
Zoey dan Adriel terlihat terkejut saat bibir mereka bersentuhan, Zoey reflek berjalan mundur dan membuatnya terjatuh dan duduk di lantai.
“K-Kamu… a-apa yang kamu lakukan?” Adriel tersipu malu sambil menutupi bibirnya dengan lengannya.
“Berakhir sudah hidupku… bukan hanya dipecat, aku rasa sekarang semua orang akan mengatakan hal buruk kepadaku…” Zoey duduk di lantai itu dengan putus asa sambil melihat ke bawah.
“Hei!” Adriel terlihat kesal saat Zoey mengabaikannya.
“Kenapa dia tersipu malu seperti itu? Bukannya dengan wajahnya yang seperti itu pasti ia sudah berciuman dengan banyak perempuan… jangan-jangan…” Zoey tiba-tiba tersadar sesuatu yang tidak ingin ia sadari. “Jangan-jangan ini pertama kalinya Anda berciuman dengan seseorang?”
“Kalau begitu kenapa?” Adriel terlihat tidak senang saat mendengar pertanyaan Zoey.
“Ini benar-benar berakhir… mereka pasti akan membicarakan bagaimana orang sepertiku ini menodai laki-laki tampan milik semua orang…” Zoey menghembuskan napas berat. Kemudian, ia segera bangun dari lantai itu dan melihat ke arah Adriel. “Apapun yang Anda katakan pada saya, saya akan menerima semua itu dengan senang hati!” Zoey menggigit bibirnya sendiri sambil menahan rasa malunya.
“Apa maksudmu?” Adriel merasa heran saat mendengar ucapan Zoey.
“Eh? Bukannya Anda memanggil saya kesini untuk memecat saya?” Tanya Zoey dengan ragu-ragu. “Dan aku sudah menodaimu yang bersih itu, orang sepertiku sudah tidak bisa bekerja di perusahaan ini tanpa menanggung dosa ini, tapi harus kuakui aku tidak menyesal sama sekali…”
“Aku hanya memanggilmu untuk kembali memperingatimu untuk tidak berlari seperti sebelumnya, jika terjadi sesuatu kepadamu atau orang lain itu akan menjadi tanggung jawab perusahaan.” Adriel seperti sudah melupakan apa yang terjadi barusan dan memasang ekspresi yang serius.
“Oh…jadi… saya tidak dipecat?” Zoey kebingungan dengan apa yang barusan Adriel katakan.
“Tentu saja tidak. Kenapa kamu beranggapan begitu?” Adriel kembali ke dirinya yang biasanya.
“Karena Anda memanggil saya ke ruangan Anda?” Zoey sangat kebingungan saat mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
“Jadi aku tidak dipecat dan besok aku tetap bekerja seperti biasa?” Kepala Zoey masih tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan Adriel.
“Tentu saja.” Jawab Adriel dengan singkat.
“Bagaimana aku bisa menghadapi besok dengan hal yang baru saja aku lakukan? Mustahil…” Zoey tidak menerima jika ia dapat masuk dan bekerja seperti biasanya. “Mr. Wilder saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini.” Ucap Zoey dengan ekspresi yang sangat serius.
“Maaf, tapi aku tidak menerima pengunduran mu itu setelah apa yang kamu lakukan padaku.” Adriel langsung menolak pengunduran diri Zoey dengan cepat.
“Aku tahu apa yang kulakukan itu salah, tapi!” Zoey berusaha meyakinkan dirinya untuk melihat Adriel dengan serius, tapi saat melihat bibirnya, ia tiba-tiba kehilangan kata-kata.
“Tetapi apa?” Adriel sedikit tersenyum saat melihat Zoey menatapnya dengan serius.
“T-Tidak ada… besok saya akan kembali bekerja seperti biasa…” Zoey mengalihkan pandangannya ke bawah dan berusaha untuk tidak melihat ke wajah Adriel.
“Baguslah kalau begitu.” Adriel sangat senang saat Zoey bilang dia akan kembali bekerja seperti biasa. “Ngomong-ngomong apakah kamu pulang sendiri?” Adriel tiba-tiba mengalihkan topik mereka.
“Ya, teman saya sudah pulang jadi saya akan pulang sendiri.” Zoey masih melihat ke bawah dengan wajah yang sedikit tersipu malu.
“Aku akan mengantarmu pulang.” Adriel bangun dari tempat duduknya dan mengambil kunci mobil yang berada di atas mejanya.
“Eh?” Zoey tersentak kaget dan tanpa sengaja melihat ke wajah Adriel dan betapa terkejutnya saat ia melihat Adriel kini tersenyum kepadanya.