
“Apa yang kamu lakukan?” Maria merasa kebingungan dengan Zoey yang terus bersembunyi saat mereka tiba di kantor.
“Shh! Bagaimana jika Mr. Wilder melihatku?” Zoey meletakkan jari telunjuknya di mulutnya dan mengisyaratkan Maria untuk tidak berbicara dengan suara yang keras.
Maria tanpa memperdulikan Zoey langsung menariknya pergi ke lift yang ada di dekat mereka. “Berhentilah bersikap bodoh seperti itu, semua orang menatapmu dengan tatapan aneh.” Ucap Maria dengan sedikit kesal.
“Tapi…” Zoey terlihat sedih sedih.
Maria yang melihat ekspresi Zoey yang sedih hanya bisa menghela napas berat. Saat mereka sampai, Maria menarik tangan Zoey dan pergi ke meja kerjanya. Zoey yang sampai di meja kerjanya langsung menutup wajahnya dengan berkas-berkas yang tertumpuk di mejanya.
“Oh! Lihat! Bukankah itu orang yang semalam kamu bicarakan?” Maria terlihat antusias saat melihat Adriel yang baru sampai dan berbicara dengan ketua mereka.
Zoey yang mendengar itu merasa sedikit penasaran dan mencoba untuk mengintip. Saat Zoey melihat ke arah Adriel, tiba-tiba Adriel kembali melihat ke arah Zoey dan sedikit tersenyum kepadanya. Zoey langsung tersipu malu dan menutup wajahnya lagi.
“Dia benar-benar melihat ke arahmu.” Maria tersenyum usil dan berbisik kepada Zoey dengan suara yang sedikit besar.
“Berisik.” Zoey mencoba untuk menutup wajahnya yang memerah karena malu.
“Mungkin kalian saling menyukai?” Maria meledek Zoey yang tersipu malu.
Saat Maria meledeknya, Zoey sama sekali tidak memperdulikannya dan tetap menutup wajahnya. Zoey tiba-tiba mengingat kejadian kemarin malam, bukannya mengingat hal yang indah, ia malah mengingat pekerjaan kemarin malam yang belum diselesaikannya. Zoey langsung meletakkan kembali berkas yang dipegangnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya dengan sangat serius.
Maria yang melihat perilaku Zoey terlihat sedikit terkejut. “A-Ada apa denganmu?” Tanya Maria dengan ragu-ragu.
“Aku lupa aku belum menyelesaikan pekerjaan kemarin.” Jawab Zoey sambil mengetik dengan sangat cepat.
“Diamlah! Sial!” Zoey terlihat kesal mendengar ucapan Maria, tapi ia sudah tidak punya waktu untuk mengurusnya lagi.
Beberapa waktu berlalu dengan cepat. Saat Zoey masih fokus dengan pekerjaannya, Maria sudah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap-siap untuk pulang. “Apakah kamu masih belum menyelesaikan pekerjaanmu itu?” Tanya Maria dengan nada suara yang usil.
“Apa kamu tidak bisa melihat ini?! Sial!” Zoey merasa sedih dan kesal secara bersamaan, tapi ia tidak punya waktu untuk melihat ke arah Maria.
“Kalau begitu berjuanglah~, aku akan menikmati waktuku untuk sendirian~” Maria selesai membereskan barangnya dan langsung pergi dari ruangan itu.
“Harusnya aku menyelesaikan pekerjaanku kemarin!” Zoey meminum kopi kaleng yang terletak di mejanya dan meletakkannya kembali dengan sangat kasar.
Malam pun tiba dan Zoey masih mengerjakan pekerjaannya. Ruangan kantornya kini sudah sangat sepi dan gelap, satu-satunya orang yang tersisa disana hanyalah Zoey.
“Apakah kamu masih belum selesai mengerjakan pekerjaanmu?” Tiba-tiba sebuah bisikan lembut terdengar dari telinga kiri Zoey.
Zoey yang mendengar itu tiba-tiba berteriak ketakutan, tapi teriakannya berhenti saat melihat Adriel yang sekarang berdiri di belakangnya dan melihatnya dengan dekat.
“M-Mr. Wilder?” Zoey terlihat sedikit lebih tenang saat melihat ternyata yang berdiri di belakangnya adalah Adriel.
“Hahaha, apa kamu mengira aku hantu atau semacamnya?” Adriel tertawa kecil saat melihat Zoey yang berteriak ketakutan.
“T-Tolong jangan menakuti saya seperti itu…” Zoey tersipu malu saat mendengar suara tawa Adriel.