
The Bad Twins
—
Satu minggu setelah kejadian itu, semua kembali terlihat membaik. Keluarga Davidson kini kembali ramai oleh canda tawa yang mereka perbuat.
-
Contohnya seperti sekarang. Kejahilan Rafi dan Devan pada Nayya berhasil membuat gelak tawa keluarga itu terdengar.
-
"LO BERDUA JAHAT BANGET SIH! MASA GUE DICEBURIN DI KOLAM RENANG! GAK TAU GUE LAGI ENAK ENAK TIDUR APA?!"ucap Nayya yang baru saja turun dari kamarnya dan langsung duduk disamping Andra sambil menatap horor kedua Abangnya yang duduk disofa sebrangnya.
-
"Makanya kalo dibangunin itu bangun. Jangan ngebo mulu. Masa harus kena air dulu baru bangun?"ucap Devan
-
"YA TAPI GAK KAYAK GITU JUGA CARANYA BANG DEVAN!!! DINGIN TAU!!!"ucap Nayya kesal
-
Lagi dan lagi. Suara gelak tawa terdengar. Mereka tertawa karena melihat raut wajah Nayya yang imut ketika sedang kesal.
-
"Udah udah. Lain kali jangan kayak gitu Dev"ucap Andra
-
"Tuh dengerin!"ucap Nayya
-
"Kan gak lucu kalau adek kesayangan gue mati mendadak gara gara kedinginan"lanjut Andra yang membuat Nayya melotot kearah Andra. Ia kira Andra akan membelanya, tau taunya sama aja!
-
"SIALAN LO BANG!"ucap Nayya sambil melempar bantal kearah Andra
-
Andra tertawa, ia lalu mengacak ngacak rambut Nayya gemas.
-
"MASAKAN AYAH SUDAH JADI!!"
-
Teriakan seorang pria yang berasal dari dapur itu membuat keempatnya menoleh. Arka. Pria itu sedang berjalan sambil membawa sepiring makanan yang lumayan besar ditangannya.
-
"WIHH MANTAP NIH YAH!"ucap Rafi sambil tersenyum senang. Karena sejak tadi cacing cacing diperutnya sudah meronta ronta minta diisi
-
"Ambil piring sama gelas gih Fi. Sama air minumnya"ucap Arka
-
"Siap Yah. Nay bantuin gue"ucap Rafi yang langsung diberi anggukan oleh Nayya. Keduanya pun pergi kedapur untuk mengambil benda yang disebut Arka tadi.
-
Tak lama keduanya kembali dengan membawa apa yang mereka cari dan tanpa menunggu lama lagi, mereka mulai menyantap masakan Arka. Untuk Nayya, cewek itu segalanya diambilkan oleh sang Ayah.
-
Putra menaiki anak tangga dan berjalan kearah kelas Nayya. Ia sangatlah merindukan gadis itu. Sudah dua minggu ia tak bertemu dengannya karena harus fokus pada olimpiade yang baru saja dilaksanakan kemarin.
-
Suasana kelas yang tadinya ricuh kini hening karena kehadiran Putra. Cowok itu mengedarkan pandangannya ke sisi kelas. Namun ia tidak melihat kehadiran gadis yang ia cari.
-
"Nayya dimana?"tanya Putra pada Salma yang sedang duduk di samping bangku kosong milik Nayya
-
"Katanya mau ke rooftop"jawab Salma
-
"Sama siapa?"tanya Putra lagi
-
"Sendiri"jawab Salma cepat
-
"Oke, thanks"ucap Putra. Cowok itu lalu berbalik dan berjalan menuju rooftop. Ia sudah benar benar tidak bisa menahan rasa rindunya
.
.
Putra kini sudah sampai di rooftop. Ternyata benar apa yang diucapkan Salma. Cowok itu berjalan kearah Nayya yang sedang berdiri di dekat pembatas gedung.
-
Dipeluknya gadis itu dengan erat. Nayya sempat tersentak kaget ketika sebuah tangan melingkar erat diperutnya.
