
The Bad Twins
—
Jam telah menunjukkan pukul 4 sore. Ajeng menunggu Nayya di Caffe Eatery bahkan ia sudah menunggu lebih dari setengah jam.
-
Tak lama kemudian Nayya datang bersama seorang pria dibelakangnya. Nayya pun duduk didepan Ajeng, sedangkan pria itu berdiri di belakang Nayya.
-
"Cewek kan?"ketus Nayya
-
"Iya iya gue percaya"ucap Andra
-
"Ajeng?"tanya Andra dingin
-
Ajeng meneguk salivanya ketika Andra menatapnya dengan tajam
-
"Eh iya emm-"Ajeng menggantung ucapannya karena tidak tau harus memanggil Andra dengan sebutan apa
-
"Gue titip Nayya"ucap Andra
-
Ajeng pun hanya mengangguk
-
"Jemput?"tanya Andra pada Nayya
-
"Boleh"
-
"Oke,nanti kabarin"ucap Andra sambil mengelus rambut Nayya,kemudian ia berbalik dan berjalan keluar dari Caffe
-
Beberapa menit kemudian
-
"NAYYA!! AJENG!!"teriak Diva yang baru saja masuk ke dalam Caffe dan berjalan menghampirinya bersama Salma dan Arra -
"Ini bukan kebon binatang Div!"ucap Ajeng
-
Diva hanya cengengesan dan kemudian duduk disamping Ajeng. Sedangkan Salma dan Arra duduk disamping kanan dan kiri Nayya.
-
"Mata lo ngapa Sal?"tanya Ajeng
-
"Biasa galau"sahut Arra
-
"Loh loh? Kenapa?"tanya Ajeng
-
"Putus?"tanya Nayya asal
-
"Kok tau?"tanya Salma
-
"Ihh kenapa? Kok bisa? Hubungan lo kan selama ini baik baik aja"ucap Arra
-
"Gue gak tau. Tiba tiba aja dia minta break"ucap Salma
-
"Cerita cerita!"ucap Diva antusias
-
Yang lainnya pun menengok kearah Salma untuk fokus pada ceritanya,tapi lain dengan Nayya ia malah fokus pada ponselnya.
-
—flasback on—
Malam itu Kennath mengajak Salma bertemu. Keduanya kini telah berada di rooftop salah satu gedung yang berada di sekitar Jakarta.
-
"Kadang yang benar benar cinta seketika harus berpisah ya?"ucap Kennath
-
Salma menautkan kedua alisnya,kenapa suasananya jadi seperti ini?
-
"Kenapa harus berpisah jika keduanya masih bisa disatukan"jawab Salma
-
"Sayangnya kita gak bisa"
-
Deg
"Maksudnya?"tanya Salma bingung
-
Yang sabar @salmakhrins
—
Keadaan hening. Keduanya sama sama diam dan enggan saling menatap.
-
Sampai akhirnya,
-
Kennath memutar tubuh Salma hingga kini mereka berhadapan
-
"Gue pengen....kita break"ucap Kennath sambil menatap Salma
-
"Kenapa? Salma ada salah?"
-
Kennath menggeleng
"Gue ada masalah"
-
"Masalah apa? Cerita aja sama Salma. Bukan minta break kayak gini!"
-
"Gue ada masalah sama Mamah,dan ini menyangkut lo Sal. Gue harap lo ngerti. Dan satu hal yang harus lo inget baik baik. Sampai kapan pun gue bakalan terus mencintai lo!"jelas Kennath
-
Salma makin dibuat bingung oleh Kennath
-
"Gue harap lo ngerti. Gue butuh waktu buat nyelesaiin semuanya. Kita break!"ucap Kennath dengan penuh penekanan
-
"Gue gak bisa jauh dari lo"lirih Salma yang kini matanya mulai memanas
-
Kennath segera menarik tubuh Salma kepelukannya. Ia mengelus bahu Salma lembut guna untuk menenangkannya.
