
The bad twins season 2
__
"Ngapain lo kesini lagi?"
.
Oke, kalian boleh mengatan Devan tidak sopan kali ini. Tapi memang sebesar itu rada bencinya hingga perkataan tidak sopan dapat keluar dari mulutnya.
.
"Loh? Salah emangnya kalau Tante mau silaturahmi?"tanya Lexa.
.
"Salah. Udah gak sopan main nyelonong masuk aja. Inget ya, lo bukan siapa-siapa disini."ucap Devan.
.
"Van."tegur Arka.
.
"Mau apa kamu?"tanya Arka pada Lexa.
.
Lexa tersenyum. "Aku hanya mau silaturahmi, Mas."
.
Nayya yang melihat itu memutar kedua bola matanya. "Menjijikan."gumamnya.
.
Lexa kemudian berjalan mendekat. Duduk di sofa kosong samping Nayya.
.
"Hey, siapa suruh lo suduk situ? Geseran sana, jangan deket-deket adek gue. Ketularan virus jahat elo ntar."ucap Devan.
.
"Devan. Soapan sedikit."tegur Arka.
.
"Ayah ngapain belain dia sih?"ketus Rafi.
.
"Dia orang tua. Pantas untuk kalian sopan kan."ucap Arka.
.
"Cih, modelan kayak dia disopanin. Gak pantes."ucap Devan.
.
"Devan."lagi-lagi Arka menegur anaknya itu.
.
Devan berdecak, lelaki itu kemudian beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju lantai dua untuk ke kamarnya.
.
"Ayya keatas dulu, Yah. Mau mandi."ucap Nayya.
.
Arka mengangguk. "Jangan tidur malam-malam."
.
Nayya tidak menyahuti lagi ucapan Ayahnya. Gadis itu langsung pergi menuju kamarnya yang juga berada dilantai dua.
.
"Udah malam. Mending pulang."usir Andra secara halus.
.
"Ini."Lexa menaruh paper bag yang Ia bawa diatas meja.
.
"Jangan lupa dimakan."ucap Lexa.
.
"Kalau gitu Tante permisi."Lexa beranjak dari duduknya.
.
"Perlu saya antar?"tawar Arka.
.
"Gak ada anter-anteran. Daripada nganterin dia mendingan Ayah istirahat aja.Biar Rafi yang anter nih orang."ucap Rafi.
.
Andra mengerutkan keningnya. "Kesambet?"
.
"Iye. Kesambet setan bucin."ucap Rafi.
.
Rafi beranjak dari duduknya. Memakai jaketnya dan mengambil kunci motornya. Lelaki itu lalu berjalan lebih dulu menuju garansi.
.
Saat Rafi mengambil motornya, lelaki itu tersenyum miring.
.
"Gue ajak balap dikit gapapa lah ya? Sekalian pemanasan. Lagian dia gak bakal langsung jantungan juga kan?"
***
Ketiga saudara kandung yang tengah berkumpul di ruang keluarga sambil menonton film itu kompak menoleh saat Rafi tiba-tiba datang dan tertawa.
.
"Gila. Dateng-dateng ketawa."celetuk Devan.
.
"Lagi seneng ini gue, Bang."ucap Rafi.
.
"Abis nganterin tuh Tante, lo seneng gitu?"tanya Devan.
.
"Palingan ngerjain Tante Lexa dia, Bang. Makanya seneng gitu."ucap Nayya, namun pandangannya masih menatap layar televisi besarnya.
.
"Aduh, kembaran gue emang pinter."ucap Rafi.
.
"Lo ajak ngebut, Fi?"ucap Devan.
.
Rafi terkekeh, lelaki itu kembali mengingat bagaimana reaksi Lexa saat dibawa ngebut olehnya.
.
"Kesel abisnya gue Bang. Ngerusuhin keluarga kita mulu. Gue usilin aja jadinya."ucap Rafi.
.
"Dari awal keluar gerbang, gue langsung ngajak ngebut dia. Beruntungnya jalanan berpihak pada rencana gue. Jadi gue leluasa narik gas."
.
"Gue gak tahan *****, Bang liat reaksinya. Pengen ngakak terus bawaannya."
.
"Muka dia tadi udah pucet banget, terus mulutnya komat-kamit pas gue liat dari spion. Gak tau dah tuh orang nyumpahin gue apa lagi doa biar selamat. Udah gitu, pas turun-turun badannya gemeter, rambutnya juga berantakan. Lo bayangin sendiri dah tu gimana."
