Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 23



“Hah… Baiklah.” Adriel pasrah dan mengikuti keinginan Maria. “Tapi, apakah benar-benar tidak apa-apa jika aku ada disini sampai besok?”


Maria tiba-tiba langsung terlihat senang sekali. “Tenang saja, kami tidak terlalu peduli dengan apa yang akan dikatakan tetangga kami. Kami berdua sudah terbiasa dengan hal seperti itu jadi jangan khawatir.” Maria tersenyum kepada Adriel dan kembali menyeruput birnya.


“Terbiasa?” Adriel sedikit kebingungan dengan ucapan Maria.


“Aku akan menceritakannya padamu jika kalian berdua sudah resmi berpacaran.” Maria tertawa kecil melihat ekspresi Adriel yang kebingungan.


“Baiklah. Tapi, apakah Zoey akan mengizinkanku untuk menonton bersamanya?” Walaupun Adriel penasaran dengan masa lalu Zoey, ia tetap bersabar untuk sekarang karena saat ini ia bukanlah siapa-siapanya.


“Tentu saja! Aku akan meyakinkannya tentang hal itu! Serahkan saja padaku!” Maria bersemangat sekali untuk membuat mereka berdua bersama.


“Kala begitu kuserahkan padamu.” Adriel sedikit tersenyum lega saat mendengar ucapan Maria.


Maria terkejut sekali saat melihat senyuman Adriel dan ia terdiam beberapa saat. “K-K-Kamu bisa tersenyum?” Tanya Maria dengan sangat ketakutan.


Ekspresi Adriel kembali menjadi tanpa ekspresi saat mendengar ucapan Maria. “Tidak.” 


“A-Aku kira aku baru saja melihat hantu…” Maria menggosok kedua matanya beberapa kali.


Adriel merasa kesal dengan reaksi Maria dan kembali menatapnya dengan tatapan yang dingin. 


Maria merasa lega saat ia kembali membuka matanya dan mendapati Adriel yang menatapnya dengan tatapan yang dingin. “Syukurlah… aku kira aku baru saja melihat hantu…” 


“Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?” Zoey tiba-tiba muncul dari arah dapur mereka.


“Kebetulan sekali Zoey! Cepat kesini, ada sesuatu yang ingin kusampaikan.” Panggil Maria sambil menyeruput birnya dan Adriel masih menatapnya dengan tatapan yang dingin.


“Hm?” Zoey sedikit kebingungan dan ia segera berjalan mendekati mereka berdua. “Apa?” Tanya Zoey masih dengan ekspresi yang kebingungan.


“Eh?” Zoey melihat ke arah Adriel dengan ragu-ragu. “Apakah itu benar Mr. Wilder?”


“Benar…” Jawab Adriel dengan ragu-ragu.


“Jangan-jangan…” Zoey menatap Adriel dengan tatapan yang serius.


“Berakhir sudah… pasti dia akan mengira aku orang aneh atau semacamnya…” Adriel tidak berani kembali melihat ke mata Zoey sama sekali.


“Apakah Anda juga menyukai film drama seperti saya?!” Ucap Zoey dengan sangat antusias.


Adriel terkejut saat mendengar ucapan Zoey, kemudian ia segera kembali melihat ke arah Zoey dan menganggukkan kepalanya dengan ragu-ragu.


“Benarkah?! Aku sama sekali tidak menyangka hal ini! Film apa saja yang pernah Anda nonton? Aku suka…” Zoey tiba-tiba mulai membicarakan film-film yang pernah ia tonton sebelumnya dengan mata yang berbinar-binar.


“Kerja bagus!” Maria mengacungkan jempolnya pada Adriel dengan senyuman di wajahnya.


Adriel melihat ke arah Maria sebentar dan kembali melihat Zoey dan mendengarkannya dengan baik walaupun dia tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakannya.


“Zoey, bukankah lebih baik jika kita menonton sekarang?” Maria mulai merasa lelah saat mendengarkan Zoey yang tidak berhenti membicarakan film drama yang sangat disukainya.


“Ah! Maaf. Aku akan segera menyiapkan cemilannya!” Zoey langsung berlari ke dapur untuk mengambil beberapa cemilannya.


“Aku berhutang padamu kali ini…” Ucap Adriel dengan wajah yang terlihat lelah setelah mendengar Zoey.


“Dia memang suka seperti itu jika bertemu orang yang menyukai sesuatu yang sama dengannya… kadang aku langsung tidur saat mendengarkannya bicara tentang hal seperti itu.” Maria meneguk habis bir nya. “Aku rasa lima kaleng masih tidak cukup.” Maria mengayunkan kaleng bir di tangannya dan merasa kaleng itu kini sudah kosong.