
“Cepatlah!” Ucap Maria dalam hatinya sambil menekan tombol lift dengan cepat.
Saat Maria sudah sampai pada lantai dimana CEO mereka berada, ia segera berlari ke meja resepsionis dan mengatakan pada resepsionis yang menjaga disana untuk membiarkannya bertemu dengan Adriel. Tetapi resepsionis itu menolaknya.
“Sudah kubilang untuk membiarkanku masuk!” Bentak Maria dengan kesal saat resepsionis itu tidak membiarkannya masuk.
“Jika Anda tidak membuat janji dengan Mr. Wilder, saya tidak bisa membiarkan Anda masuk begitu saja.” Resepsionis itu terus menolak Maria yang ingin bertemu dengan Adriel dengan sopan.
Setelah Maria terus memaksa resepsionis itu untuk membiarkannya masuk selama beberapa saat, Adriel tiba-tiba muncul dari ruangannya dan kini berdiri di samping Maria dan menunjukkan ekspresi yang tidak suka dengan kehadiran Maria.
“Apa Anda ada urusan dengan saya?” Tanya Adriel dengan tatapan yang dingin.
“Oh!” Maria merasa senang sekaligus kesal. Ia senang karena akhirnya ia bisa bertemu dengan Adriel dan kesal karena harus melihat tatapan dinginnya itu.
“Kamu benar-benar muncul di saat yang tepat!” Walaupun dirinya merasa kesal, Maria tetap berusaha untuk tidak menunjukkan rasa kesalnya itu.
“Saya sedang bertanya kepada Anda apakah Anda ada urusan penting sampai memaksa resepsionis saya untuk membiarkanmu menemui saya?” Adriel masih menunjukkan ekspresinya yang dingin pada Maria.
“Sudahlah, jangan bersikap seperti itu atau kamu akan menyesalinya nanti. Aku datang kesini untuk membantumu.” Dengan senyuman di wajah Maria, ia langsung memegang lengan Adriel dan menariknya untuk pergi dari sana.
Saat Maria dan Adriel tiba di lift, lift itu langsung terbuka dan Maria langsung menarik Adriel untuk masuk kesana. “Beruntungnya kita!” Maria terlihat senang sekali karena lift nya sudah terbuka dan tidak ada orang di dalamnya, ia segera menekan nomor lantai tempat Zoey menunggu.
“Apa maksudnya ini?! Apa Anda ingin dipecat karena sudah bersikap tidak sopan terhadap orang yang punya posisi yang lebih tinggi dari Anda?” Ancam Adriel dengan kesal sambil membenarkan lengan bajunya.
“Hah? Kamu seharusnya bersyukur karena aku mau membantumu dasar sialan. Aku tidak tahu kenapa tapi hari ini aku terus merasa kesal, jadi lebih baik kamu menurutiku saja.” Maria menatap Adriel dengan tatapan yang sangat mengerikan.
“Berani sekali kamu berbicara seperti itu padaku, apa kamu benar-benar ingin dipec-“ Sebelum Adriel dapat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba pintu lift sudah terbuka dan Maria langsung mendorongnya keluar dari lift itu.
Adriel yang tiba-tiba sadar Maria baru saja mendorongnya langsung membalikkan badannya dan melihat ke arah Maria dengan sangat marah.
Maria yang melihat tatapan Adriel langsung merasa sangat puas. “Selamat bersenang-senang.” Ucap Maria dengan senyuman di wajahnya dan kemudian pintu lift itu tertutup kembali.
“Dasar wanita sialan! Aku akan segera memecatmu!” Teriak Adriel di depan pintu lift yang sudah tertutup itu.
“Apa maksudnya bersenang-senang?!” Adriel terlihat sangat kesal dan hendak menendang pintu lift di depannya.
“Mr. Wilder?” Panggilan dari suara yang familiar bagi Adriel membuatnya mengurungkan niatnya untuk menendang pintu lift itu.