
Besok adalah hari penutupan pameran budaya. Buku buku Kakek Nun sudah hampir separuhnya terjual. Bila memungkinkan besok Reza ingin mengajak Putri datang ke acara penutupan karena pasti akan ramai oleh pengunjung. Akan ada artis Ibukota dan beberapa band ternama yang akan tampil besok, Putri pasti senang.
"Reza temanmu datang lagi.." bisik Kakek Nun seraya mengawasi seseorang dibalik tubuh Reza.
Reza menoleh pelan dan benar saja Zeyna sudah berdiri di belakangnya sambil membaca sebuah buku dengan serius. Reza menghembuskan nafasnya lelah, mau apa lagi dia datang..!
Saat sadar sedang di awasi oleh Kakek Nun dan Reza, Zeyna tersenyum dan melambaikan tangannya santai. Dia menutup buku di ganggamannya dan menghampiri Reza.
"Makan siang bareng yuk.." ajak Zeyna tanpa basa basi.
Reza membuang muka dan melirik Kakek Nun yang juga sedang mengawasinya.
"Ayolah.., Kakek juga boleh ikut kalau mau..!" Lanjut Putri seraya menolehi Kakek Nun yang diam mematung.
"Apa kamu sudah tahu kalau Reza sudah menikah??" Tanya Kakek Nun tiba tiba,
Zeyna terbelalak dan tertawa kecil, " saya cuma ngajak Reza makan siang Kek, bukan ngajak Reza selingkuh.."
"Tapi kamu sudah tahu kan kalo Reza sudah beristri??" Cecar Kakek Nun lagi,
"Iya saya sudah dengar dari Reza sendiri kemarin kalau dia sudah menikah, saya pun sudah bertunangan kok Kek.., kami cuma teman lama yang kebetulan berjumpa disini.." terang Zeyna lugas,
"Apa kamu mau pergi Reza??" Tanya Kakek Nun pada Reza,
Reza melirik Zeyna yang sedang menatapnya dan menggeleng. "Aku makan siang disini Zey, tadi istriku sudah bawain aku bekal.." sahut Reza berdusta,
Zeyna merengut sedih, "yaaah Reza ih, aku udah jauh jauh kemari cuma buat ngajak kamu makan siang bareng..., banyak yang pengin aku ceritain..ayolaaaah.." rajuk Zeyna memohon,
Kakek Nun menghembuskan nafasnya gusar dan beranjak pergi meninggalkan Reza berdua dengan Zeyna.
"Sebentar aja cuma 1 jam yuk, kamu bawa bekal kamu deh gapapa nanti kita makan bareng di restoran kemarin.." bujuk Zeyna memaksa.
Reza mengalah, toh mulai besok ia tak akan bertemu lagi dengan Zeyna bukan??
Di restoran,
"Nomor ponsel kamu berapa Reza??"
"Aku nggak punya ponsel.." sahut Reza cepat,
Zeyna terbelalak kaget, "serius?! Kamu bisa hidup tanpa ponsel???"
Reza mengangguk sambil menyeruput jus jeruk di mejanya.
"Gila yah, kamu bener bener primitif sejati.., aku salut loh sama kamu Reza..!"
"Itu pujian atau cibiran??" Tukas Reza cepat,
"Tergantung kamu menganggapnya apa.."sahut Zeyna terkekeh.
Reza tersenyum masam, " apa kamu masih berteman dengan genkmu?"
"Ohh.., sejak lulus SMA kita udah jarang ketemu sih.., masih ada beberapa tapi nggak seintens dulu ketemuannya.." jawab Zeyna tak enak hati,
" kenapa dulu kamu nggak membelaku saat mereka membullyku??" Tanya Reza lagi dingin, ini saat yang tepat baginya untuk minta penjelasan.
Zeyna menghembuskan nafasnya resah dan menunduk, " Reza you know lah, kita masih labil banget waktu itu.., jangan kamu masukin ke hati.."
Reza tersenyum masam, " kamu tahu kan Zey, aku nggak mudah akrab dengan siapapun, SIAPAPUN! Dan ketika aku akrab denganmu aku pikir kamu adalah temanku yang sebenarnya tapi.."
"Reza stop it!.., I'm sorry karena nggak belain kamu waktu itu but it’s not completely my fault Reza, jangan bahas ini lagi.."
