The Bad Twins

The Bad Twins
The bad twins 2-35



The bad twins season 2


__


"Ngapain lo kesini lagi?"


.


Oke, kalian boleh mengatan Devan tidak sopan kali ini. Tapi memang sebesar itu rada bencinya hingga perkataan tidak sopan dapat keluar dari mulutnya.


.


"Loh? Salah emangnya kalau Tante mau silaturahmi?"tanya Lexa.


.


"Salah. Udah gak sopan main nyelonong masuk aja. Inget ya, lo bukan siapa-siapa disini."ucap Devan.


.


"Van."tegur Arka.


.


"Mau apa kamu?"tanya Arka pada Lexa.


.


Lexa tersenyum. "Aku hanya mau silaturahmi, Mas."


.


Nayya yang melihat itu memutar kedua bola matanya. "Menjijikan."gumamnya.


.


Lexa kemudian berjalan mendekat. Duduk di sofa kosong samping Nayya.


.


"Hey, siapa suruh lo suduk situ? Geseran sana, jangan deket-deket adek gue. Ketularan virus jahat elo ntar."ucap Devan.


.


"Devan. Soapan sedikit."tegur Arka.


.


"Ayah ngapain belain dia sih?"ketus Rafi.


.


"Dia orang tua. Pantas untuk kalian sopan kan."ucap Arka.


.


"Cih, modelan kayak dia disopanin. Gak pantes."ucap Devan.


.


"Devan."lagi-lagi Arka menegur anaknya itu.


.


Devan berdecak, lelaki itu kemudian beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju lantai dua untuk ke kamarnya.


.


"Ayya keatas dulu, Yah. Mau mandi."ucap Nayya.


.


Arka mengangguk. "Jangan tidur malam-malam."


.


Nayya tidak menyahuti lagi ucapan Ayahnya. Gadis itu langsung pergi menuju kamarnya yang juga berada dilantai dua.


.


"Udah malam. Mending pulang."usir Andra secara halus.


.


"Ini."Lexa menaruh paper bag yang Ia bawa diatas meja.


.


"Jangan lupa dimakan."ucap Lexa.


.


"Kalau gitu Tante permisi."Lexa beranjak dari duduknya.


.


"Perlu saya antar?"tawar Arka.


.


"Gak ada anter-anteran. Daripada nganterin dia mendingan Ayah istirahat aja.Biar Rafi yang anter nih orang."ucap Rafi.


.


Andra mengerutkan keningnya. "Kesambet?"


.


"Iye. Kesambet setan bucin."ucap Rafi.


.


Rafi beranjak dari duduknya. Memakai jaketnya dan mengambil kunci motornya. Lelaki itu lalu berjalan lebih dulu menuju garansi.


.


Saat Rafi mengambil motornya, lelaki itu tersenyum miring.


.


"Gue ajak balap dikit gapapa lah ya? Sekalian pemanasan. Lagian dia gak bakal langsung jantungan juga kan?"


***


Ketiga saudara kandung yang tengah berkumpul di ruang keluarga sambil menonton film itu kompak menoleh saat Rafi tiba-tiba datang dan tertawa.


.


"Gila. Dateng-dateng ketawa."celetuk Devan.


.


"Lagi seneng ini gue, Bang."ucap Rafi.


.


"Abis nganterin tuh Tante, lo seneng gitu?"tanya Devan.


.


"Palingan ngerjain Tante Lexa dia, Bang. Makanya seneng gitu."ucap Nayya, namun pandangannya masih menatap layar televisi besarnya.


.


"Aduh, kembaran gue emang pinter."ucap Rafi.


.


"Lo ajak ngebut, Fi?"ucap Devan.


.


Rafi terkekeh, lelaki itu kembali mengingat bagaimana reaksi Lexa saat dibawa ngebut olehnya.


.


"Kesel abisnya gue Bang. Ngerusuhin keluarga kita mulu. Gue usilin aja jadinya."ucap Rafi.


.


"Dari awal keluar gerbang, gue langsung ngajak ngebut dia. Beruntungnya jalanan berpihak pada rencana gue. Jadi gue leluasa narik gas."


.


"Gue gak tahan *****, Bang liat reaksinya. Pengen ngakak terus bawaannya."


.


"Muka dia tadi udah pucet banget, terus mulutnya komat-kamit pas gue liat dari spion. Gak tau dah tuh orang nyumpahin gue apa lagi doa biar selamat. Udah gitu, pas turun-turun badannya gemeter, rambutnya juga berantakan. Lo bayangin sendiri dah tu gimana."


