Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 24



“Bukankah kamu terlalu berlebihan mengkonsumsi bir?” Adriel terlihat sedikit takut saat melihat lima kaleng bir di depan Maria yang sudah kosong semua.


“Apa maksudmu? Ini masih sangat sedikit.” Maria melirik ke arah satu kaleng bir yang diberikannya pada Adriel dan ia belum membukanya sama sekali. “Jika kamu tidak mau itu lebih baik berikan padaku.” Ucap Maria sambil menunjuk ke satu kaleng bir yang ada di depan Adriel.


“Kamu masih mau minum?” Tanya Adriel dengan ragu-ragu.


“Aku tidak bisa berhenti minum jika melihat kaleng bir yang masih belum terbuka.” Maria menatap tajam Adriel.


“Kamu boleh mengambilnya…” Adriel mendorong kaleng bir itu ke Maria.


“Benarkah? Terima kasih, aku akan meminumnya dengan baik.” Maria langsung mengambil bir kaleng itu, membukanya dan langsung meneguk habis bir itu.


“Kamu gila… aku tidak percaya Zoey hidup dengan seseorang seperti mu…” Ucap Adriel dengan sedikit khawatir.


“Apa maksudmu?! Walaupun aku begini, tetapi aku tetap membantunya untuk membayar tempat tinggal ini!” Maria mulai berteriak dengan tidak jelas.


“Apa kamu mabuk?” 


“Maaf menunggu. Aku sudah menyiapkan semuanya.” Ucap Zoey yang datang dari arah dapur sambil membawa beberapa cemilan. 


Zoey tidak bisa berkata apa-apa saat melihat beberapa kaleng kosong yang ada di meja depan Maria. “Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Zoey tanpa ekspresi.


“Aku baik-baik saja~” Ucap Maria sambil tertawa tidak jelas.


Tanpa mengatakan apapun Zoey langsung menyeret Maria dengan kasar dan melemparnya ke kasur di dekat mereka. “Baiklah, ayo kita segera menonton~” Ucap Zoey dengan senyuman gembira di wajahnya.


“B-Baiklah.” Adriel terlihat sedikit ketakutan saat melihat Zoey menyeret Maria dengan kasar.


“Aku tidak menyangka dia adalah pemabuk berat.” Ucap Adriel tanpa ekspresi.


“Terjadi beberapa hal yang membuatnya seperti itu, jadi jangan terlalu dipikirkan, walaupun dia seperti itu dia selalu bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.” Ucap Zoey yang kini sudah duduk di sofa dekat televisi itu. “Duduklah disini.” Ajak Zoey dengan senyuman di wajahnya. 


Adriel pun berjalan ke dekat Zoey dan duduk bersamanya di sofa itu. “Aku tidak menyangka akan bisa bersamanya seperti ini.” Gumam Adriel dalam hatinya dengan detak jantung yang semakin cepat.


“Aku tidak menyangka bahwa Mr. Wilder adalah seseorang yang menyukai film seperti ini juga. Rasanya… aku sedikit senang…” Zoey menatap televisi yang menyala itu dengan senyuman yang gembira.


Waktu berlalu dan akhirnya pagi pun tiba. “Hoam…” Maria bangun dari tempat tidurnya dan meregangkan badannya. “Aduh!” Maria merasa kepalanya berdenyut dan sakit sekali. 


“Maria… kamu sudah bangun?” 


“Zoey? Ada apa dengan suaramu yang terdengar seperti orang sekarat itu?” Tanya Maria yang terkejut dengan suara Zoey yang berbeda dari suaranya yang biasanya.


“Bisakah kamu membantuku…?” Ucap Zoey dengan suara yang lumayan kecil. 


“Hm?” Maria bangun dari tempat tidurnya walaupun kepalanya masih terasa sakit dan berjalan ke arah Zoey berada. 


 “Ada ap-“ Maria sangat terkejut saat melihat Adriel yang tertidur pulas di bahu Zoey. 


“B-Bisakah kamu membantuku?” Tanya Zoey sekali lagi dengan suara yang sedikit bergetar. “Dia tiba-tiba saja tertidur saat kami sedang menonton…”


“Aku tidak mau… bukankah lebih baik jika kamu menunggunya hingga terbangun sendiri?” Maria tersenyum jahil melihat ke arah mereka berdua.