Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 34



“Itu hanya pendapatku saja. Tapi syukurlah jika kamu merasa lebih baik.” Calvin membalas senyuman Zoey.


“Zoey!” Panggil Maria dari kejauhan sambil membawa dua tas dengannya.


“Maria.” Zoey terkejut saat Maria memanggil namanya dengan keras dari kejauhan, namun ia langsung tertawa saat melihat Maria yang berlari dengan wajah sangat kelelahan.


“Apakah itu temanmu?” Tanya Calvin dengan penasaran saat Zoey yang menertawakan Maria yang berlari sambil membawa dua tas itu.


“Dia adalah sahabat terbaik yang kupunya.” Jawab Zoey yang masih tertawa lepas.


“Hah…hah…hah… A-Aku sangat lelah sekali…” Saat Maria sampai pada tempat duduk dimana Zoey dan Calvin berada, Maria langsung meletakkan kedua tas itu di sampingnya.


“M-Maria… kamu tahu dirimu tidak hebat dalam olahraga… jadi berhentilah untuk berlari berlebihan ya?” Zoey menatap Maria dengan tatapan yang mengasihaninya.


“K-Kamu… kamu pikir aku melakukan ini untuk siapa… dasar bodoh…” Maria terus menyeka keringat yang terus mengalir dari wajahnya.


“Hahahaha… tapi bukan berarti kamu harus berlari bukan? Sekarang kamu benar-benar seperti ikan yang sekarat saat tidak berada di air hahahaha.” Zoey puas sekali menertawakan Maria.


“D-Diamlah…” Maria perlahan mulai dapat mengendalikan pernapasannya dan melihat ke wajah Zoey yang masih tertawa itu.


“Aku sempat khawatir tadi jika aku meninggalkannya, apakah dia akan menangis lagi… tapi baguslah jika dia sudah dapat tertawa seperti itu…” Ucap Maria dalam hatinya dengan senyuman di wajahnya.


“Hm?” Mata Maria tiba-tiba tertuju pada seorang laki-laki tinggi besar yang memakai jas dan duduk di samping Zoey. Maria merasa dirinya seperti pernah melihat laki-laki itu. “Hmmm?” Maria memiringkan kepalanya dengan kebingungan sambil mencoba mengingat siapa laki-laki itu.


“Kamu… apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Maria menyerah untuk mencoba mengingat kembali dan langsung bertanya padanya.


“Kamu adalah perempuan yang ada di minimarket itu bukan?” Calvin langsung dapat mengingat Maria.


“Apakah kalian berdua saling kenal?” Tanya Zoey yang sudah puas tertawa.


“Yah… begitulah.” Jawab Maria dengan malu-malu.


“Tidak, kita hanya kebetulan bertemu di minimarket saja.” Calvin membantah ucapan Maria tanpa ekspresi.


“O-Oh…” Zoey sedikit ketakutan saat Maria melihat Calvin dengan tatapan penuh amarah saat Calvin membantah ucapannya.


Sebelum amarah Maria meledak, Zoey langsung mengajaknya untuk pergi. “Aku sudah lapar Maria… bagaimana kalau kita pergi makan sekarang?” 


“Kamu benar… aku juga sudah lapar sekali.”


Zoey berhasil memadamkan amarah Maria. “Hah… aku benar-benar tidak ingin dia membuat masalah disini…” Gumam Zoey dalam hatinya dengan perasaan yang lega.


“Bagaimana jika kamu juga ikut dengan kami?” Maria tiba-tiba mengajak Calvin untuk ikut makan malam bersama mereka.


“Bukannya tadi kamu terlihat kesal padanya? Kenapa kamu tiba-tiba mengajaknya?!” Ucap Zoey dalam hatinya dengan kebingungan melihat tingkah laku Maria.


“Jika kalian tidak keberatan, aku dengan senang hati akan ikut bersama kalian.” Calvin menerima ajakan Maria begitu saja.


“Baguslah kalau begitu. Aku rasa jika lebih banyak orang akan semakin menyenangkan.” Ucap Maria dengan senyuman di wajahnya. 


“Saat aku pergi untuk mengambil tas kami berdua… apakah dia orang yang menemani Zoey disini? Kalau benar begitu… pilihanku untuk mengajaknya adalah hal yang tepat.” Ucap Maria dalam hatinya dengan perasaan yang puas.