-
"Kita masih bisa deket kok. Tapi sementara ini gue perlu waktu buat sendiri,gue gak mau lo sakit hati Sal"ucap Kennath
-
Samar samar Kennath merasakan bahwa Salma menganggukki ucapannya
—flasback off—
-
-
"Pacar lo gila sumpah"ucap Ajeng
-
"Untung gue sabar"ucap Salma
-
"Pacaran berbulan bulan pas putus cuman butuh waktu beberapa menit doang. Bwahahahaha"ucap Ajeng
-
"GUE DOAIN LO PUTUS SAMA RAFI!!"ketus Salma
-
Ajeng menabok mulut Salma
-
"Nauuzubillah minzalik Ya Allah"ucap Ajeng
-
"Lo pacaran sama Rafi berapa lama sih?"tanya Salma
-
"Sebenernya udah 5 bulan. Tapi kita backstreet. Dua hari yang lalu Rafi minta kita mulai semuanya dari awal lagi"ucap Ajeng
-
"Jangan bikin dia sedih ya je?"ucap Nayya tiba²
-
Ajeng pun mengangguk mantap
-
"Lo ada hubungan apa sama Rafi?"tanya Salma heran
-
"Sodara"
-
"Rafi adek apa abang lo?"tanya Salma
-
"Kembaran,tapi dia lahir duluan"jawab Nayya
. "*****!! KOK BEDA BANGET?"tanya Diva .
Ajeng menggetok kepala Diva
"Namanya juga gak seiras,**** kok dipelihara!"
—
Zaki melempar stik PS yang ia pegang dengan kesal
-
"EWOAHHH GUE MENANG!!"teriak Rafi
-
"MAMPUS LO JAK!!"ucap Kennath
-
"MAMPUS MAMPUS MAMPUS!!"umpat Diat -
"*******!"umpat Zaki
-
"Siap siap duit lo abis bwahahaha"ucap Putra -
"Bacot *****!"ketus Zaki
-
"Makanya jangan sok sok an ngelawan gue. Kalah kan lo!"ucap Rafi sambil tertawa
-
"Bodo amat!"umpat Zaki
-
Kelimanya saat ini memang sedang berkumpul dirumah Rafi. Tepatnya sedang berada di ruang tengah. Mumpung malam Minggu sih katanya.
-
Ceklekk
Nayya masuk ke dalam rumah dan keadaan hening seketika.
-
Rafi yang melihat Nayya masuk segera menghampirinya,sedangkan teman temannya kebingungan melihat Nayya masuk kedalam rumah Rafi.
-
Nayya menautkan kedua alisnya saat Rafi menatapnya dengan tatapan horor
-
"Kenapa?"tanya Nayya
-
"Dari mana aja? Kok jam 8 baru pulang? Terus kenapa pulang sendiri? Kenapa gak minta jemput gue?"tanya Rafi
-
"Kalo nanya satu satu!"ketus Nayya
-
"Jawab!"
-
"Gue capek"
-
"Sekarang Alendra!"ucap Rafi dengan tatapan tajamnya
-
Nayya mendengus sebal
"Abis dari Caffe gue main kerumah Ajeng dulu. Tadi gue sempet ngehubungin lo kok. Tapi gak diangkat. Bang Andra sama Bang Devan juga gitu. Jadi mau gak mau gue pulang sendiri"
-
"Sorry,dari tadi gue sama anak² dibawah dan hp gue dikamar"
-
"Gak papa,gue ngerti kok. Gak selamanya lo harus ngurusin gue terus. Lo juga pasti butuh dunia lo sendiri kan? "ucap Nayya
-
"Gue kekamar"sambung Nayya
-
Nayya pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sedangkan Rafi,ia kembali bergabung ke sofa
-
"Lo nyimpen cewek dirumah Raf?"tanya Zaki asal
-
"Gue gak sebangsat itu"
-
"Terus ngapain tuh cewek ada disini?"tanya Zaki
-
"Anak baru di Garuda kan ya? Namanya Nayya kalo gak salah"sambung Diat
-
"Siapa lo Raf?"tanya Putra yang mulai kepo
-
"Adik kembaran gue"
-
Hanya tiga kata tapi mampu membuat mereka kaget. Karena selama tiga tahun berteman dengan Rafi mereka hanya tau ia mempunyai dua saudara laki laki.
-
next?like dan komen