Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 29



“Maaf karena harus merepotkanmu.” Ucap Luna dengan senyuman dan melihat ke wajah Adriel. 


Adriel tidak menjawab ucapan Luna sama sekali dan hanya menatapnya dengan tatapan yang dingin. Adriel melihat ke samping dan tidak ingin menatap wajah Luna sama sekali. Saat Adriel melihat ke samping, ia sangat terkejut saat melihat Zoey dan Maria yang sedang berjalan ke arahnya.


Saat Zoey dan Maria sudah di dekatnya, Adriel mengira mereka berdua akan menyapanya seperti biasa. Tetapi Adriel sangat terkejut saat Zoey dan Maria hanya melewatinya begitu saja dan Maria memelototi Adriel dengan tatapan yang seakan ingin membunuhnya.


“Bukankah itu Maria dan Zoey?” Luna menyadari Adriel yang menatap ke arah mereka berdua dan ia tiba-tiba mencoba untuk memegang tangan Adriel.


Adriel yang menyadari Luna baru saja ingin memegang tangannya langsung menepis tangan Luna dan pergi begitu saja meninggalkan Luna.


“Zoey.” Panggil Adriel yang berhasil menyusul Zoey dan Maria yang sedang berdiri di depan lift.


Panggilan Adriel membangunkan lamunan Zoey. “Selamat Pagi Mr. Wilder.” Ucap Zoey dengan memaksakan senyumannya.


Maria tiba-tiba berjalan ke samping Zoey dan berdiri di tengah Adriel dengan Zoey. “Selamat Pagi Mr. Biasa.” Ucap Maria dengan senyuman mengerikan di wajahnya. “Apakah Anda tidak sedang bersama ‘PEREMPUAN’ tadi?” 


“S-Selamat Pagi kalian berdua.” Adriel merasa kebingungan dengan tatapan Maria.


“Apakah ‘PEREMPUAN’ tadi adalah pacar Anda? Sesuai yang diharapkan dari CEO kita yang begitu tampan dan kaya ini. Anda benar-benar hebat dalam memilih hahahaha.” Maria tersenyum kesal pada Adriel.


Zoey terlihat sedikit ketakutan saat mendengar ucapan Maria. “M-Maria…” Panggil Zoey dengan ragu-ragu.


“Ada apa Zoey? Aku sedang membicarakan hal PENTING dengan CEO kita yang luar biasa ini.” Maria melihat ke arah Zoey masih dengan senyumannya yang mengerikan dan kemudian kembali melihat ke Adriel.


ting 


“Tunggu!” Tiba-tiba Luna berdiri di belakang Adriel dan mencegah Adriel yang mau masuk ke dalam lift itu. 


Sebelum Adriel dapat berkata apa-apa pintu lift itu tertutup dan Adriel tidak berhasil masuk ke dalam lift. “Lepaskan.” Adriel melihat pintu lift yang sudah tertutup itu dengan kesal dan kemudian ia menolehkan kepalanya pada Luna yang memegang lengannya. “Lepaskan tangan kotormu itu dariku.” 


“Kenapa? Kita kan bertunangan, bukankah itu normal jika aku memegang lenganmu?” Ucap Luna dengan sedikit ketakutan.


Tanpa mengatakan apapun Adriel langsung menarik lengannya dari Luna dan berjalan pergi begitu saja tanpa melihat ke arahnya sama sekali.


“Hah… Terima kasih karena sudah membantu menutup pintu liftnya.” Ucap Zoey dengan senyuman di wajahnya sambil melihat ke arah laki-laki yang ada di lift itu.


“Saya hanya membantu karena berpikir kalian sedang dalam masalah.” Ucap laki-laki itu sambil membalas senyuman Zoey.


“Padahal aku belum selesai berbicara dengannya.” Maria berdiri di dalam lift dengan kesal.


“Kamu juga berterima kasihlah, orang ini sudah membantu kita dengan susah payah.” Zoey menatap tajam ke arah Maria.


“Terima kasih.” Ucap Maria dengan singkat.


“Kamu…!” Zoey terlihat tidak suka dengan perilaku Maria yang terlihat tidak sopan itu.


“Sudahlah tidak apa-apa. Saya hanya kebetulan dari tempat parkir di lantai bawah.” Ucap laki-laki itu masih dengan senyuman di wajahnya.


Pintu lift terbuka dan Zoey berterima kasih sekali lagi kepada laki-laki itu dan kembali menarik Maria keluar dari lift itu. Laki-laki itu tetap tersenyum saat pintu lift itu tertutup kembali.