Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 14



“Maria!” Zoey memegang badan Maria untuk menghentikannya yang hendak memukul orang yang menekan tombol untuk menutup lift itu.


“Lepaskan! Padahal aku baru saja akan melihat ekspresi wajah menarik yang akan Mr. Wilder tunjukkan!” Maria berusaha keras untuk melepaskan pegangan Zoey tapi ia tidak berhasil.


Orang yang baru menutup pintu lift itu terlihat sangat ketakutan dan berusaha untuk meminta maaf kepada Maria. “T-Tolong maafkan saya…”


“Apa gunanya kamu meminta maaf sekarang?!” Maria masih terlihat sangat kesal dan mencoba untuk memukulnya.


“Sudahlah! Kita sekarang sedang berada di kantor, apa kamu ingin membuat masalah sekarang?” Zoey berusaha keras untuk menenangkan Maria.


Setelah mendengar ucapan Zoey, Maria berusaha untuk mengatur napasnya dan menenangkan dirinya. “Lepaskan.” Ucap Maria setelah sudah merasa lebih tenang.


Zoey yang melihat Maria sudah lebih tenang akhirnya melepaskan pegangannya dan lift yang dipakai mereka juga tiba di lantai tempat mereka bekerja. Maria langsung keluar dari lift itu tanpa melihat ke orang itu.


“Tolong maafkan perbuatan teman saya.” Zoey meminta maaf kepada orang itu dan kemudian segera berjalan keluar mengikuti Maria.


Orang yang tadi menutup pintu lift terlihat sedikit terkejut saat Zoey meminta maaf kepadanya, kemudian tiba-tiba sebuah senyuman terlintas di wajahnya sebelum pintu lift itu tertutup kembali.


“Aku sebaiknya tidak meminum bir terlalu banyak atau aku benar-benar akan menjadi seperti Maria di masa depan.” Zoey memperingati dirinya sendiri dalam pikirannya.


“M-Maria…” Zoey dengan ragu-ragu memanggil Maria yang sedang duduk di meja kerjanya dengan wajah yang menakutkan.


“Hah?” Maria langsung menatap Zoey dengan tatapan yang mengerikan. Zoey telihat sangat ketakutan dengan tatapan Maria dan langsung memalingkan pandangannya darinya.


“M-Maaf…” Zoey perlahan berjalan menuju ke meja kerjanya yang berada di samping Maria sambil mencoba untuk menghindari tatapannya.


“Zoey…” Maria memanggil Zoey dengan suara yang mengerikan.


Zoey yang mendengar suara Maria yang memanggilnya langsung tersentak. “Y-Ya?” Jawab Zoey dengan suara yang bergetar.


“Aku tidak peduli apa yang akan terjadi… aku pasti akan membantumu untuk berpacaran dengan orang itu…” Ucap Maria masih sambil memelototi Zoey. “Dan aku pasti akan melihat ekspresinya yang berbeda dari wajah dinginnya itu.”


“A-Apa maksudmu…?” Zoey terlihat kebingungan dan ketakutan pada saat bersamaan ketika mendengar ucapan Maria.


“Kamu tidak perlu tahu.” Maria berhenti memelototi Zoey dan kembali melihat ke arah layar komputernya dan kembali bekerja.


Zoey langsung terlihat sangat lega saat melihat Maria sudah tidak memelototinya lagi, ia langsung duduk di tempat meja kerjanya berada dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Waktu berlalu dan jam istirahat siang pun tiba, Zoey langsung meregangkan badannya setelah duduk begitu lama di depan komputer.


“Maria.” Zoey memanggil Maria untuk mengajaknya makan bersama, tapi tiba-tiba seorang perempuan berdiri di tengah Zoey dan Maria.


“Hei, apa kalian berdua mau makan bersamaku?” Ajak perempuan itu dengan senyuman di wajahnya dan menaruh kedua lengannya melingkari leher Zoey dan Maria.


“Perempuan ini… bukannya dia adalah orang yang sangat populer karena kecantikannya dan sikapnya yang baik itu? Kenapa dia ada disini?” Zoey melihat sekilas ke lengan perempuan itu dan ia merasa sedikit tidak nyaman.