.
Devan tertawa geli. "Gua ngebayangin sialan, komuknya gimana. Harusnya lo bikin vlog Fi tadi. Lumayan buat dijadiin meme."
.
"Dih *****, tapi boleh juga kalo tadi gue coba."kekeh Rafi.
.
Nayya menghela nafas.
.
"Punya sodara gak ada yang bener."gumam Nayya saat mendengar percakapan lanjut mereka.
.
"Abang doang emang yang bener."ucap Andra.
.
Nayya mendongak, menatap Andra lalu memutar kedua bola matanya malas.
.
.
"Apasih Bang? Cium-cium."kesal Nayya.
.
"Gak boleh emang?"
.
"Gue ngantuk."
.
"Kalo ngantuk tidur aja."ucap Andra.
.
"Sini."suruh Andra.
.
Nayya hanya bergumam sebagai jawaban. Gadis itu lalu merubah posisinya agar lebih nyaman.
.
Nayya memeluk Andra. Dengan kepalanya yang dibiarkan bersender di dada Abangnya. Andra pun juga memeluk pinggang Nayya.
.
Memang. Dikeempat saudara kandung itu yang waras hanya Andra dan Nayya. Kalau Rafi dan Devan ya kalian tau lah seperti apa.
***
"BELI! BELI! BELI!"
.
"DIBELI DONG SUSUNYA!"
.
"CANTIK! BELI SUSUNYA DONG!"
.
"BUAT KAMU AKU DISKONIN DEH."
.
Pagi-pagi koridor kampus yang masih jarang orang lewat itu sudah rusuh dengan seorang lelaki yang berteriak dan memaksa orang yang berlalu lalang membeli susu botola yang berada ditangannya.
.
Kebetulan Nayya melewati koridor itu karena memang baru saja tiba di kampus. Lelaki yang tadi berteriak itu langsung menghampiri Nayya dengan gaya khasnya.
.
Nayya menatap heran lelaki yang menghadang jalannya saat ini.
.
Lelaki itu tersenyum lebar. "Pagi Bu bos!"
.
"Mau beli susu gue gak, Bu bos?"tawar Kennath.
.
"Eh, *****. Salah ngomong gue. Jangan ambigu dulu lo!"
.
"Maksud gue susu yang ini nih. Susu yang gue jual. Kalo mau gue diskonin."ucap Kennath sambil menunjukkan sebotol susu yang Ia pegang.
.
.
Nayya mengerutkan keningnya.
.
"Kok disini?"tanya Nayya.
.
Kennath nyengir. "Gue ngikut Rafi. Sekalian jualan."
.
"Pantes gak nganter gue."gumam Nayya.
.
"Kenapa Nay?"tanya Kennath.
.
"Engga. Lo—beralih profesi?"
.
"Kaga, iseng-iseng doang ini. Sekalian godain cewek. Siapa tau ada yang nyantol."
.
Nayya menggeleng heran. Putus dari sahabatnya untuk yang kedua kalinya membuat lelaki itu menjadi-jadi. Apa saja dilakukan oleh lelaki itu.
.
"Dimana?"tanya Nayya.
.
"Hah? Dimana apanya?"tanya Kennath.
.
"Rafi."
.
"Di kantin. Lagi ngapel dia. Lagi kangen-kangenan."
.
Nayya mengangguk. "Gue duluan."
.
"Ini gak mau beli Nay?"tanya Kennath.
.
"Kalo gak mau gue kasih aja deh. Gratis. Khusus buah Bu bos."Kennath nyengir.
.
Kennath memberikan satu botol susu kepada Nayya. Nayya menerimanya.
.
Untuk pertama kalinya Nayya tersenyum tipis dihadapan lelaki lain yang notabenenya adalah temannya.
.
"Thanks."ucap Nayya.
.
"Siap. Btw, lo cakep kalo senyum dari pada datar kayak triplek."kekeh Kennath.
.
"Gue duluan."ucap Nayya.
.
Kennath mengangguk. "Hati-hati."
.
Nayya menepuk bahu Kennath. Seakan memberinya semangat. "Cepet move-on. Dia udah ada yang lain."
.
Setelah mengucapkan itu Nayya pergi dari hadapan Kennath.
.
"Buset, berasa sadboy banget gue."kekeh Kennath.
.
"Tapi, emang iya sih."
***
Berikan like dan komentarnya kalau kalian suka dengan cerita ini.
Baca juga The Assassin.