
“Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menakutimu.” Ucap Adriel sambil tersenyum jahil kepada Zoey.
“Jika kamu tersenyum seperti itu, aku benar-benar akan menganggapmu hantu!” Zoey menggigit bibirnya sendiri sambil menutup matanya.
Tangan Adriel tiba-tiba memegang bibir Zoey. “Jangan menggigit bibirmu seperti itu, bagaimana jika kamu terluka?” Ucap Adriel sambil memegang bibir Zoey dengan ekspresi yang khawatir.
Zoey terdiam beberapa saat melihat wajah Adriel yang terlihat khawatir. “Bagaimana ini…? Rasanya aku…” Zoey langsung membalikkan badannya dan menghadap komputer dengan wajah yang memerah.
Adriel terlihat terkejut dengan hal itu, tetapi ia segera menurunkan tangannya dan tersenyum. “Apakah pekerjaanmu masih banyak?” Tanya Adriel sambil memegang kursi Zoey dari belakang.
“T-Tinggal sedikit lagi.” Zoey merasa kesulitan berkonsentrasi karena kehadiran Adriel.
“Setelah kamu mengerjakan pekerjaanmu… apakah kamu mau makan malam bersamaku…?” Adriel tersipu malu saat menanyakan Zoey untuk makan malam bersama.
“Hah?” Zoey kembali terdiam selama beberapa saat.
“Tidak apa-apa jika kamu tidak mau…” Adriel terlihat sedikit kecewa saat memikirkan Zoey akan menolaknya untuk makan malam bersama.
“Apa karena aku terlalu banyak bekerja ya? Aku seperti mendengar suara Mr. Wilder yang mengajakku makan malam bersama…” Zoey melihat kebelakang untuk memastikannya sekali lagi. “Apakah Anda baru saja mengajak saya untuk makan malam bersama?” Zoey menatap Adriel dengan tatapan yang sangat serius.
“Iya. Aku sedang mengajakmu untuk makan malam bersama.” Adriel sedikit terkejut dengan tatapan Zoey.
“Serius…? WAH…! Bagaimana aku harus menerimanya?! ‘Baiklah’? Tentu saja aku mau?!” Zoey terlihat bingung bagaimana ia harus menerima ajakan Adriel untuk makan malam bersama.
Adriel terdiam beberapa saat ketika mendengar jawaban Zoey. “Kenapa kamu tidak mengatakan apapun?! Aku ingin menghilang sekarang juga!” Zoey berteriak dalam pikirannya.
“Hahaha…HAHAHA!” Adriel tiba-tiba tertawa keras. Zoey yang mendengar Adriel yang tertawa seperti itu sangat terkejut. Zoey perlahan menolehkan kepalanya untuk melihat ke arah Adriel.
“M-Mr. Wilder?” Panggil Zoey dengan ragu-ragu.
“M-Maaf hahaha. Aku tidak menyangka kamu akan menjawab seperti itu hahaha.” Adriel tertawa puas sekali.
Mata Zoey berbinar-binar saat melihat Adriel yang tertawa lepas seperti itu, jantungnya berdegup dengan cepat. “Ah… sial. Kenapa aku menjadi seperti ini?”
Pipi Zoey memerah dengan cepat. Pandangannya tetap mengarah pada Adriel yang masih tertawa lepas di depannya. Adriel akhirnya berhenti tertawa setelah beberapa saat, ia sedikit terkejut saat melihat Zoey yang melihatnya dengan mata yang seperti sedang jatuh cinta.
Saat Zoey menyadari Adriel sedang menatapnya, ia segera membalikkan badannya dan kembali melihat ke layar komputernya dengan terburu-buru. “S-Saya akan segera menyelesaikan pekerjaan saya.” Ucap Zoey yang masih tersipu malu.
“I-Iya. Aku akan menunggumu…” Adriel menutup mulutnya dengan lengannya, kedua telinganya memerah saat membayangkan kembali tadi saat Zoey melihatnya dengan tatapan orang yang sedang jatuh cinta.
“A-Apakah dia menyukaiku…? Tidak, aku tidak boleh gegabah seperti ini… aku masih punya banyak waktu. Aku harus benar-benar memastikannya bahwa dia menyukaiku…” Adriel tiba-tiba kembali mengingat bagaimana mereka berciuman dan tadi saat dia memegang bibir Zoey.
Adriel menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya. “Aku pasti sudah gila."