
Pagi pagi sekali Reza sudah bangun tepat berada disamping Putri. Semalam tidurnya amat nyenyak. Entah karena ia lelah karena beberapa hari terakhir terlampau sibuk atau karena ia tidur disamping Putri dan lega sudah mengungkapkan perasaannya.
Perlahan Reza beranjak duduk dengan hati hati khawatir membangunkan Putri. Ia bergegas ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat. Meski ia tidur larut malam namun pagi ini ia bangun dengan badan segar dan bersemangat. Sekuat inikah hormon oksitosin* bereaksi di tubuhnya??
Sementara itu diluar kamar mandi,
Putri membuka mata saat ia mendengar suara shower bergemericik. Semalam Putri sempat bangun dan terkejut saat menyadari Reza sudah tidur di sampingnya. Entah kapan Reza pindah ke ranjang atas, Putri sama sekali tak menyadari karena terlalu lelap tidur.
Dengan sigap Putri segera bangun dan bergegas ke dapur umum untuk memasak sarapan. Hari ini cuaca terasa amat cerah. Putri ingin sekali jalan jalan tapi Reza sepertinya akan sibuk selama seminggu kedepan dan tidak bisa diganggu.
Tak sampai 30 menit, Putri sudah selesai memasak Ricebowl Ayam Teriyaki untuk Reza. Saat Putri masuk ke dalam kamar, Reza sedang membereskan karpetnya. Putri tersenyum kecil, sepertinya Reza sedang berakting seolah olah semalam ia tidur di bawah. Padahal Putri sudah tahu bila semalam mereka tidur seranjang lagi..
"Selamat pagi.." sapa Putri seraya meletakkan nampan berisi masakannya di meja.
Reza tersenyum dan menggulung karpetnya keki.
"Pagi.." sahutnya tersipu, ia berharap semoga Putri tak menyadari bahwa semalam Reza tidur di sampingnya.
"Aku mandi dulu ya Kak, kalo Kak Reza keburu sarapan aja duluan jangan nungguin aku.." pamit Putri seraya menarik handuknya dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Tadinya Putri ingin menggoda Reza dengan berpura pura tanya tentang kejadian semalam namun ia tak sampai hati melihat kekasihnya itu salah tingkah dan gemetaran sepagi ini.
Reza tak menyahuti Putri, ia hanya melirik gadis itu melenggang ke kamar mandi. Entah setan apa yang semalam merasuki tubuh Reza, ia merasa sangat malu saat melihat wajah Putri barusan. Ia begitu bernafsu menciumi Putri dan itu benar benar bukan seperti dirinya! Reza belum pernah sebrutal itu sebelumnya, ia adalah manusia yang paling bisa mengontrol diri. Dan memang selama ini pun ia tak pernah dekat dengan wanita manapun selain Putri dan sahabat masa ABGnya dulu. Harusnya itu tak jadi hitungan karena Reza bahkan tidak pernah melakukan kontak fisik yang intens dengan Zeyna.
Beberapa saat setelahnya ketika Putri baru keluar dari kamar mandi, Reza sedang menyantap sarapannya. Rambut Putri yang basah usai keramas membuat dada Reza berdesir hangat. Lekas Reza mengalihkan pandangan dan pikirannya yang mulai liar.
"Kak Reza pulang jam berapa nanti?" Tanya Putri sambil menggantung handuknya di jemuran kecil di depan kamar mereka.
"Belum tahu sih, kenapa Put?"
"Aku pengin jalan jalan, kemana kek.." sahut Putri menerawang.
Reza menyendok nasinya yang tersisa beberapa sendok lagi. Kadang ia merasa bersalah sudah meninggalkan Putri berada di kos sendirian sepanjang hari.
"Lihat nanti aja ya, kalo nggak sampai malam kita jalan jalan.." janji Reza
Putri tersenyum dan mengangguk, ia berdiri di samping Reza yang menyantap suapan terakhirnya.
“Enak nggak Kak?”
"Kamu nggak sarapan??" Tanya Reza keki saat Putri hanya berdiri menatapnya.
