Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 40



“Tempat tinggalmu dimana? Aku akan mengantarmu pulang.” Daniel menghela napas lega setelah melihat Zoey yang sudah duduk dengan tenang.


“Tidak usah… aku bisa pulang sendiri. Bukannya kamu juga harus pulang?” Zoey mencoba tersenyum pada Daniel dan menolaknya.


“Tidak, aku tidak bisa membiarkan orang yang sedang sakit sepertimu sendirian. Bagaimana jika kamu terjatuh lagi saat dalam perjalanan?” Daniel terlihat sangat mengkhawatirkan Zoey.


“Dia benar… dengan kaki seperti ini apakah aku bisa benar-benar pulang tanpa terjatuh lagi? Sial, seharusnya tadi aku bersama Maria dan Calvin saja…” Gumam Zoey dalam hatinya dengan penuh penyesalan.


“Apartemen XXX, Ruangan Nomor 102. Itu adalah tempat tinggalku.” Ucap Zoey dengan ragu-ragu.


“Apartemen XXX? Kebetulan sekali! Aku juga tinggal disana!” Daniel sangat senang saat mengetahui Zoey ternyata tinggal di apartemen yang sama dengannya.


“Eh? Kamu juga tinggal di apartemen itu…?” Zoey kembali memastikan apa yang baru saja dikatakan Daniel.


“Benar! Aku tinggal di ruangan 104! Tapi, kenapa aku tidak pernah melihatmu sama sekali?” Tanya Daniel dengan ekspresi yang heran.


“Itu… mungkin karena aku terlalu sibuk bekerja.” 


“Mungkin kamu benar. Jam kerja kita mungkin juga berbeda jadi tidak bisa menyapa satu sama lain, hahaha.” Daniel memegang belakang kepalanya dengan tangannya kanannya dan tertawa.


Daniel tiba-tiba mengulurkan tangannya di depan Zoey dan membangunkannya dari lamunannya. “Apakah kamu bisa berjalan? Mau ku gendong?” Tanya Daniel dengan penuh perhatian.


“A-Aku bisa berjalan…” Zoey mencoba untuk bangun dari tempat duduknya dan langsung meringis kesakitan.


“Sudah kubilang untuk tidak memaksakan dirimu seperti itu.” Daniel berjongkok di depan Zoey dan bersiap menggendong Zoey di punggungnya.


Zoey terkejut dengan hal itu. “Apa kamu benar-benar bisa menggendongku…? Aku pasti berat…” Ucap Zoey dengan ragu-ragu.


“Tenang saja, aku sangat kuat!” Daniel melihat ke belakang dan menatap Zoey dengan senyuman yang meyakinkannya.


“Apakah dia benar-benar bisa? Bagaimana jika dia terluka…? Ah.. sudahlah… Jika aku menolaknya pasti dia akan kerepotan lagi…” Zoey berhenti berpikir dan langsung naik ke punggung Daniel.


Daniel terlihat senang sekali, ia langsung berdiri dan berjalan menggendong Zoey menuju ke apartemen yang mereka tinggali. “Aku malu sekali… tapi, mau bagaimana lagi… saat sudah sampai… aku harus mandi dan tidur… supaya besok harinya aku dapat kembali ke diriku yang biasanya… oh ya… Maria… apakah dia sudah pulang…?” Zoey merasa sangat mengantuk, sebelum mata Zoey tertutup sepenuhnya, ia melihat Daniel yang melihat ke arahnya dengan senyuman di wajahnya dan seketika pandangannya menjadi gelap dan ia pun tertidur tanpa sadar. 


***


“Hoam…” Zoey bangun dari tidurnya dan melihat ke sekitarnya dengan setengah sadar. “Aku masih mengantuk… tidak apa-apa bukan jika aku tidur sebentar lagi…” Saat Zoey menjatuhkan dirinya ke tempat tidurnya, ia merasa tempat tidurnya terasa lembut sekali dan berbeda dengan tempat tidur yang biasa ia tiduri.