Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 45



“Mr. Wilder? Apa yang Anda lakukan?” Tanya Zoey dengan sedikit ragu saat melihat tangan Adriel yang ada di atas kepalanya.


Mendengar ucapan Zoey membuat Adriel sadar dan ia langsung menarik tangannya kembali. “M-Maaf…” Ucap Adriel dengan wajah yang tersipu malu.


Zoey terkejut melihat wajah Adriel yang tersipu malu. “Jika dia meletakkan tangannya di atas kepalaku lebih lama lagi, rasanya aku akan menangis.” 


Zoey menahan air matanya yang ingin keluar, ia kemudian segera berdiri dari tempat duduknya. “Ada tempat yang ingin saya kunjungi, jadi saya permisi dulu.” 


“Tempat yang ingin kamu kunjungi? Bolehkah aku ikut juga?” Adriel memberanikan dirinya untuk menanyakan Zoey untuk ikut dengannya.


“Apakah Anda tidak bekerja hari ini?” Zoey merasa kebingungan dengan sikap Adriel hari ini.


“T-Tidak, kebetulan hari ini aku sedang tidak ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.” 


“Karena Calvin yang akan menyelesaikannya…” Gumam Adriel dalam hatinya sambil mengingat wajah Calvin.


“Baiklah, jika Anda ingin ikut silakan saja.” Jawab Zoey dengan ragu.


Adriel langsung berdiri dari tempat duduknya dengan sangat senang. “Terima kasih.” Ucap Adriel dengan senyuman yang begitu tulus kepada Zoey.


Wajah Zoey sedikit tersipu malu saat melihat senyuman tulus Adriel.


“Zoey?” Panggi Adriel dengan ekspresi yang kebingungan saat melihat Zoey yang terus menatapnya.


“A-Ayo kita segera pergi.” Zoey langsung mengalihkan pandangannya dari Adriel dan berjalan pergi dari sana.


Adriel yang melihat Zoey berjalan pergi langsung ikut berjalan mengikutinya dengan ekspresi yang begitu gembira. “Kita akan pergi kemana?”


“Minimarket.” Jawab Zoey dengan singkat.


“Apakah Anda tidak tahu apa itu minimarket…?” Tanya Zoey dengan ekspresi yang terkejut seakan tidak mempercayai Adriel yang terlihat kebingungan dengan kata minimarket.


“Hmm… aku benar-benar tidak bisa membayangkan tempat seperti apa itu, Zoey, bisakah kamu menjelaskan padaku?” Tanya Adriel dengan senyuman di wajahnya.


“Dasar orang kaya.” Gumam Zoey dalam hatinya.


Zoey kemudian menjelaskan secara detail pada Adriel apa itu yang disebut minimarket dan Adriel sedikit demi sedikit dapat mulai memahami apa itu minimarket. Adriel terlihat senang sekali mendengar Zoey yang menjelaskan padanya dengan serius.


“Jadi, apa Anda sudah mengerti?” Tanya Zoey setelah selesai menjelaskan semuanya.


“Kurang lebih.” Jawab Adriel sambil membayangkannya sesuai dengan penjelasan Zoey, kemudian ia tiba-tiba tertawa lepas.


Zoey yang melihat Adriel tertawa seperti itu menjadi sangat kebingungan. “Apakah ada sesuatu yang lucu?”


“Tidak, aku hanya senang saja.” Adriel berhenti tertawa dan melihat ke arah Zoey dengan sebuah senyuman di wajahnya. “Aku tidak menyangka akan dapat berjalan bersamamu seperti saat ini.”


“Anda aneh sekali.” Zoey membalas senyuman Adriel dengan ekspresi yang canggung.


“Benarkah? Aku rasa aku tidak aneh sama sekali.” Adriel memikirkan tetang dirinya yang disebut Zoey sebagai ‘aneh’.


“Biasanya orang yang mengatakan dirinya tidak aneh adalah orang yang paling aneh.” 


“Hahaha. Zoey, mulai sekarang ayo kita berbicara layaknya teman biasa dan tidak usah menggunakan bahasa yang formal, bagaimana?” 


“Eh? Maksud Anda?” Zoey merasa kebingungan dengan ucapan Adriel dan berhenti berjalan.


“Misalnya, mengganti ‘Anda, Saya’ menjadi ‘Aku, kamu’ dan mulai sekarang panggillah aku dengan nama depanku. Bagaimana menurutmu?” Adriel berhenti berjalan dan menatap Zoey dari dekat dengan senyuman yang tulus di wajahnya.