Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 27



“Maria…!” Panggil Zoey sambil memegang Maria yang masih tertidur.


“Hm…” Maria yang mendengar suara Zoey membuka matanya sedikit. “Biarkan aku tidur sebentar lagi…” Maria menjauhkan tangan Zoey darinya dan kembali menutup matanya.


“Kamu sudah tidur begitu lama!” Zoey terus mencoba untuk membangunkan Maria sambil menggoyangkan badannya.


“Jika kamu lapar, tadi aku ada membeli makanan untukmu…” Ucap Maria yang masih belum bangun juga.


“Bukan itu! Kamu… kenapa tanganmu berdarah seperti itu?” Pandangan Zoey tertuju pada perban di pergelangan tangan Maria yang ada bercak merah.


“Berdarah?” Maria membuka matanya sedikit dan melihat ke pergelangan tangannya. Maria langsung tersadar saat melihat perban di pergelangan tangannya yang terlihat ada bercak darah dan langsung bangkit dari tempat tidurnya.


“Kenapa malah berdarah?!” Teriak Maria dengan panik.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” Zoey menatap Maria dengan khawatir.


“Tidak ada, Aku hanya sedikit tidak beruntung saja.” Maria perlahan membuka perban di pergelangan tangannya. “Tadi, aku ingin menceritakan sesuatu padamu… tapi apa ya… aku lupa.”


“Dasar pelupa. Apakah tanganmu baik-baik saja? Mau kuantar ke rumah sakit?” Zoey melihat ke pergelangan tangan Maria dengan ekspresi yang khawatir.


“Tidak perlu, luka seperti ini masih bisa kuatasi.” Maria mengambil kotak medis yang tak jauh darinya dan mengambil obat dan perban baru lagi. “Ini sudah sore, aku rasa aku tidur terlalu lama.” Ucap Maria sambil melihat ke arah luar jendela yang langitnya sudah mulai gelap.


“Hmm…” Zoey masih melihat Maria dengan khawatir.


“Baiklah…” Walaupun Zoey tidak suka, ia segera pergi ke arah meja makan dan mengambil roti keju yang dibeli Maria dan memakannya disana.


Saat melihat Zoey yang memakan roti keju yang baru saja dibelinya, Maria sedikit tersenyum kemudian ia segera kembali memperban pergelangan tangannya. “Aku tidak menyangka ini akan berdarah…” Maria menatap pergelangan tangannya dengan tatapan yang sedih. 


“Maria, nanti malam kamu makan apa?” Tanya Zoey yang kini sudah berdiri di depan Maria.


Maria terkejut saat melihat Zoey yang kini sudah berdiri di depannya. “Apa kamu sudah menghabiskannya? Cepat sekali…”


“Aku masih lapar. Aku rasa aku akan pergi ke minimarket untuk membeli beberapa bahan makanan, apa kamu mau menitip sesuatu?” Tanya Zoey dengan sedikit senyuman di wajahnya.


“Tidak, bagaimana jika kita hari ini memesan makanan online saja?” Maria tidak ingin Zoey pergi ke minimarket.


“Kenapa?” Zoey kebingungan dengan sikap Maria yang tidak seperti biasanya. “Apakah terjadi sesuatu saat Maria pergi ke minimarket tadi pagi?” Zoey mencurigai jika luka di pergelangan tangan Maria ia dapatkan saat pergi ke minimarket.


“Aku hanya ingin makan pizza hari ini…” Jawab Maria dengan senyuman di wajahnya. “Apakah kamu tidak ingin lanjut menonton film drama mu?”


“Oh ya, aku belum selesai menonton!” Zoey langsung kembali berlari ke depan televisinya dan menonton ulang episode yang belum selesai ditontonnya.


Maria sedikit tersenyum saat melihat Zoey yang langsung berlari itu, kemudian ia segera mengambil handphonenya dan memesan pizza.


Zoey sedikit mengintip ke arah Maria sebentar dan kemudian kembali lanjut menonton. “Dia pasti menyembunyikan sesuatu…”