
“Lepaskan! Apa yang kamu pikir kamu sedang lakukan?!” Maria mencoba untuk melepaskan genggaman tangannya dari Gary tapi tidak berhasil.
“Kenapa kamu tiba-tiba menjadi seperti ini? Dulu saat kita berpacaran, kamu sangat baik sekali padaku… siapa yang mengubahmu sampai seperti ini? Ah… aku tahu, itu pasti perbuatan perempuan sialan itu kan?!” Gary mulai meninggikan suaranya.
Orang-orang yang berlalu lalang disana hanya lewat dan tidak memperdulikan mereka. “Sial! Kenapa dia tiba-tiba ada disini?!” Maria terus mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Gary dengan berbagai cara tetapi tetap tidak berhasil.
“Kamu sekarang tinggal dimana? Ayo kita pergi ke tempat tinggalmu dan bersenang-senang di sana.” Ucap Gary dengan senyuman yang mengerikan di wajahnya.
“Hah?! Jika orang menyedihkan sepertimu datang ke tempat tinggalku, itu akan menjadi kotor.” Maria memberanikan dirinya untuk membalas ucapan Gary.
Gary hanya menghela napas saat mendengar ucapan Maria sambil mengacak-acak rambutnya sendiri dengan tangannya. “Aku rasa kamu masih belum tahu kondisimu saat ini. Apakah aku perlu menjelaskan semuanya padamu?”
“Heh! Mendengar suaramu saja sudah membuatku muak.” Maria mencakar tangan Gary dengan menggenggamnya dengan kuat, tetapi tangan Gary sama sekali tidak mengendorkan genggaman tangannya sama sekali.
“Ini di tempat umum jadi aku tidak terlalu ingin membuat masalah, tapi bagaimana ya? Kamu yang memulainya!” Gary tiba-tiba mengangkat tangannya dan hendak menampar Maria.
“Permisi…” Tiba-tiba seorang laki-laki berbadan tinggi besar memakai jas berdiri di tengah antara Gary dan Maria. “Bisakah kalian menyingkir dari sana? Saya ingin membeli sesuatu dari rak disana.”
“Hah?! Yang harus menyingkir dari sini adalah dirimu dasar sialan!” Gary yang tadi hendak menampar Maria kini mengarahkan pukulannya pada laki-laki itu.
Laki-laki itu dengan mudahnya menangkap pukulan itu. “Hah…saya benar-benar tidak ingin terlalu mencari masalah…” Setelah mengatakan itu, sebuah pukulan yang kuat mendarat di wajah Gary hingga membuatnya pingsan.
Setelah itu, laki-laki itu langsung mengambil barang di rak dekat Maria dan pergi begitu saja.
Maria berlari menuju ke arah apartemennya dengan perasaan yang senang sekali. Sesampainya ia di ruang apartemen nya, ia segera memanggil Zoey dengan gembira. “Zoey…!”
Zoey tidak menjawab panggilannya sama sekali dan saat ia tiba di sofa dimana tadi Zoey berada, ia melihat Zoey yang tertidur disana dengan selimut yang menyelimuti tubuhnya.
“Hm? Apa ini?” Pandangan Maria tertuju pada sebuah kertas memo yang berada di atas meja makan, ia langsung berjalan kesana dan melihat tulisan di memo itu.
‘Terima kasih atas makan malamnya. Adriel Wilder.’
“Dia sudah pergi? Sayang sekali, aku pikir jika aku meninggalkan mereka berdua, pasti akan terjadi sesuatu yang menarik.” Ucap Maria dengan kecewa.
“Apa dia merasa malu karena tertidur di pangkuan Zoey? hehehe.” Maria tertawa puas saat mengingat kejadian saat Zoey membiarkan Adriel tidur di pangkuannya.
“Tapi, siapa sebenarnya laki-laki yang menolongku tadi? Dia benar-benar keren sekali! Zoey pasti akan terkejut saat mendengar hal ini.”
“Aw!” Maria tiba-tiba merasa pergelangan tangannya yang tadi di genggam oleh Gary terasa sakit sekali.
Maria merasa kesal saat melihat pergelangan tangannya yang terlihat merah sekali. “Orang sialan itu! Kenapa tiba-tiba dia ada disana? Hah…”
Maria mengambil kotak obat yang ada di dekatnya dan mengobatinya tangannya sendiri. “Nanti saja kupikirkan. Aku merasa sedikit mengantuk…” Maria berjalan ke tempat tidur yang tak jauh darinya dan tiba-tiba tertidur.