.


Devan tertawa geli. "Gua ngebayangin sialan, komuknya gimana. Harusnya lo bikin vlog Fi tadi. Lumayan buat dijadiin meme."


.


"Dih *****, tapi boleh juga kalo tadi gue coba."kekeh Rafi.


.


Nayya menghela nafas.


.


"Punya sodara gak ada yang bener."gumam Nayya saat mendengar percakapan lanjut mereka.


.


"Abang doang emang yang bener."ucap Andra.


.


Nayya mendongak, menatap Andra lalu memutar kedua bola matanya malas.


.


.


"Apasih Bang? Cium-cium."kesal Nayya.


.


"Gak boleh emang?"


.


"Gue ngantuk."


.


"Kalo ngantuk tidur aja."ucap Andra.


.


"Sini."suruh Andra.


.


Nayya hanya bergumam sebagai jawaban. Gadis itu lalu merubah posisinya agar lebih nyaman.


.


Nayya memeluk Andra. Dengan kepalanya yang dibiarkan bersender di dada Abangnya. Andra pun juga memeluk pinggang Nayya.


.



Memang. Dikeempat saudara kandung itu yang waras hanya Andra dan Nayya. Kalau Rafi dan Devan ya kalian tau lah seperti apa.


***


"BELI! BELI! BELI!"


.


"DIBELI DONG SUSUNYA!"


.


"CANTIK! BELI SUSUNYA DONG!"


.


"BUAT KAMU AKU DISKONIN DEH."


.


Pagi-pagi koridor kampus yang masih jarang orang lewat itu sudah rusuh dengan seorang lelaki yang berteriak dan memaksa orang yang berlalu lalang membeli susu botola yang berada ditangannya.


.


Kebetulan Nayya melewati koridor itu karena memang baru saja tiba di kampus. Lelaki yang tadi berteriak itu langsung menghampiri Nayya dengan gaya khasnya.


.


Nayya menatap heran lelaki yang menghadang jalannya saat ini.


.


Lelaki itu tersenyum lebar. "Pagi Bu bos!"


.


"Mau beli susu gue gak, Bu bos?"tawar Kennath.


.


"Eh, *****. Salah ngomong gue. Jangan ambigu dulu lo!"


.


"Maksud gue susu yang ini nih. Susu yang gue jual. Kalo mau gue diskonin."ucap Kennath sambil menunjukkan sebotol susu yang Ia pegang.


.



.


Nayya mengerutkan keningnya.


.


"Kok disini?"tanya Nayya.


.


Kennath nyengir. "Gue ngikut Rafi. Sekalian jualan."


.


"Pantes gak nganter gue."gumam Nayya.


.


"Kenapa Nay?"tanya Kennath.


.


"Engga. Lo—beralih profesi?"


.


"Kaga, iseng-iseng doang ini. Sekalian godain cewek. Siapa tau ada yang nyantol."


.


Nayya menggeleng heran. Putus dari sahabatnya untuk yang kedua kalinya membuat lelaki itu menjadi-jadi. Apa saja dilakukan oleh lelaki itu.


.


"Dimana?"tanya Nayya.


.


"Hah? Dimana apanya?"tanya Kennath.


.


"Rafi."


.


"Di kantin. Lagi ngapel dia. Lagi kangen-kangenan."


.


Nayya mengangguk. "Gue duluan."


.


"Ini gak mau beli Nay?"tanya Kennath.


.


"Kalo gak mau gue kasih aja deh. Gratis. Khusus buah Bu bos."Kennath nyengir.


.


Kennath memberikan satu botol susu kepada Nayya. Nayya menerimanya.


.


Untuk pertama kalinya Nayya tersenyum tipis dihadapan lelaki lain yang notabenenya adalah temannya.


.


"Thanks."ucap Nayya.


.


"Siap. Btw, lo cakep kalo senyum dari pada datar kayak triplek."kekeh Kennath.


.


"Gue duluan."ucap Nayya.


.


Kennath mengangguk. "Hati-hati."


.


Nayya menepuk bahu Kennath. Seakan memberinya semangat. "Cepet move-on. Dia udah ada yang lain."


.


Setelah mengucapkan itu Nayya pergi dari hadapan Kennath.


.


"Buset, berasa sadboy banget gue."kekeh Kennath.


.


"Tapi, emang iya sih."


***


Berikan like dan komentarnya kalau kalian suka dengan cerita ini.


Baca juga The Assassin.