
“Cepatlah ikuti aku atau aku akan meninggalkanmu.” Ucap Adriel yang melihat Zoey yang masih tidak bergerak sama sekali.
Panggilan Adriel membuat Zoey bangun dari lamunannya. “B-Baik.” Zoey segera berlari sedikit untuk menyusul Adriel yang sudah berdiri pintu keluar ruangannya.
“Sudah kubilang untuk jangan berlari bukan?” Adriel memasang ekspresi serius saat melihat Zoey yang berlari ke arahnya.
“Baik…” Zoey langsung memelankan langkah kakinya saat mendengar ucapan Adriel. “Apa ini? Apa aku sedang bermimpi atau semacamnya? Hal seperti ini tidak mungkin untuk terjadi di dunia nyata bukan?” Pikiran Zoey bertarung satu sama lain untuk menerima apa yang sedang dilakukannya sekarang ini sebenarnya adalah dunia nyata atau memang dia sedang bermimpi.
Tanpa Zoey sadari, mereka berdua sudah sampai pada parkiran mobil dan Adriel di depannya membukakan pintu mobilnya untuk Zoey. Zoey yang melihat Adriel membukakan pintu mobilnya untuknya hanya diam saja dan menatap Adriel.
“Apa yang sedang kamu pikirkan? Cepat masuk.” Adriel terlihat heran saat melihat Zoey yang berdiri tak jauh darinya dan hanya menatapnya saja.
“A-Ah… B-Baik.” Zoey segera masuk ke dalam mobil Adriel dari pintu yang dibukakan Adriel untuknya.
Saat Adriel sudah melihat Zoey masuk ke dalam mobilnya, ia segera menutup pintu mobilnya dan masuk dari pintu mobil yang berlawanan. “Jadi, kamu tinggal dimana?” Tanya Adriel saat ia sudah masuk ke dalam mobilnya.
“Apartemen XXX Ruangan Nomor 102.” Zoey tanpa sadar menjawab Adriel dengan lengkap saat ia menanyakan dimana tempat tinggalnya.
“Baiklah. Tapi, kamu tidak perlu menjawab sampai selengkap itu. Bagaimana jika kamu memberitahu itu pada orang lain dan mereka mendatangimu pada malam hari?” Adriel menceramahi Zoey karena dengan mudahnya mengatakan nomor ruangannya pada orang asing.
“Hahaha, kamu memang orang menarik.” Adriel tertawa sedikit sambil menutup mulutnya saat mendengar ucapan Zoey.
Zoey tercengang saat melihat Adriel yang tertawa. “Dia tertawa? CEO yang terkenal dengan sifat dinginnya itu… baru saja tertawa?!” Zoey tiba-tiba mengingat kembali bagaimana biasanya Adriel berbicara dengan sangat dingin ke orang sekitarnya dan ekspresinya yang selalu terlihat dingin. Zoey mengira dirinya sedang berhalusinasi dan menggelengkan kepalanya selama beberapa kali dan kembali melihat ke arah Adriel, dan saat Zoey melihat ke arah Adriel, Adriel masih tersenyum sambil menyetir mobilnya.
Adriel yang menyadari tatapan Zoey melihat ke tatapannya. “Ada apa? Jika kamu melihatku seperti itu, aku tidak bisa berkonsentrasi untuk menyetir.” Adriel memberikan sebuah senyuman indah pada Zoey.
“T-Tidak ada apa-apa.” Zoey memalingkan pandangannya dari Adriel dan menatap ke arah sebaliknya dengan wajah yang tersipu malu.
Adriel yang melihat itu sedikit terkejut tapi ia kembali tersenyum saat melihat tingkah laku Zoey yang menurutnya lucu.
Tak lama kemudian, mereka berdua pun sampai pada apartemen yang Zoey tinggali. Adriel keluar dari mobilnya terlebih dahulu dan membukakan pintu mobilnya untuk Zoey.
Saat melihat pintu mobil dibukakan oleh Adriel, Zoey segera keluar dari mobil itu dengan terburu-buru. “Terima kasih Mr. Wilder.” Ucap Zoey dengan sopan.
“Sama-sama.” Adriel kemudian berjalan masuk ke mobilnya. Zoey yang melihat itu juga berjalan masuk ke apartemennya dengan ekspresi yang masih kebingungan.
Adriel duduk di mobilnya dan melihat Zoey yang masuk ke apartemen itu dan saat Zoey sudah berada di dalam apartemen itu, ia baru mengendarai mobilnya dan pergi dari sana dengan sebuah senyuman di wajahnya. “Zoey Everleigh…” Ucap Adriel dalam hatinya sambil mengingat saat dirinya melihat data karyawan di perusahaannya dan melihat wajah Zoey, Wajah Adriel kini tersipu malu saat mengingat wajah Zoey yang tersenyum manis padanya waktu di lift.