Run Away

Run Away
44



Upload ulang karena bab 44 kehapus, (yang kemarin sudah baca silahkan di skip)


Sejak Toriq menelefon Putri beberapa hari yang lalu, hidup Putri semakin dibuat gelisah. Entah mengapa kehadiran Toriq seolah seperti mengancam hubungan Putri dan Reza.


Sudah hampir seminggu ini sejak sebelum Toriq menelefon, Putri tak bisa tidur dengan nyenyak. Beberapa kali ia terbangun dan tantrum lagi. Dan kehadiran Toriq membuat pikirannya semakin dibuat kalut.


Hingga sore itu Putri akhirnya memutuskan menemui Dokter Karol untuk berkonsultasi lagi. Beruntung Putri diberi ATM oleh orang tua Reza untuk ia gunakan sewaktu waktu dan saat Putri mengecek jumlahnya di mesin ATM betapa terkejutnya ia saat melihat angka 9 digit muncul layar. Bahkan untuk bermimpi mempunyai uang sebanyak ini tak pernah terbesit.


Menjelang malam Putri baru bisa bertemu Dokter Karol dan berkonsultasi. Selama 2 jam ia di terapi lagi di rumah sakit tempat dulu Putri dan Reza dirawat.


Tiga bulan lebih berlalu sejak kecelakaan itu dan kini keadaan Putri sudah jauh lebih baik tanpa bantuan arm sling. Lusa ia dan Reza ada jadwal kontrol ke Rumah sakit untuk mengecek kondisi tulang mereka berdua.


Usai terapi perasaan Putri jauh lebih tenang dan rileks. Namun selama perjalanan pulang Putri teringat pada Reza. Ia melewatkan jam makan malam, apakah Reza mencarinya?? Tak pernahkah terbesit satu ingatan apapun tentang Putri di benak Reza??


Mengapa hidupnya jadi serumit ini..


Jam 9 lebih Putri sampai di Mansion orang tua Reza. Ia menumpang taxi online. Kamar Reza sudah gelap saat Putri memperhatikannya dari luar. Putri rindu melihat Rezanya yang dulu..


Begitu sampai di kamarnya, Putri lekas berganti pakaian dan tidur. Ia tak lagi gelisah meski sempat beberapa kali terbangun secara tiba tiba. Saat sendiri seperti sekarang Putri benar benar merindukan kehadiran Reza. Terbiasa tidur di tempat tidur yang sama dan membuka mata dengan tubuh saling berpelukan membuat Putri sangat merasa kehilangan. Dokter Karol bilang bahwa alam bawah sadar Putri tertekan oleh rindu yang amat sangat. Ia bahkan tak bisa membayangkan hidupnya tanpa Reza.


Paginya, entah mengapa Putri terbangun dengan suasana hati yang memburuk lagi. Ia tak bersemangat seperti biasa, seluruh tubuhnya seperti melemah. Terlebih di meja makan Reza sudah menunggunya dengan wajah masam. Perasaan Putri semakin campur aduk.


Dan seperti yang sudah di duga Reza memarahinya habis habisan karena keluar rumah tanpa berpamitan padanya. Bukankah Reza sudah tak peduli pada Putri?? Lalu mengapa ia harus berpamitan? Dengan atau tanpa ijin dari Reza tak akan membuat perubahan apapun pada diri laki laki itu, ia akan tetap lupa pada Putri.


Saat Putri sedang memperhatikan Reza dari jauh tiba tiba sebuah notif pesan whatsapp mengagetkan Putri. Sebuah pesan dari Toriq. Putri menghembuskan nafasnya lelah.


πŸ‘±πŸ»β€β™‚οΈ : Hay Putri, sedang apa??


Putri menggeletakkan lagi ponselnya tanpa berniat membalas pesan Toriq. Ia lebih suka mengawasi Reza yang nampak tenang berjemur sambil membaca buku. Dulu semasa di kos Pelangi hampir setiap hari Reza membaca buku dan Putri menyukai ekspresi wajahnya yang serius bila sedang membaca. Bahkan Putri sempat mengira bahwa hidup Reza hanyalah untuk membaca buku, makan dan tidur..


Ponsel Putri berdering, Putri sudah mengira siapa yang menelfonnya..


Toriq is calling..


Putri mengabaikan panggilan itu dan merejectnya cepat. Ia tak ingin terlibat masalah dengan Toriq.


