
“Zoey?” Adriel langsung membalikkan badannya dan melihat ke arah suara yang memanggilnya itu.
Betapa terkejutnya Adriel yang melihat Zoey yang kini berdiri di depannya, Zoey juga merasa terkejut dengan kehadiran Adriel.
Zoey langsung menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya, ia langsung segera memberi salam kepada Adriel. “Selamat malam, Mr. Adriel.” Ucap Zoey dengan sopan.
“S-Selamat malam, Zoey.” Adriel terlihat sedikit gugup untuk menjawab ucapan salam dari Zoey.
“Hm?” Apakah saya pernah memberitahu nama saya?” Tanya Zoey dengan kebingungan saat Adriel baru saja memanggil namanya.
“T-Teman kamu yang memberitahuku.” Jawab Adriel sambil mengingat Maria yang menariknya ke tempat dirinya sekarang berada.
“Teman…? Oh… Maria?” Saat Adriel berkata temannya, ia hanya bisa mengingat Maria saja. “Kalau dipikir-pikir lagi aku tidak punya teman lain selain Maria… Menyedihkan sekali diriku ini.” Zoey mengasihani dirinya sendiri dalam hatinya.
“I-Iya.” Adriel melihat ke samping dan mencoba untuk menghindari tatapan mata Zoey.
“Apakah dia baru saja menghindari tatapan mataku? Lucunya!” Teriak Zoey dalam hatinya. “Aku lupa dengan Maria, kenapa dia masih belum kembali juga? Aku tidak punya waktu untuk berbicara disini!”
“Mr. Wilder, Apakah Anda melihat teman saya?” Tanya Zoey dengan ragu-ragu. “Aku ingin tahu bagaimana Maria bisa kenal dengan Mr. Wilder. Dia tidak pernah memberitahuku kalau dia kenal dengannya sekalipun.”
“Ah… teman kamu sudah pulang beberapa saat yang lalu.” Adriel perlahan mulai kembali melihat ke mata Zoey.
“Ehem! K-Kalau kamu mau… aku akan mengantarmu sampai ke apartemen mu…” Ajak Adriel dengan wajah yang tersipu malu.
Zoey kembali diam beberapa saat ketika mendengar ajakan Adriel. “Kalau aku menerima ajakannya, mungkin aku dapat pulang lebih cepat dan aku bisa menonton lebih banyak filmku…” Zoey berpikir keras sekali tentang ajakan Adriel. “Baiklah, saya akan menerima ajakan Anda dengan senang hati.” Ucap Zoey dengan senyuman sambil memikirkan list film drama yang ingin ditontonnya.
Adriel terlihat senang sekali saat Zoey menerima ajakannya. “Kalau begitu ayo prgi bersama.” Adriel tersenyum gembira sekali.
Zoey dan Adriel berjalan bersama menuju ke tempat mobil Adriel berada dan hal itu membuat Zoey merasa ia mengulang kejadian yang sama lagi. “Apa lebih baik jika tadi aku jalan kaki saja?” Ucap Zoey dalam hatinya dengan sedikit khawatir saat mengingat kejadian saat mereka mau makan bersama kemarin malam.
“A-Apakah pekerjaanmu baik-baik saja belakangan ini?” Adriel mencoba untuk mencairkan suasana mereka.
“Y-Ya, saya dapat menyelesaikan pekerjaan saya tanpa masalah sama sekali.” Jawab Zoey dengan gugup.
“O-Oh…” Adriel juga terlihat gugup sekali, mereka pun kembali diam dan hanya fokus berjalan.
“C-Canggung sekali… apa yang harus kulakukan untuk mencairkan suasana ini?" Zoey mulai memikirkan topik pembicaraan yang bisa dibicarakannya dengan Adriel.
Tetapi sebelum Zoey dapat menemukan topik yang bisa dibicarakannya dengan Adriel, mereka sudah sampai pada tempat Adriel memarkir mobilnya. Adriel langsung membukakan pintu mobilnya untuk Zoey, Zoey pun langsung masuk ke dalam mobil Adriel dan Adriel pun menutup kembali pintu mobilnya.
“Gawat, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus dibicarakan dengan orang sepertinya, apa sebaiknya aku pura-pura tidur saja? Tidak, jika aku tidur disini aku pasti akan dikatai tidak sopan. AAH! Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan!” Tanpa disadari Zoey memegang kepalanya dengan kedua tangannya sendiri.