"Kenapa? Justru aku pengen bahas ini sama kamu biar kamu tahu gimana sakit hatinya aku dulu.., kamu boleh menolakku Zey.., kamu boleh menghindari aku dan nggak pernah datang lagi ke perpustakaan setelah kejadian itu tapi kamu dan genkmu nggak perlu membullyku seolah aku adalah—"
"Reza maaf, I'm sorry, I really really sorry!!..atas nama teman temanku aku minta maaf, kami memang jahat.., maaf.." tukas Zeyna sedih,
"Aku semakin menutup diri pada siapapun sejak saat itu Zey, bahkan pada Putri pun aku takut untuk terlalu terbuka.."
"Who is Putri? Istrimu??"
Reza mengangguk pelan, Zeyna menghembuskan nafasnya sedih.
"aku benar benar minta maaf Reza, I mean it! Katakan apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku.." ucap Zeyna kelu,
Reza membuang tatapannya keluar jendela dan tak menjawab permintaan Zeyna. Ia sendiri bingung dengan perasaannya. Melihat Zeyna membuat hatinya sakit. Terlebih saat Reza ingat momen dimana Zeyna memeluknya sebagai ucapan terimakasih atas kado valentinenya tapi setelah itu Zeyna membuangnya ke dasar sumur kesedihan yang paling dalam.
"Reza..."
"Jangan temui aku lagi Zey, melihatmu membuat aku ingat lagi dengan masa laluku yang suram..., aku ingin menguburnya dalam dalam.."
"Itu mustahil Reza, aku nggak mau kehilangan kamu lagi setelah kita bertemu kaya gini.."
"Apa maksud kamu??" Tukas Reza kaget,
Zeyna mengatur nafasnya yang memburu, berkali kali ia mencoba untuk relaksasi.
" hubunganku dengan tunanganku nggak berjalan baik..."
Reza mengawasi Zeyna serius,
"Dia terlalu banyak menuntut aku untuk tidak terlalu sibuk dengan kegiatanku, dia terlalu dominan.., dan aku tidak suka di kekang.."Lanjut Zeyna lugas. "Aku pikir setelah sekian lama, hanya kamu yang mengerti dan mau mendengarkanku Reza.."
Reza mulai paham arah pembicaraan Zeyna, ia menghembuskan nafasnya kesal.
"Aku sudah beristri Zey.."
"Tapi istrimu bahkan nggak tahu apa apa tentang kamu, dia nggak tahu masa lalu kamu, dia nggak tahu silsilah keluargamu.., dia nggak tahu.."
"Aku mencintai dia, sangat! Aku nggak peduli meskipun dia nggak tahu siapa jati diriku..!" Potong Reza cepat,
" hubungan kalian nggak sehat Reza..!"
"Lantas kamu mau menghancurkan hubunganku hanya karena istriku nggak tahu siapa aku sebenarnya??" Tukas Reza lagi,
“Jangan menggangguku lagi Zey, cukup!.., aku bukan Reza pangeran kodok yang dulu kamu kenal... aku tidak lagi berada disana,"
Zeyna mengusap wajahnya frustasi, ia melepas kacamatanya dan tertunduk sedih.
"Andai kamu belum menikah, apa kamu masih mau menerimaku??"
Reza menggeleng cepat, "andai aku belum menikah pun, aku akan tetap mengubur masa laluku denganmu dalam dalam.., tidak ada kenangan manis di sana yang bisa aku kenang.."
"Jangan munafik Reza, kita sering menghabiskan waktu bersama sama.., hobi kita sama, buku bacaan favorit kita juga sama!"
"Lalu?? Kamu pikir itu bisa dijadikan alasan untuk aku terus memuja kamu?? Hobiku dan Putri jauh berbeda.., tapi perbedaan itulah yang membuat kami terlihat spesial satu sama lain.." Terang Reza lugas,
"Bila tujuan kamu ngajak aku makan siang hanya untuk mengatakan hal ini, lebih baik kamu kembali ke kantormu Zey, kamu pasti sibuk kan?? jangan terlalu terbawa perasaan, aku tahu kamu bukan perempuan seperti itu.." Reza mengawasi Zeyna yang tertunduk sedih,
"Ini terakhir kali kita bertemu ya, setelah ini anggap saja kita tidak saling mengenal.."
"No Reza please! Jangan kaya gitu.." mohon Zeyna memelas, matanya berkaca kaca.
Reza tak suka melihat wanita menangis. Ia berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangan pada Zeyna untuk menyalaminya. Zeyna hanya menatap Reza sedih dan menggeleng frustasi.
"Kamu terlalu sempurna Zey, maaf.."
************************************
Jangan lupa klik ❤️