"Nanti aja tunggu Kak Reza berangkat.."
" kenapa begitu? Sarapan sekarang aja.."
"Gak mauuu, nanti aja.." tolak Putri, ia masih ingin puas puasin memandang wajah Reza yang sebentar lagi akan meninggalkannya hingga malam.
Reza meneguk teh hangatnya sampai habis dan melirik jam tangannya, jam 7 kurang 15 menit.
Ia lekas berdiri dan mengambil tas ranselnya dari dalam lemari. Putri mengekor di belakang Reza seolah tak rela akan ditinggal pergi.
Saat Reza berbalik reflek ia menabrak tubuh Putri yang berdiri tepat di belakangnya. Putri lekas memeluk Reza dengan erat dan bersandar di dadanya yang hangat, ia bisa mendengar detak jantung Reza yang berdegup teratur. Damai sekali rasanya mendengar irama itu..
Aroma shampoo Putri yang semalam membuat Reza mabuk kepayang terendus lagi olehnya. Tinggi Putri hanya sebatas bahu Reza, otomatis saat berpelukan puncak rambut Putri tepat berada di bawah dagunya.
"Kok aku nggak rela ya ditinggal Kak Reza pergi.."Desis Putri sambil tetap memeluk Reza, membenamkan kepalanya di pelukan Reza yang hangat.
Reza mengusap rambut Putri yang basah dan mencium keningnya lembut.
"Kalau aku disini seharian bisa bahaya Put.." sahut Reza menerawang.
Putri mendongak dan mengawasi Reza, bola matanya yang bulat dengan bulu mata panjang dan lentik membuat Reza semakin gemas ingin mengecupnya. Reza mendekat ke bibir Putri dan menciumnya lembut, hangat dan lama. Bibir itu kini miliknya, hanya milik Reza. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam Reza sudah mencium Putri dua kali, benar benar rekor untuknya yang terbilang cupu dalam dunia percintaan.
Saat 'milik' Reza bereaksi lagi, Reza melepas pagutan bibirnya dan menarik nafasnya dalam. Bagian bawah tubuhnya ibarat alarm bagi Reza. Ia harus berhenti sebelum terlambat. Putri harus menjadi wanita terhormat sampai tiba mereka menjadi pasangan halal nanti.
"Aku berangkat dulu ya.., jangan kemana mana lagi tanpa aku temani..!" perintah Reza tegas.
Putri mengangguk paham dan mengurai pelukannya. Sepertinya Putri semakin kecanduan pada laki laki di hadapannya ini. Semua yang ada pada tubuh Reza membuatnya tergila gila. Aroma tubuhnya, hangat nafasnya, cara Reza menatap, mencium bahkan memeluk Putri. Reza memperlakukan Putri dengan amat sangat baik, bahkan tak pernah ia mendapatkan perlakuan sespesial ini sebelumnya dari siapapun.
Reza bergegas turun ke lantai 1 dan setengah berlari ke tempat parkir. Putri mengawasinya dari balkon lantai 2 depan kamar mereka. Ia memperhatikan setiap gerak gerik Reza yang terlihat sangat teratur, tak seperti Putri yang grasa grusu. Reza masuk ke dalam sebuah mobil hitam, Putri mengerutkan kening heran..sejak kapan Reza bisa menyetir mobil??
Sementara tak jauh dari situ, Toriq mengawasi mereka berdua dengan jengah. Reza si penipu dan Putri si anak durhaka.., betapa klopnya mereka berdua hidup bersama tanpa ada ikatan pernikahan. Toriq tersenyum masam dan menjatuhkan putung rokoknya yang telah tumpul lantas menginjaknya dengan kasar. Tunggu saja akan tiba waktunya semua akan terbongkar..
******************************
*Hormon Oksitosin adalah hormon dan neurotransmitter yang memiliki peran penting dalam reproduksi dan hubungan percintaan. Oksitosin memiliki popularitas sebagai hormon cinta. Menurut studi, kadar hormon ini meningkat saat seseorang mulai merasakan kedekatan romantik dengan individu lain.