Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 13



Saat Zoey dan Maria sudah masuk ke dalam. Maria tiba-tiba melihat Adriel yang sedang berdiri di lift yang berada tak jauh dari mereka berdua, Maria yang melihat itu langsung mengambil tangan Zoey dan menariknya ke arah Adriel berada.


“Selamat pagi Mr. Wilder.” Maria langsung mengucapkan salam saat ia berdiri di samping Adriel berada dengan sangat antusias.


“Apa yang kamu lakukan?! Kenapa kamu menarikku seperti itu?!” Zoey masih terkejut saat Maria menariknya dengan sangat tiba-tiba dan tidak menyadari kehadiran Adriel.


“Harusnya aku yang bertanya apa yang sedang kamu lakukan?! Segera beri salam pada Mr. Wilder!” Maria melihat ke arah Zoey sebentar dengan ekspresi yang kesal dan kembali melihat ke arah Adriel dengan senyuman di wajahnya.


“Mr. Wilder? Apa maksudmu…” Zoey perlahan mengikuti pandangan Maria dan ia terkejut sekali saat melihat Adriel yang berdiri tak jauh darinya.


“S-Selamat pagi Mr. Wilder!” Zoey terlihat panik dan segera mengikuti Maria untuk memberi salam pada Adriel.


Adriel tidak menjawab mereka dan terus menatap mata Zoey yang terlihat bengkak dengan serius. Maria yang menyadari tatapan Adriel menutup mulutnya dan mencoba untuk menahan tawanya.


“Kenapa kamu tertawa seperti itu? Apakah ada sesuatu yang lucu?” Adriel menyadari Maria yang terlihat seperti ingin tertawa, ia merasa kesal dengan hal itu dan menatap Maria dengan tatapan yang dingin.


“T-Tidak…” Maria ketakutan saat menyadari tatapan dingin Adriel, Maria yang awalnya merasa ingin tertawa kini terlihat ketakutan tetapi ia tetap berusaha untuk tersenyum pada Adriel.


“Baguslah kalau begitu.” Adriel mengalihkan pandangannya dan kembali melihat ke depannya.


“Setidaknya jawablah salam kami!” Maria merasa kesal dengan Adriel yang tidak menjawab ucapan salam mereka berdua.


“Duh… Apakah dia salah memakan sesuatu tadi pagi? Kenapa hari ini dia suka sekali mencari masalah?!” Zoey terlihat panik saat melihat Adriel kembali menatap Maria dengan tatapan yang dingin.


“Saya sadar tadi Anda melihat ke wajah teman saya… tolong maafkan penampilan teman saya ini… kemarin dia tidak jadi makan malam dengan seseorang yang dia sukai dan dia harus menangis semalaman hingga matanya membengkak seperti ini.” Ucap Maria dengan sangat dramatis sambil melihat ke wajah Zoey dengan ekspresi yang sedih.


“HAH?!”  Zoey sangat terkejut dan merasa jijik dengan ucapan Maria, ia langsung menundukkan kepalanya, memegang tangan Maria dan langsung menariknya ke lift yang lain.


“Apa kamu memikirkan apa yang baru saja kamu lakukan?!” Zoey mendekatkan wajahnya pada Maria saat mereka masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


“Seharusnya aku yang bertanya apa yang sebenarnya kamu lakukan?! Aku baru saja membantumu untuk lebih dekat dengannya tahu?! Dan kamu baru saja mengacaukannya!!!” Maria menarik kerah Zoey dengan kesal dan mengguncangkan badannya dengan cepat.


Maria berhenti mengguncang badan Zoey dan melihat ke arah Adriel yang masih berdiri jauh dari mereka. “Ayo kita segera kembali!” Maria langsung menarik kerah Zoey dan menyeretnya untuk keluar dari lift itu, orang-orang yang berada di lift itu hanya bisa melihat mereka dengan kebingungan.


ting


Pintu lift yang sedang mereka naiki tiba-tiba tertutup saat orang yang berada di dalamnya memencet tombolnya. Maria terdiam beberapa saat melihat pintu lift yang sudah tertutup itu.


Maria perlahan menolehkan kepalanya pada orang yang baru saja menutup pintu lift itu. “APA YANG BARU SAJA KAMU LAKUKAN…?” Tanya Maria dengan tatapan dan suara yang sangat mengerikan.