
Zoey tiba-tiba merasa tangannya terasa hangat, Zoey pun perlahan melihat ke samping dan ia terkejut saat mendapati tangan Adriel yang memegang tangannya.
“Apa kamu baik-baik saja?” Adriel terlihat khawatir sekali dengan Zoey.
“M-Maaf, saya hanya berpikir terlalu banyak.” Zoey berusaha untuk tertawa dengan hal yang baru saja ia lakukan. “Apa yang kulakukan?! Sekarang aku terlihat seperti orang aneh bukan?!” Teriak Zoey dalam hatinya dan merasa ia baru saja melakukan sesuatu yang sangat memalukan.
Adriel pun perlahan melepaskan tangannya dari Zoey dan masih dengan ekspesi yang khawatir. “Benarkah? Mungkin aku tidak bisa membantu banyak tapi jika kamu membutuhkan bantuan, aku disini siap mendengarkanmu…”
Deg
Detak jantung Zoey berdegup kencang saat mendengar ucapan Adriel dan pipinya sedikit memerah. “Um.” Zoey mengalihkan pandangannya ke samping dan tidak berani melihat ke arah Adriel.
Adriel terlihat lega saat melihat ekspresi Zoey dan sebuah senyuman kecil terlintas di wajahnya, kemudian ia kembali menyetir dan mengantar Zoey ke apartemennya. Di sepanjang perjalanan mereka berdua tidak berbicara sama sekali.
Pada saat Adriel dan Zoey sampai pada Apartemen tempat Zoey tinggal, Adriel membukakan pintu mobilnya untuk Zoey, Zoey pun keluar dari mobil Adriel dengan ekspresi yang masih sedikit malu.
Saat Zoey sudah keluar, Adriel pun menutup kembali pintu mobilnya dan saat ia hendak berbicara dengan Zoey sebentar tiba-tiba terdengar suara Maria yang memanggil Zoey dari jarak yang tidak terlalu jauh.
“Zoey!” Panggil Maria sambil berlari ke arah Zoey dan Adriel.
“Maria? Aku pikir kamu sudah sampai duluan.” Ucap Zoey dengan kebingungan sambil melihat Maria yang terlihat kelelahan sekali setelah berlari.
“Aku rasa kamu harus mengurangi konsumsi bir yang berlebihan itu…” Ucap Zoey dengan sedikit rasa khawatir di wajahnya.
“Diamlah…” Maria menyeka keringatnya dengan lengan bajunya. “Daripada itu… apa yang kalian berdua lakukan disini…?” Maria mulai bisa mengendalikan napasnya.
“Ah…” Zoey dengan ragu-ragu melihat ke arah Adriel yang berada di sampingnya. “Mr. Wilder mengantarku pulang dengan mobilnya…” Jawab Zoey dengan ragu-ragu.
“Bukan itu maksudku, kenapa kalian berdua ada disini dan tidak pergi makan malam bersama?!” Maria mendadak menjadi kesal setelah sudah merasa tidak terlalu lelah.
“Makan malam bersama…? Apa maksudmu Maria hahaha kamu aneh sekali…” Zoey tertawa sambil melihat ke wajah Adriel sebentar, kemudian ia langsung kembali memelototi Maria seakan sedang memberitahunya untuk menutup mulutnya itu.
Maria mengabaikan Zoey dan tiba-tiba berjalan cepat mendekati Adriel dan menariknya untuk menjauhi Zoey. Setelah sudah menjauh dari Zoey, Maria memegang kerah baju Adriel dengan kedua tangannya dan menatapnya dengan tatapan yang sangat menakutkan.
“Apa yang kamu lakukan bodoh, padahal aku sudah susah payah membantumu agar kalian berdua bisa makan malam bersama tetapi kamu malah mengantarnya pulang begitu saja. Dasar tidak peka!” Maria mencaci maki Adriel habis-habisan.
Adriel tiba-tiba langsung mengerti maksud Maria saat mengingat Maria yang meninggalkannya dengan Zoey beberapa waktu yang lalu. “Jika aku mengajaknya untuk makan malam tadi, apakah… dia akan mau?” Adriel ragu-ragu untuk bertanya pada Maria.
“Hah?! Kenapa kamu ragu-ragu dasar bodoh! Jika kamu benar laki-laki tentu saja harus berani!” Maria mencengkram kerah baju Adriel dengan erat.