Akan tetapi panggilan itu berdering lagi, dengan sigap Putri merejectnya tanpa babibu. Terus begitu hingga tak terasa 10 panggilan dari Toriq sudah ia tolak. Putri tersenyum puas.


Sebuah pesan whatsapp masuk, dari Toriq.


πŸ‘±πŸ»β€β™‚οΈ : angkat telefonnya atau aku kerumah Reza sekarang!!


Putri terhenyak, ia tahu Toriq bukan tipe manusia yang suka bercanda. Saat panggilan dari Toriq berdering lagi lekas Putri berdiri dan berjalan menjauh dari kursinya.


"Hallo.." sapa Putri dingin.


Tak ada sahutan, hanya suara nafas yang memburu dan Putri jijik mendengarnya.


"Kamu hanya kawin kontrak dengan Reza iya kan??!" Tukas Toriq cepat.


"Gila kamu ya! Belum juga waras ternyata sampe sekarang.." tawa Putri menutupi,


"Aku akan mencari bukti Put! Karena aku yakin kamu dan Reza bukan suami istri..!"


"Toriq stop!!.., mau sampai kapan kamu memaksakan diri seperti ini? Tujuan kamu apa berbuat seperti ini??"


"Aku cuma pengin kamu Put! Aku sayang sama kamu bahkan sejak pertama kali ngeliat kamu.."


"Pertama kali kamu ngeliat aku adalah malam dimana kamu lagi mabuk berat.., yang kamu sukai itu bukan aku tapi bayang bayang mantan istri kamu.."


Tak ada sahutan, nafas Toriq kembali memburu.


"Jangan ganggu aku lagi Riq, please.. kalau kamu emang beneran sayang sama akuβ€”β€”-" Putri spontan terdiam saat ia berbalik dan melihat Reza sudah berada di belakangnya.


Jantung Putri seolah berhenti berdetak, wajah Reza yang dingin dan memerah membuat nafasnya semakin sesak. Ia reflek mematikan ponselnya. Entah mulai dibagian mana Reza mendengar percakapan antara ia dan Toriq.


" siapa itu?" Tanya Reza dingin.


Putri melirik ponselnya yang berdering lagi, entah mengapa Toriq tak pernah berhenti mengganggunya.


"Apa mantan pacarmu??" Lanjut Reza masih mengawasi Putri yang salah tingkah.


Putri menggeleng cepat, ia bahkan tak pernah berpacaran sebelumnya.


"Itu... teman kita saat di kos Pelangi.." sahut Putri keki,


Reza tersenyum sinis, teman?? Bahkan Putri menyebut kata kata sayang tadi..


"Apa sesusah itu kamu berkata jujur?? Bahkan disaat aku sedang kehilangan memori seperti ini kamu bahkan seolah mau menjerumuskan aku.."


"Aku nggak bohong Kak Reza, dia memang teman kita.." tukas Putri cepat, hatinya tiba tiba sakit saat Reza mengatakan kata kata tadi.


"Teman tapi sayang sayangan? Teman macam apa hah!! Atau memang kamu terbiasa berbohong??" Suara Reza melunak,


"Jangan menipuku Put, aku mungkin nampak bodoh buatmu.., tapi kamu nggak akan bisa membohongi perasaanku.."


Putri menunduk sedih, bagaimana ia menjelaskan pada Reza bahwa Toriq adalah laki laki yang selalu mengganggunya. Dan bagaimana bila Toriq tahu Reza sedang amnesia?? Bisa bisa Toriq mencuci otaknya dengan mengatakan hal yang tidak tidak..


Panggilan di ponsel itu berdering lagi, Reza mengawasi ponsel di tangan Putri dengan tatapan nanar. Hatinya tiba tiba sakit dan Reza tak paham mengapa bisa demikian..


Ragu Reza memutar kursi rodanya dan beranjak pergi meninggalkan Putri yang masih termanggu.


Tiga bulan lebih hidup dengan keadaan memori yang kosong membuat Reza tersiksa. Ia berharap bisa mengingat apapun namun sia sia. Sikap Putri yang misterius semakin membuatnya terpuruk. Bila Putri benar benar menyayanginya harusnya Putri tak menurut begitu saja saat Reza mengusirnya dari kamarnya dulu, harusnya Putri meyakinkan Reza bukan malah menghindar dan bertingkah seolah Reza adalah manusia aneh yang tidak bisa di dekati. Cinta tidak seharusnya mudah menyerah seperti itu..