-
"Nay....."ucap Putra pelan
-
"Kangennn"lanjut Putra
-
Nayya mengulas sebuah senyuman kecil saat mendengar ucapan Putra. Jujur, ia juga merindukan Putra.
-
"Lebay idih. Baru juga ga ketemu dua minggu"cibir Nayya
-
-
"Bucin najis!"ucap Nayya
-
"Biarin. Bucinnya sama lo ini"
-
"Oh iya Nay, gue mau nanya"ucap Putra yang membuat Nayya melepaskan tangan Putra yang berada diperutnya. Gadis itu membalikkan tubuhnya menghadap Putra
-
"Apa?"
-
"Masih suka kan sama gue?"tanya Putra
-
Nayya diam. Tubuhnya terasa panas dingin saat ini. Ini benar benar sama saat Putra menyatakan perasaannya, waktu itu.
-
"Masih suka sama gue?"tanya Putra lagi
-
Nayya mengangguk. Putra yang melihat itu pun langsung tersenyum.
-
"Terus kayak gitu ya? Gue janji secepatnya gue bakal ngeresmiin status kita. But, please wait a little more"
-
Teriakan seseorang membuat Nayya dan Putra menoleh.
-
"WADUHH BOS BOS! KALO MAU PACARAN ITU JANGAN DISINI DONG! GAK MODAL AMAT LO"
-
"RUMAH GEDE, MOTOR BANYAK, MOBIL BANYAK, PERUSAHAAN JUGA ADA DIMANA MANA. TAPI KOK PACARAN DI ROOFTOP! DITEMPAT ROMANTIS LAH BOS! KAYAK KENNATH AJA LO! GAK MODAL!"
-
"Pantesan kita cariin kemana mana gak ada. Lagi pacaran toh"
-
"PAJAK JADIAN BOLEH KALI BOS!"
-
"Nah gue setuju! Sekalian sama anak anak Razet yang lain"
-
Rafi, Diat, Zaki dan Kennath seketika membuat sesuasa rooftop menjadi heboh. Keempat orang itu terus terusan menggoda Nayya dan Putra yang kepergok sedang berduaan.
-
"Apaan sih! Gue gak pacaran"ucap Nayya
-
"Yaelah Nay. Lo pacaran sama Putra juga gak ngapa kali. Lo berdua juga udah deket dari lama. Gue setuju kok kalau lo sama Putra"ucap Rafi
-
"Fi! Diem deh!"ucap Nayya sambil menatap horor kembarannya itu. Sedangkan yang ditatap hanya terkekeh
-
"Udah ah. Kita tinggal aja mereka berdua disini. Kayaknya mereka juga masih mau berduaan"ucap Diat
-
"Baek baek lo berdua. Awas kebablasan! Put! Nayyanya jangan diapa apain ya!"ucap Kennath
-
Putra yang mendengar itu langsung menatap tajam Kennath. Seolah olah ia berkata 'Gue bunuh lo Neth nanti'
-
Kennath yang melihat itu langsung nyengir
"Bercanda bos bercanda"
-
"Udah sono pergi!"usir Putra
-
"Galak amat Bang"ucap Zaki
-
"MEREKA EMANG UDAH COCOK BANGET SIH PARAH! YANG SATU DINGIN! YANG SATU GALAK! PAS! JADI BERUANG KUTUB! BWAHAHA"ucap Kennath, lalu setelah itu ia ngacir pergi sebelum kena semprot oleh ketuanya itu. Zaki dan Diat pun ikut ngacir.
-
"Gue balik dulu ke kelas. Adek gue jagain baik baik"ucap Rafi sambil melirik Nayya, lalu ia pergi meninggalkan rooftop
-
Namun sebelum ia benar benar pergi dari sana ia melirik Nayya dan Putra.
-
"Gue percaya sama lo Put dan gue harap lo jaga kepercayaan gue sama lo. Tapi sekali lagi gue tau kalau kembaran gue sakit hati, gue bisa pastiin saat itu juga persahabatan kita putus. Bahkan gue gak segan segan bunuh lo. Gak peduli kalau kita pernah suka dan duka bareng bareng"