Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 22



Zoey berjalan menuju ke meja dimana Maria dan Adriel duduk sambil membawa tiga piring makanan. “Ini makanan kalian.” Zoey meletakkan satu piring pada Adriel dan satu lagi pada Maria.


Saat Zoey hendak duduk di samping Maria, Maria langsung melarangnya. “Kamu duduk di sebelah sana.” Ucap Maria sambil menunjuk tempat duduk yang tersedia di samping Adriel. 


“K-Kenapa?” Tanya Zoey dengan sedikit takut.


“Turuti saja perkataanku.” Ucap Maria sambil menatap Zoey dengan tatapan tajam.


“Hah… baiklah.” Zoey menuruti perkataan Maria dan berjalan ke tempat duduk yang tersedia di samping Adriel dan duduk disana.


“Omelette?” Gumam Adriel dengan suara kecil sambil memandangi makanan yang ada di depannya.


“Jangan hanya melihatnya saja, cepat makan.” Maria melihat ke arah Adriel dengan senyuman di wajahnya.


“B-Baiklah.” Adriel memasukkan satu suap omelette itu ke dalam mulutnya dengan perlahan. Maria dan Zoey menatap Adriel dengan tegang.


“Enak.” Ucap Adriel tanpa ekspresi setelah selesai mengunyah satu suap omelette itu.


Zoey dan Maria merasa sangat lega saat mendengar ucapan Adriel, mereka pun mengikuti Adriel dan memakan habis omelette itu. “Aku tidak menyangka dia akan menyukainya…” Ucap Zoey dalam hatinya dengan perasaan yang lega.


Zoey kemudian mengambil piring mereka dan membawanya ke dapur untuk mencucinya. “Apakah kamu perlu bantuan?” Tanya Maria sambil membuka bir kaleng yang baru lagi. 


“Tidak perlu, lebih baik kamu menemani Mr. Wilder.” Ucap Zoey dengan suara yang sedikit kecil di dekat Maria.


“Baiklah.” Maria menganggukkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya kepada Zoey.


“Rencana pertama?” Adriel kebingungan dengan ucapan Maria.


“Benar. Dalam rencana pertama ini, kita akan membuat Zoey memanggilmu dengan nama depanmu, Adriel.” Wajah Maria menjadi semakin serius.


“Apakah itu diperlukan? Aku rasa bukankah lebih penting jika Zoey tidak berbicara formal saat berbicara denganku.” Tangan Adriel memegang dagunya dan berpikir keras. 


“Itu penting juga. Bagaimana jika di rencana pertama ini kita akan membuat Zoey tidak menggunakan bahasa formal kepadamu dan memanggilmu dengan nama depan?” Ucap Maria yang masih menggunakan ekspresi yang sangat serius.


“Tapi bukankah itu sedikit sulit?” Tanya Adriel dengan ekspresi yang serius juga.


“Kita pasti akan menemukan jalannya. Hari ini Zoey berencana untuk menonton film drama sampai pagi. Bagaimana jika kamu menemaninya saja?” Maria kembali menyeruput birnya.


“Aku seorang pria. Jika aku disini sampai besok pagi bukannya hal itu tidak baik untuk kalian berdua?” Adriel kembali berpikir tentang beberapa hal lagi. “Menonton film dengan Zoey…” Wajah Adriel tiba-tiba sedikit memerah.


“Jangan membayangkan hal yang tidak-tidak, dasar mesum!” Maria melihat Adriel dengan tatapan yang sedikit jijik setelah melihat wajah Adriel yang sedikit memerah.


“Aku tidak sedang membayangkan apapun!” Adriel langsung menyangkalnya dengan wajah yang masih sedikit memerah.


“Dasar pembohong.” Maria kini benar-benar melihat Adriel dengan tatapan yang jijik.


“Aku tidak sedang berbohong, kenapa kamu langsung menyimpulkannya seperti itu?” Adriel merasa lelah menghadapi Maria.


“Terserahlah. Jadi, apakah kamu mau menonton film bersama Zoey sampai besok pagi? Aku hanya bisa menemaninya menonton sebentar karena aku cepat tertidur jika menonton film seperti itu. Apakah kamu tidak kasihan dengan Zoey yang menonton sendirian seperti itu Tuan CEO?!” Ucap Maria dengan sangat dramatis.