Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 20



“Mungkin kamu benar…” Adriel tiba-tiba merasa dirinya sangat menyedihkan. “Tapi… Maria Parker… Beraninya kamu bersikap tidak sopan seperti ini kepada atasanmu…” Adriel dengan perlahan melepaskan cengkraman Maria sambil melihat Maria dengan ekspresi yang terlihat sangat kesal.


“T-Tunggu… aku hanya ingin membantumu…” Suara Maria terdengar sangat kecil.


“Hah?!” Adriel menatap Maria dengan tatapan yang sangat dingin hingga membuat Maria menciut.


Seketika Maria langsung berlari ke arah Zoey dan bersembunyi di belakangnya. “T-Tolong aku Zoey…” Ucap Maria dengan suara yang gemetaran.


“Ada apa? Apa yang baru saja kalian berdua bicarakan?” Tanya Zoey dengan kebingungan.


“Kami hanya membicarakan tentang pekerjaan saja.” Adriel berjalan mendekati Zoey sambil membetulkan kerah bajunya.


“O-Oh…” Zoey terkejut saat mendengar jawaban dari Adriel.


“Ini sudah malam, lebih baik kalian berdua segera masuk.” Ucap Adriel dengan sedikit senyuman di wajahnya.


“Baiklah, terima kasih karena sudah mengantar saya sampai kesini.” Ucap Zoey sambil membalas senyuman Adriel.


“Tidak apa-apa. istirahatlah dengan baik.” Adriel terlihat senang saat melihat Zoey yang tersenyum.


“Baik, mohon hat-“


“Hei, mau makan malam bersama di ruang apartemen kami? lebih baik kamu tidak menolaknya.” Maria memotong ucapan Zoey begitu saja.


“Makan malam bersama?” Adriel kembali melihat ke Maria yang masih bersembunyi di belakang Zoey dengan tatapan yang dingin.


“Masakan Zoey?” Adriel terlihat sangat tertarik dengan ucapan Maria.


“Bukankah begitu Zoey? Kamu juga ingin Mr. Wilder ikut makan malam bersama kita bukan?” Maria bertanya kepada Zoey dengan senyuman mengerikan di wajahnya dan tangannya memegang Zoey dengan kuat sekali seperti sedang memaksa Zoey untuk menjawab ‘Ya’.


“I-Iya, saya akan sangat senang jika Mr. Wilder mau ikut makan malam bersama kami.” Zoey memaksakan senyumannya pada Adriel karena merasakan tekanan yang sangat kuat dari Maria.


“Jadi kamu mau bukan? Ayo segera masuk.” Maria berhenti bersembunyi di belakang Zoey dan berjalan perlahan untuk masuk ke apartemen itu.


Zoey masih melihat Adriel dengan senyuman di wajahnya dan Adriel hanya terdiam disana. Maria yang menyadari jika mereka berdua masih belum bergerak langsung berjalan cepat mendekati Adriel dengan wajah yang kesal, ia menarik satu lengannya dan kemudian berjalan dengan cepat ke arah Zoey dan menarik lengannya juga. “ Kalian benar-benar tidak ada harapan!” Ucap Maria dengan kesal sambil menyeret mereka berdua.


Mereka bertiga akhirnya sampai di ruang apartemen Zoey dan Maria. Maria terlihat sangat kelelahan karena harus menyeret mereka berdua. “Hah…hah…” Maria terlihat bersusah payah untuk bernapas.


“M-Maria apa kamu baik-baik saja?” Tanya Zoey dengan khawatir saat melihat Maria yang kesulitan bernapas.


“Ada apa denganku hari ini?!” Kenapa hari ini aku sangat bersusah payah hanya untuk hidup?! Dan aku bersusah payah untuk hidup orang lain dan bukan hidupku?!” Teriak Maria dalam pikirannya dengan lelah.


“Bisakah Anda tidak menarik saya seperti itu?” Adriel merasa tidak nyaman dengan Maria yang terus menariknya.


“Jika kalian berdua tidak seperti batu, aku pasti tidak akan bersusah payah seperti ini!” Bentak Maria kepada mereka berdua. “Sudahlah. Aku lapar!” Teriak Maria sambil memegang perutnya.


“Aku akan segera membuatkan makanan untuk kalian berdua.” Zoey segera berlari ke arah dapur dan pergi untuk memasak.