
“Bol-“ Saat Zoey baru saja mau menerima ajakan perempuan itu, Maria langsung menepis lengan perempuan itu.
“Maaf, kita tidak mengenalmu jadi bisakah kamu tidak bersikap sok dekat seperti itu?” Ucap Maria dengan kesal saat melihat Zoey yang merasa tidak nyaman ketika perempuan itu menaruh lengannya melingkari leher Zoey.
“Maaf, aku tidak bermaksud begitu… aku hanya ingin berteman dengan kalian berdua… maaf jika kalian tidak suka dengan aku yang tiba-tiba mendekati kalian…” Perempuan itu melepaskan lengannya dari Zoey dan tiba-tiba memasang ekspresi yang seperti akan menangis.
Maria terlihat terkejut dengan hal itu. “Hah? Apa kamu perlu menangis hanya karena aku memarahi mu sedikit?” Maria terlihat kesal dan merasa sedikit bersalah saat melihat perempuan itu yang terlihat seperti ingin menangis.
“Lihat itu… apakah mereka berdua yang membuat Luna menangis?”
“Walaupun terlihat seperti ingin menangis dia tetap terlihat cantik sekali.”
“Bagaimana mereka bisa begitu teganya membuat malaikat sepertinya menangis?”
Zoey yang mendengar ucapan orang-orang itu terlihat panik. “M-Maria.” Panggil Zoey sambil mencoba untuk menyembunyikan suara paniknya.
“Aku tahu.” Maria terlihat semakin kesal saat mendengar ucapan orang-orang di sekitarnya. “Hah… baiklah, kamu boleh ikut kami untuk makan siang…”
“Benarkah?! Terima kasih!” Perempuan itu terlihat senang sekali dan langsung memeluk Maria.
“Apakah dia berpura-pura sedih supaya kami mengajaknya makan bersama?” Zoey terlihat tidak mempercayai perempuan itu.
“Jangan memelukku!” Maria mendorong perempuan itu untuk menjauhinya. “Jadi, siapa namamu?” Tanya Maria dengan sedikit ragu.
“Luna. Luna Scarlett.” Jawab perempuan itu dengan bahagianya saat Maria menanyakan namanya.
“Salam kenal kalian berdua! Mulai sekarang ayo berteman baik ya?” Luna terlihat antusias sekali.
“Ya, salam kenal.” Zoey berusaha untuk tersenyum kepadanya walaupun dia terlihat sangat tidak menyukai perempuan itu.
Maria menyadari Zoey yang terlihat tidak terlalu suka dengan Luna. “Sejujurnya aku juga tidak terlalu suka dengan perempuan ini… tapi bagaimana aku bisa menyingkirkannya? Ini menyebalkan.”
“Lebih baik kita segera pergi sebelum jam istirahat siang kita berakhir.” Maria mengambil handphonenya yang ada di atas meja kerjanya dan melihat ke arah Zoey.
Zoey sedikit terkejut dengan tatapan Maria, kemudian ia segera memberikan senyuman pada Maria seakan berkata padanya bahwa dirinya akan baik-baik saja.
Luna tiba-tiba memegang lengan Maria dengan senyuman di wajahnya. “Ayo kita segera pergi!” Ucap Luna dengan gembira.
“Sudah kubilang untuk tidak menyentuhku bukan?!” Maria mencoba untuk melepaskan tangan Luna yang memegangnya tapi tidak berhasil. Luna memegang lengan maria dengan erat dan mendekatkan dirinya pada Maria.
“Sudah kubilang lepaskan!” Maria masih berusaha untuk menjauhkan Luna darinya tapi tetap tidak berhasil.
Melihat kedekatan mereka berdua, Zoey tiba-tiba merasa tidak ingin pergi bersama dengan mereka berdua. “ Maaf, aku tiba-tiba ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan, jadi aku tidak bisa ikut kalian berdua untuk makan siang.” Ucap Zoey dengan ragu-ragu sambil tersenyum lemah.
“Eh? Sayang sekali… kalau begitu kami berdua akan pergi makan siang bersama terlebih dahulu, bye bye.” Luna tiba-tiba menarik Maria dan pergi untuk makan siang bersama. Maria terlihat beberapa kali mencoba untuk melepaskan tangan Luna darinya tapi tidak pernah berhasil.
Zoey yang melihat Luna yang menarik Maria hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua. Setelah mereka berdua menghilang dari pandangannya. Zoey menghela napas berat dan merilekskan tubuhnya di kursinya. “Aku sendiri lagi, saat melihat mereka berdua, rasanya aku seperti mengingat kembali apa yang terjadi di masa lalu…”
Zoey langsung menampar wajahnya sendiri saat menyadari dirinya mulai berpikir hal yang negatif. “Tidak, aku tidak boleh berpikiran seperti itu lagi. Lebih baik aku segera mengerjakan pekerjaanku yang belum selesai supaya aku tidak lembur lagi.”