayya. Tante kan bukan bagian dari keluarga Nayya. Jadi Tante gak boleh manggil nama Nayya dengan sebutan itu!"ucap Nayya dengan penekanan diakhir katanya


-


"Tapi Tante cal—"


-


Ucapan Lexa terpotong karena Devan mendahului ucapannya.


-


"Calon Bunda baru kita? Iya? Maaf maaf aja nih ya Tan. Saya gak sudi punya Ibu tiri"ucap Devan dengan menatap tajam Lexa


-


"Tante punya keluarga kan? Coba deh bayangin. Tante punya Ayah yang selama ini ngurus Tante sejak kecil tanpa adanya seorang Ibu. Sedangkan Tante gak tau keberadaan Ibu Tante ada dimana. Dan dengan seenaknya perempuan lain datang dikeluarga Tante dengan mengaku sebagai Ibu kandung Tante, padahal Ibu Tante yang sesungguhnya telah tiada"ucap Nayya dengan nada dinginnya


-


"Terus suatu hari Tante diberi tahu yang sebenarnya oleh Ayah Tante, kalau Ibu Tante yang sebenarnya telah tiada. Tante pasti syok kan? dan ditambah dengan satu kabar buruk yang harus menjadi takdir dikeluarga Tante. Kabar itu adalah tentang pernikahan Ayah Tante dengan sosok perempuan yang selama ini mengaku sebagai Ibu kandung Tante. Dan itu semua demi bisa mendapatkan restu dari Tante"


-


"Gimana perasaan Tante pada saat itu? Pasti sakit kan? Nah itu yang dirasakan oleh keempat anak Ayah sekarang"


-


Nayya tersenyum puas ketika melihat Lexa yang terdiam karena ucapannya barusan.


-


Arka yang melihat itu hanya diam. Ia tidak bisa melakukan apa apa ketika mendengar penuturan dari putrinya barusan. Seketika rasa bersalah menghantuinya sekarang.


-


"Maaf, Tante memang salah"ucap Lexa sambil menunduk


-


"Bagus deh kalo lo sadar"sahut Devan


-


"Mendingan Tante segera pergi dari sini, sebelum suasana bertambah panas"ucap Rafi


-


"Kalau begitu saya pulang"pamit Lexa


-


"Tunggu, saya antar"ucap Arka,lalu pergi ke kamarnya dan meninggalkan Lexa bersama keempat anaknya


-


"Tante yakin mau jadi istri Ayah? Walaupun sikap Ayah sekarang udah sedikit berubah. Tapi tetep aja keempat anak Ayah menjadi prioritas utamanya. Kalau Tante mau jadi yang ke lima sih gakpapa"ucap Andra


-


@alendra.nayyara lagi banyak omong nih ges gara² si Tante


-


"Ayok saya antar"ucap Arka yang baru saja turun


-


"Gausah balik lagi Tan kalo perlu"ucap Devan


-


"Hushh hushh"


-


Arka menatap tajam putranya, saat mendengar Rafi mengeluarkan nada suara seperti seseorang yang sedang mengusir kucing. -


"Ayah pergi dulu"ucap Arka


-


Kemudian Arka dan Lexa berlalu, meninggalkan keempat anaknya dirumah.


-


"Abang.....hikss"isak Nayya yang langsung menubruk Andra dengan pelukannya


-


Andra membalas pelukan Nayya. Ia mengusap kepala gadis itu, sesekali ia mengecup kening adiknya.


-


"Ayya gak mau kayak gini Bang. Ayya mau keluarga kita kayak dulu lagi Bang....hiks"


-


"Ayya gak mau Bang....Gak mau....hiks"


-


"Don't cry babe.... We here with you"


.


.


Kini Rafi dan keempatnya temannya sedang berada dikantin. Walaupun belum waktunya istirahat, tapi bodoamat lah yang penting kenyang. Pikir mereka.


-


"Laper banget gue anjay! Mana tuh Mak lampir ngoceh mulu pas dikelas bikin gue pusing"ucap Kennath sambil memakan gorengan yang berada dihadapannya


-


"Sama *****, mana ocehannya itu itu mulu"sahut Zaki


-


"Pengen gue karungin rasanya tuh guru. Terus gue buang ke jurang biar gue gak denger ocehannya lagi"ucap Diat


-


"Kedengeran sama Bu Dewi mampus lo!"ucap Putra


-


"Bodoamat gue gak peduli. Udah jadi sarapan bagi gue hukuman dari dia mah"ucap Zaki


-


"Babang Rafi lagi kenapa? Diem mulu"tanya Diat yang melirik Rafi


-


"Gak tau. Gue tanya juga diem aja"jawab Putra


-


"Gue punya rencana nih biar dia sadar dari lamunannya"ucap Kennath -


"Apaan?"tanya ketiganya serempak


-


BRAKK BRAKK BRAKK


-


Kennath menggebrakkan meja yang ada dihadapannya berkali kali.


-


"RAFII CEWEK LO KEJANG KEJANG RAF!! BENTAR LAGI MAU MATI TUH KAYAKNYA!!"


-


"Hah? Mana mana? Dimana?"tanya Rafi linglung


-


"Tuh kan berhasil🤣"ucap Kennath -


"******* LO NET!"ucap Rafi sambil melepas gorengan kepada Kennath,dan Kennath segera menangkapnya


-


Sayang kalo jatoh soalnya


-


like yg banyak hayuk. Dikomen ya jgn dibaca aja. Komen kalian berharga soalnya buat adelšŸ™ƒ