
“Hahahaha.”
“Ahahaha.”
Zoey memakan Chicken Fried Rice dengan ekspresi yang datar sambil melihat Calvin dan Maria yang berbicara sambil tertawa.
“Aku ingin pulang…” Gumam Zoey sambil terus mengunyah makanannya. “Dia bilang dia bukanlah orang yang gampang mabuk. Tetapi dilihat dari manapun mereka berdua mabuk bukan? Terserahlah…”
Zoey dengan cepat menghabiskan makanannya, Maria dan Calvin juga sudah menghabiskan makanannya dan kembali meminum wine mereka.
“Kalian berdua, ayo kita segera pulang.” Zoey bangkit dari tempat duduknya dan mengambil tasnya sendiri dan berjalan mendekati Maria.
“Kami masih mau minum bersama. Kamu pulanglah terlebih dahulu Zoey…” Ucap Maria sambil memegang botol wine.
“Eh… Aku benar-benar tidak mau menjemputmu di kantor polisi…” Ucap Zoey dengan nada suara yang tidak suka.
“Tenang saja Zoey. Nanti, aku yang akan mengantarnya pulang.” Calvin tersenyum pada Zoey.
“Kamu benar-benar baik sekali Calvin~” Maria benar-benar terlihat mabuk sekali.
“Hahahaha, itu adalah hal yang biasa~” Ucap Calvin yang terlihat mabuk juga.
“Aku benar-benar sudah tidak tahan disini…” Zoey terlihat benar-benar muak mendengar percakapan mereka berdua. “Kalau begitu aku akan pulang lebih dulu.” Zoey langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.
“Hati-hatilah di jalan Zoey~” Maria mengangkat botol wine nya pada Zoey.
Zoey melihat ke arah mereka berdua sebentar dan kemudian kembali melihat ke depan dan berjalan keluar dari restoran itu. “Setidaknya aku tidak perlu membayar makanan yang mahal itu…” Ucap Zoey sambil melihat ke langit gelap di depan restoran itu.
***
“Bagaimana dengan kondisinya?” Tanya Adriel kepada dokter yang memeriksa Luna.
“Untuk sekarang pendarahannya sudah berhenti, tapi untuk jaga-jaga lebih baik malam ini dia tinggal disini saja supaya kami dapat melihat kondisinya lebih lanjut.” Jawab dokter itu sambil melihat ke Luna yang terbaring di tempat tidur pasien.
“Baiklah kalau begitu.”
Setelah mendengar ucapan Adriel, dokter itu pun keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Luna dan Adriel berdua.
“Kamu sudah merasa lebih baik bukan? Kalau begitu aku akan segera pergi.” Ucap Adriel sambil menatap Luna dengan tatapan dingin.
“Adriel… kenapa kamu jahat seperti ini padaku…?” Luna terlihat seperti ingin menangis.
“Aku hanya mengatakannya sekali, kita bukanlah sepasang kekasih atau semacamnya jadi jangan coba-coba kamu memanggil nama depanku seperti itu. Mengerti?” Adriel terlihat sangat tidak suka saat mendengar Luna yang memanggil nama depannya.
“Tapi kan kita benar-benar bertunangan…” Luna tiba-tiba menangis saat mendengar ucapan Adriel.
“Itu hanyalah hal yang ditentukan oleh orang tuaku secara sepihak, aku tidak pernah bilang bahwa aku akan bertunangan denganmu sekalipun. Jadi berhentilah terus mendekatiku seperti hari ini, itu menyebalkan.” Setelah mengatakan itu, Adriel langsung berjalan keluar dari ruangan Luna tanpa melihatnya sama sekali.
“Ini pasti gara-gara perempuan itu! Berani-beraninya dia membuat tanganku menjadi seperti ini! Aku mendekati mereka karena mendengar rumor-rumor yang mengatakan mereka berdua dekat dengan Adriel, awalnya aku pikir itu hanya rumor saja, tapi…” Luna sangat kesal saat mengingat Adriel yang waktu itu bersama dengan Zoey dan Maria di depan lift.
“Lihat saja, aku pasti akan membuat Adriel menjadi milikku!”